Caplok Anak Usaha SSIA, Ini Alasan Frasers Thailand

Tempias.com, JAKARTA – Salah satu raksasa properti dari Negeri Gajah Putih, Frasers Property Thailand resmi masuk ke bisnis pergudangan Tanah Air dengan mencaplok PT SLP Surya Ticon Internusa (SLP) dan PT Surya Internusa Ticon (SIT), entitas anak dari PT Surya Semesta Internusa Tbk. (IDX: SSIA).

Sopon Racharaksa, Chief Executive Officer di Frasers Property Industrial (Thailand) Company Limited menyatakan bahwa ekspansi ini membawa perusahaan menguasai lahan pergudangan seluas 150.000 meter di Indonesia. Sedangkan secara holding, Frasers menguasai 3,25 juta meter persegi.   

“Ekspansi kami ke Indonesia merupakan salah satu langkah besar  perusahaan. Standar kami akan membawa industri ini naik kelas,” kata Sopon dalam pengumumannya di media, Kamis, 23 Juni 2022. 

Dalam dua akuisisi ini Fraser akan menguasai pusat logistik di Karawang, Makassar dan Banjarmasin. Rinciannya, Fraser akan menambah kepemilikan 50 persen saham lagi di proyek pergudangan Karawang. Setelah transaksi ini, FPT saat ini menjadi pemegang saham utama memiliki 75 persen saham sementara 25% lainnya dimiliki oleh mitra strategis lama, Mitsui & Co., Ltd. 

Sementara untuk proyek Makassar dan Banjarmasin, Frasers akan menjadi pengendali tunggal (100 persen) dengan menambah kepemilikan 66,7 persen dari saham entitas dari SSIA.

Handoyo Salim, Managing Director PT SLP Surya Ticon Internusa menyatakan bahwa struktur kepemilikan saham baru akan menguntungkan perusahaan yang bergerak maju dengan ekspansi. 

“Kami akan bekerja sama dengan FPT, Mitsui & Co., dan pelanggan untuk membawa properti Indonesia menjadi industri modern. Pertumbuhan pasar E-commerce di Indonesia menjadi faktor yang memberi daya tarik untuk mengembangkan bisnis mereka di sini,” katanya. 

Sementara itu, dalam pengumumannya ke bursa awal Juni 2022 lalu,  SSIA menyebutkan penjualan ini bernilai Rp 562,2 miliar. Perinciannya penjualan 50 persen saham Surya Ticon bernilai Rp 430,6 miliar. Sementara nilai pelepasan 66,7 persen saham Surya Internusa Timur (SIT)  bernilai Rp 131,6 miliar. 

Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan bahwa pelepasan kepemilikan saham SSIA di kedua perusahaan merupakan salah satu strategi perseroan untuk mempercepat pengembangan Subang Smartpolitan. Dengan tambahan modal yang didapat dari penjualan saham ini, perusahaan memiliki ruang lebih untuk menjalankan strategi bisnis dalam proyek unggulan SSIA yang telah menjadi fokus utama Perseroan ini.

“Transaksi ini bukan transaksi terafiliasi dan tidak termasuk transaksi material karena nilai transaksi di bawah ambang batas yang ditentukan. Transaksi ini juga tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan, kegiatan operasional dan kelangsungan usaha Perseroan,” ujar Johannes

 

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .