Papan Ekonomi Baru BEI: Karakteristik, Notasi Khusus dan Daftar Emiten  

Tempias.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan papan ekonomi baru sebagai pengembangan papan pencatatan emiten di pasar modal.

Dalam penjelasannya, BEI menyebut Papan Ekonomi Baru adalah papan pencatatan yang setara dengan Papan Utama. Emiten dapat tercatat di Papan Ekonomi Baru jika perusahaan memenuhi ketentuan tercatat di Papan Utama dan memiliki karakteristik khusus yang ditentukan oleh Bursa.

Karakteristik khusus emiten yang dapat tercatat di Papan Ekonomi Baru adalah:

  1. Memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi;
  2. Menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi serta memiliki kemanfaatan sosial; serta
  3. Masuk dalam bidang usaha yang ditetapkan oleh

Lahirnya Papan Ekonomi Baru bertujuan untuk menyediakan papan pencatatan bagi perusahaan berbasis teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa, yang memiliki kemanfaatan sosial luas dengan tingkat pertumbuhan tinggi.

Papan Ekonomi Baru mengakomodasi pencatatan perusahaan yang memiliki skema Saham Dengan Hak Suara Multipel (SHSM) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 22/POJK.04/2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham Dengan Hak Suara Multipel Oleh Emiten Dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham.

Untuk diketahui setiap lembar saham multipel memiliki karakteristik memiliki lebih dari 1 hak suara untuk pemegang saham yang memenuhi persyaratan, berbeda dengan saham biasa yang setiap lembarnya hanya memiliki 1 hak suara.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik dalam pernyataan resminya mengatakan tidak terdapat perbedaan mekanisme perdagangan maupun parameter perdagangan untuk saham yang tercatat di Papan Ekonomi Baru dengan perdagangan saham pada umumnya.

“Adapun saham yang tercatat di Papan Ekonomi Baru dapat diidentifikasi melalui listing type dan juga penyematan notasi khusus di belakang kode saham perusahaan tersebut,” katanya dalam pernyataan resmi Senin, 5 Desember 2022.

Penggunaan notasi khusus untuk mengidentifikasi bahwa saham perusahaan tercatat di Papan Ekonomi Baru pada dasarnya bukan merupakan informasi bersifat negatif, melainkan merupakan informasi bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki kondisi tertentu.

Terdapat 2 notasi khusus untuk saham yang dicatatkan di Papan Ekonomi Baru, yaitu:

  1. Notasi khusus “K” yang berarti perusahaan menerapkan SHSM dan tercatat di Papan Ekonomi Baru; serta
  2. Notasi khusus “I” yang berarti perusahaan tidak menerapkan SHSM dan tercatat di Papan Ekonomi

“Kami berharap dengan adanya implementasi Papan Ekonomi Baru ini dapat menjadi salah satu pendorong bagi perusahaan-perusahaan sektor new economy untuk tercatat di BEI. Selain itu, implementasi ini juga dapat menjadi sarana yang memudahkan investor dalam melakukan pengambilan keputusan investasi sesuai dengan tipe dan strategi transaksi investor”, ungkap Jeffrey lebih lanjut.

Dalam peluncuran perdana ini, BEI memindahkan pencatatan saham tiga emiten sebagai penghuni awal Papan Ekonomi Baru ini. Emiten yang tercatat dipindah dari papan Utama ke Papan Ekonomi Baru berdasarkan pengumuman bursa No.Peng-PP-00004/BEI.PP1/12-2022, No.Peng-PP-00004/BEI.PP2/12-2022 dan No.Peng-PP-00004/BEI.PP3/12-2022 tanggal 2 Desember 2022: 

  1. PT Global Digital Niaga Tbk. (Kode saham: BELI),
  2. PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), dan
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). 

(Putra. O, Permana)

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .