Saham Garuda (GIAA) Sempat ARA Setelah Suspensi Dibuka, Ini Kata Manajemen

Tempias.com, JAKARTA – Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (IDX: GIAA) dibuka menyentuh auto rejection atas (ARA) setelah suspensi perdagangan dibuka Bursa Efek Indonesia.

Harga saham GIAA dilepas dari suspensi Rp 204 per lembar dan turun ke Rp 190 setelah perdagangan dimulai. Tidak berlangsung lama, saham GIAA naik ke level tertinggi harian di level Rp 224 per lembar selama hampir 1 jam dan mulai bergerak diperdagangkan turun dari level tertingginya.

Pada pukul 11.00 WIB perdagangan hari ini, saham GIAA bertengger di level Rp220 atau menguat 7,84 persen dari harga pembukaan. BEI sendiri menyematkan tato E dan X pada saham GIAA yang berarti dalam posisi dalam pemantauan dan memiliki ekuitas negatif.

 

BACA JUGA: Update Nasib Saham Garuda Indonesia (IDX: GIAA), Kepemilikan Crazy Rich CT Tinggal 7,99 Persen

 

Saham Garuda memiliki ruang bergerak lebih lebar karena kreditur yang mengambil hak konversi utang menjadi saham menebus saham penerbangan milik negara untuk Saham Seri C sebesar Rp 182. Artinya dengan harga saat ini, kreditur telah memiliki cuan Rp 32 per lembar atau setara 17,58 persen.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemilik dan pemegang saham GIAA pada awal 2023 ini terdiri dari Pemerintah sebesar 64,54 persen, crazy rich Chairul Tanjung (CT) dengan Trans Airways sebesar 7,99 persen, saham publik sebesar 4,83 persen, dan serta saham kreditur sebesar 22,63 persen. 

Sebelum restrukturisasi dijalankan yang selesai akhir 2022 lalu , pemilik saham GIAA terdiri dari Negara Indonesia 60,54 persen, orang terkaya Indonesia Chairul Tanjung melalui Trans Airways (28,27 persen), dan masyarakat (11,19 persen). 

 

Pernyataan manajemen GIAA terkait pembukaan suspensi saham

Seiring pencabutan suspensi saham GIAA Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai menjadi outlook positif bagi perusahaan untuk mengakselerasikan penguatan fundamental kinerja Perusahaan.

“Dengan landasan kinerja usaha yang semakin solid yang turut didukung oleh cost structure yang semakin lean dan adaptif pasca restrukturisasi, kami optimistis Garuda dapat memaksimalkan momentum kebangkitan kinerja usaha yang salah satunya akan terus kami perkuat melalui peluang pertumbuhan penumpang yang terus menunjukan potensi yang menjanjikan di tahun 2023 ini khususnya dengan pencabutan status PPKM yang diumumkan Pemerintah pada penutup tahun lalu,” ulas Irfan dalam pernyataan tertulisnya, Selasa, 3 Januari 2023.

 

BACA JUGA: Right Issue Garuda Indonesia (IDX: GIAA), Pengendali Patok Harga Saham Seri C Rp 182

 

Sejalan dengan pencabutan suspensi saham ini, Irfan memproyeksikan dapat mengoperasikan 66 armada di luar armada yang dimiliki sebanyak 6 armada guna memperkuat bisnis perusahaan.

“Garuda Indonesia juga akan terus memaksimalkan pertumbuhan pasar umrah sebagai salah satu pangsa pasar yang menjanjikan dengan memaksimalkan aksesibilitas layanan penerbangan langsung umrah dari sejumlah kota besar di Indonesia menuju tanah suci”, ungkapnya.

Lebih lanjut, lini bisnis kargo juga akan diakselerasi guna memaksimalkan momentum pertumbuhan sektor ekspor nasional. “Komitmen tersebut yang akan kami perkuat dengan mengembangan jaringan penerbangan kargo baik untuk charter maupun penerbangan berjadwal dalam mendukung aktivitas direct call ke berbagai Negara tujuan ekspor nasional”, papar Irfan.

Sedangkan dengan Rresmi diperdagangkannya kembali saham GIAA di bursa, diharapkan dapat memberikan nilai optimal bagi seluruh pemegang saham.

“Dengan outlook kinerja yang terus menunjukan pertumbuhan yang positif serta progress positif yang dicapai Garuda dalam memperkuat landasan hukum atas berbagai tahapan restrukturisasi ini, kami optimistis tahun 2023 akan menjadi momentum Garuda untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang semakin agile, adaptif, dan berdaya saing serta tentunya terus mengedepankan fokus profitabilitas kinerja usaha,” tutup Irfan. (Putra, O. Permana)

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .