Mengintip Geliat Probolinggo Wujudkan Kota Bebas Sampah

Tempias.com, JAKARTA- Gunungan sampah setinggi dua puluh meter menjulang di antara rimbunnya pohon di sudut Kota Probolinggo. Dipisahkan jalan berlapis aspal, di seberangnya terdapat  satu gunungan sampah lagi dengan ketinggian sepuluh meter. Namun, suasana di sekitarnya tak mencerminkan seperti berada di antara gunungan sampah. Tak ada bau menyengat, tak ada serbuan lalat. 

“Inilah yang berbeda dari tempat ini. Makanya kami beri nama Taman Pemrosesan Akhir, bukan Tempat Pembuangan Akhir,” ujar Rachma Deta Antariksa, lelaki paruh baya yang menemani saya dan rombongan siang itu, Rabu 31 Agustus 2022. 

Ya. Siang itu Tempias.com memang tengah berada di TPA Bestari, tempat sampah dari seluruh wilayah Kota Probolinggo bermuara. Meski begitu, tidak ada kesan berantakan di area ini. Di bagian bawah gundukan sampah, mencuat pipa kecil tempat cairan pekat lindi merembes. Saat mendaki ke puncak gunungan sampah, terlihat gundukan tanah yang akan digunakan untuk menimbun sampah. 

Deta yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo mengatakan penanganan sampah di TPA Bestari menggunakan sanitary landfill dengan sistem penimbunan sampah berlapis. Sampah ditutup dengan tanah urug secara bertahap setiap hari setelah sampah selesai diletakkan di area penimbunan. Tujuannya untuk meminimalisir dampak negatif pada lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah seperti bau dan berkembangnya binatang vektor penyakit seperti lalat. 

 

BACA JUGA: Belajar dari Kampung Samtama, Mitigasi dan Adaptasi Iklim dari Tengah Kota

 

Tak hanya dilengkapi pipa pengolahan lindi, sistem pengolahan sampah di TPA Bestari juga dilengkapi dengan sistem perpipaan gas methan. Gas metan diambil dari timbunan sampah TPA kemudian dialirkan melalui pipa yang lebih kecil menuju instalasi pemilahan. Terdapat dua produk yang dihasilkan  yaitu Gas Flaring dan bahan bakar memasak. 

Gas metan yang dihasilkan TPA Bestari sudah bisa dinikmati oleh warga sekitar TPA, terdapat 9 KK yang sudah bisa memanfaatkannya  dengan memakai tabung gas methan,” jelas Deta. 

Mengulik lebih jauh pengelolaan sampah di TPA Bestari, Kepala Sub Bidang Mobilisasi dan Penanganan Sampah, Dany Setya Dwi Wardhana mengatakan memang ditangani secara berlapis. Sejak dari hulu, dari rumah warga sampah sudah dipilah sehingga produksi sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan. Menurut Dany, rata-rata setiap hari volume sampah yang masuk 70 ton. 

Menurut Dany, proses pengumpulan sampah pada kawasan perumahan menggunakan sistem pengumpulan individual tidak langsung yang dilakukan dari rumah penduduk menuju TPS. Tempat Pengumpulan Sementara di Kota Probolinggo pada tahun 2020 berjumlah 105 unit. Terdiri dari kontainer, TPS dan TPS Mini.

 

pengelolaan sampah probolinggo

Bank Sampah 

Pengelolaan sampah di Kota Probolinggo sudah bermula dari komplek rumah dengan adanya bank sampah. Tidak hanya individu, anggota bank sampah juga kelompok yang terdiri dari setidaknya 20 anggota, institusi dan sekolah. Saat ini nasabah bank sampah di Kota Probolinggo terdiri dari 81 kelompok, 26 sekolah, 132 individu dan 6 instansi termasuk Dinas Lingkungan Hidup. 

Salah satu kelompok peserta bank sampah ada di RW 03 Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok yang juga merupakan salah satu lokasi Proklim di Kota Probolinggo. Pada 2020 Jebreng Wetan mendapatkan Penghargaan Proklim Sertifikat Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kegiatan unggulan Proklim ini adalah pengelolaan sampah anorganik melalui Bank Sampah Kenari Indah dan pemanenan air hujan sebagai upaya konservasi air. Jrebeng Wetan menerapkan pengolahan bank sampah secara mandiri, ketahanan pangan dan penghijauan, tidak melakukan pembakaran sampah. 

“Di sini kami memilih dan meilah sampah secara mandiri lalu ditampung di bank sampah. Hasil dari bank sampah digunakan untuk kegiatan dan juga tabungan,”ujar Bu Lis salah seorang warga Jebreng Wetan pada Tempias.com. 

Lokasi lain yang juga menerapkan bank sampah adalah RW 1 Kelurahan Pilang. Suasana asri tergambar saat saya berada di RW 01 Pilang yang juga merupakan  Kampung Proklim Utama di Kota Probolinggo. Tanaman sayur, palawija dan tanaman obat banyak ditanam di sekitar pekarangan. Warga setempat terlihat proaktif ambil bagian dalam berbagai kegiatan ramah iklim di sana seperti bank sampah, kebun hidroponik, kebun sayur, dan kegiatan daur ulang sampah. 

Aktivitas bank sampah oleh warga memang menjadi salah satu program unggulan pemerintah probolinggo. Sampah yang sudah dipilah di bank sampah nantinya akan diangkut ke Bank Sampah Induk yang terletak di area TPA Bestari secara berkala. Selain itu sampah organik juga dikumpul oleh kelompok masyarakat (pokmas) untuk dikirim dan diolah ke TPA Bestari. 

Di bank sampah induk sampah yang sudah dipilah diproses lagi. Sampah organik dijadikan kompos lalu dikembalikan kepada warga sebanyak 70 persen, sisanya untuk biaya operasional. Sedangkan sampah plastik ditimbang dan uangnya dikembalikan kepada warga. Sejauh ini dari aktivitas pengolahan sampah di TPA Bestari terutama dari aktivitas membuat kompos bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 70 juta dalam setahun. 

 

Pengelolaan sampah

Komitmen Pemerintah 

Adanya berbagai upaya dalam penanggulangan dampak iklim di Kota Probolinggo tak lepas dari kuatnya komitmen pemerintah. Menurut Deta pemerintah kota telah menyediakan anggaran yang cukup memadai untuk menunjang operasional. Bentuk komitmen itu juga tercermin dengan meletakkan anggaran untuk Dinas Lingkungan Hidup sebagai prioritas. 

“Saat pandemi dan terjadi refocusing anggaran, kami di DLH tidak terkena dampak cukup besar,” ujar Deta. 

Saat ini, DLH Kota Probolinggo memilkiki anggaran senilai Rp 29 Miliar. Menurut Deta anggaran itu digunakan untuk biaya operasional dan gaji karyawan serta pengembangan program. DLH juga mendapat dukungan dari berbagai instansi baik swasta dan pemerintah untuk pelaksanaan program yang berkaitan dengan penanggulangan dan pencegahan dampak iklim. 

Sedangkan untuk penanganan sampah, DLH Kota Probolinggo menurut Deta tidak memungut retribusi kepada warga. Selain karena merujuk aturan yang berlaku di Kota Probolinggo juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kota dalam pengelolaan sampah warga. 

(Ira Guslina) 

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

One thought on “Mengintip Geliat Probolinggo Wujudkan Kota Bebas Sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .