Profil Sujaka Lays & Surya Ismail Bahari, Pemilik Black Diamond Resources (IDX: COAL)

Tempias.com, JAKARTA – PT Black Diamond Resources Tbk. (IDX: COAL) telah mendapatkan pernyataan efektif untuk melaksanakan IPO. Perusahaan batu bara ini dijadwalkan akan mencatatkan saham di BEI pada 7 September 2022. 

Dalam IPO COAL ini, perusahaan menargetkan mengincar perolehan dana Rp 125 miliar. Dana ini berasal dari pelepasan saham baru sebanyak 1,25 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp 100. Nominal saham COAL yang akan IPO sendiri berada pada pada level Rp 10 per lembar. Sedangkan broker yang akan membantu IPO COAL adalah PT Surya Fajar Sekuritas (Kode Broker: SF).Pemilii

COAL sendiri mencatatkan bidang usahanya pertambangan batubara melalui entitas anak. Kantor pusat COAL berada di Gedung Centennial Tower Lt 21 Unit H Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 24-25. Entitas tambang batu bara dilakukan melalui anak usaha PT Dayak Membangun Pratama seluas 4.883,17 hektare. Perusahaan ini memiliki IUP terhitung mulai tanggal 29 November 2011 sampai dengan tanggal 28 November 2031.

 

BACA JUGA: Black Diamond Caplok Perusahaan Tambang Nikel Aminy (ABO)

 

Lalu siapa pemilik Black Diamond (IDX: COAL)? Prospektus perusahaan mencatat sebelum  IPO pemilik Black Diamond (IDX: COAL) terdiri dari Sujaka Lays (52,50 persen). Jumlah ini akan turun menjadi 42 persen setelah IPO. 

Selanjutnya saham COAL dimiliki oleh PT Esa Gemilang (30 persen) yang akan berubah menjadi 24 persen setelah IPO.

Arie Rinaldi uang semula memiliki saham 7,5 persen menjadi 6 persen. 

Alam Tulus Abadi serta Herry Sen yang semula masing masing memiliki 5 persen setelah IPO akan menjadi 4 persen. Sedangkan masyarakat memiliki saham COAL sebanyak 20 persen. 

Dengan struktur ini, maka pemilik COAL adalah Sujaka Lays. Nama ini juga berada di balik PT Alam Tulus Abadi yang sahamnya 99 persen dikuasai dengan Sujaka Lays. Sedangkan 1 persen saham lain dari Alam Tulus dimiliki oleh Malvin Lays.

Sementara PT Esa Gemilang yang menggenggam 30 persen saham COAL dimiliki oleh Surya Ismail Bahari (99 persen) dan Martin Rusli (0,01 persen). 

Profil Sujaka Lays dan Surya Ismail Bahari pemilik COAL

Sujaka Lays merupakan wajah yang berasal dari keluarga yang sudah malang melintang di pasar modal. Sosok ini pengendali PT Indo Komoditi Korpora Tbk. (IDX: INCF) melalui PT Alam Tulus Abadi (40 persen) lainnya dimiliki oleh Harto (15,13 persen), Peter Rulan Isman (7,25 persen), Joni (6,13 persen). Sujaka Lays juga menjadi Presiden Direktur di perusahaan ini.

Sujaka Lays merupakan sosok kelahiran 30 Juni 1981. Dia menyelesaikan pendidikan diploma di Perth pada 1999. Setelah itu dia dinobatkan mengelola PT Sampit International. 

Sujaka bergabung ke INCF pada 2015, perusahaan yang menjalankan usaha perdagangan, industri, pengangkutan darat, pertanian dan jasa yakni karet di Kalimantan Tengah melalui PT Sampit International. Entitas ini memiliki kemampuan mengolah 144.000 ton namun pada 2021 yang diolah hanya 20.089 ton atau sekitar 13,95 persen. Perusahaan melakukan ekspor ke sejumlah negara Australia, India hingga China.

Sedangkan Surya Ismail Bahari adalah sosok di balik PT Kredit Biro Indonesia Jaya. Alumni Universitas San Fransisco 1986 ini juga menjalankan berbagai bisnis lain seperti perusahaan investasi PT Sinar Inti Bersama, PT Code Bleu Indonesia hingga PT Saripratama Indah. (Ira Guslina) 

 

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

One thought on “Profil Sujaka Lays & Surya Ismail Bahari, Pemilik Black Diamond Resources (IDX: COAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .