JTrust Alihkan Aset Olympindo Multifinance, Bagaimana Nasib Karyawan?

Tempias.com, JAKARTA – Konglomerasi JTrus melakukan aksi korporasi pemecahan aset Jtrus Olympindo Multi Finance (JTO Finance) guna menata ulang perusahaan. Aset dan liabilitas yang diambil ini akan ditransfer kepada PT JTrust Investment Indonesia.

Sebagai gambaran, JTO Finance mulanya bernama PT Olympindo Multi Finance dan dikendalikan konglomerat pemilik Olympic Furniture, keluarga Bintoro. Perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh JTrust. Perusahaan keuangan dari Jepang yang juga memiliki Bank J Trust Indonesia (IDX: BCIC). 

Pengesahan kepemilikan JTrus ini ditandai dengan terbitnya izin perubahan nama dari Otoritas Jasa Keuangan pada Mei 2019. 

 

BACA JUGA: Resmi! IPO WIRG 4 April, Perhatikan Update Perusahaan Metaverse ini

 

Dalam akta terakhir yang diunggah perusahaan, saat ini pemilik JTO adalah JTrust Asia Pte Ltd. (67,9 peresen), dan sisanya keluarga Bintoro. Rinciannya, Ang Andi Bintoro (17,6 persen), serta Linda Karnadi, Meilyana Bintoro, Jimmy Bintoro, Silviana Bintoro, dan Denny Bintoro. Setiap nama ini kecuali Ang Andi memiliki saham 2,9 persen. 

Sementara penerima transfer bisnis yakni JTrust Investment Indonesia memiliki modal dasar Rp1 triliun, dengan modal ditempatkan Rp256,21 miliar. Pemegang saham entitas ini adalah JTrust Asia Pte Ltd. (26 persen), Jtrust Co. Ltd (73,8 persen)dan Didie Wijoyono Soewondho (0,2 persen).

Dalam aksi ini JTO mengalihkan sebagian besar bisnisnya yakni piutang usaha sebesar Rp 89,95 miliar. Selanjutnya Tanah dan Bangunan sebesar Rp 7,69 miliar, piutang lainnya Rp 5,31 miliar dan aset lainnya Rp 80,85 miliar. 

 

BACA JUGA: Cara Investasi Reksadana di Bibit, Dapat Cashback Rp 25.000

Nasib Karyawan JTO Finance

Nilai ini diambil dari neraca JTO dimana piutang usaha per 31 Desember 2021 sebesar Rp 147,57 miliar, tanah dan bangunan tercatat Rp 20,12 miliar, piutang lainnya Rp 3,21 miliar dan aset lainnya Rp 382,62 miliar. 

Kewajiban JTO Finance yang diambil bersamaan dengan peralihan aset ini adalah utang usaha (Rp 55,16 miliar), utang lain-lain (Rp 21,77 miliar), beban yang masih harus dibayar (Rp 10,6 miliar). Lainnya JTII juga membawa utang bank sebesar Rp 227,55 miliar ke dalam neracanya.

 

BACA JUGA: Cara Jitu Terhindar dari Kredit Bermasalah

 

“Sehubungan dengan perjanjian-perjanjian dan kontrak-kontrak yang berkaitan dengan aset dan liabilitas JTO yang dialihkan kepada JTII maka secara hukum perjanjian dan kontrak terkait tersebut akan beralih kepada JTII,” tulis manajemen dalam pengumumannya. 

Dengan beralihnya sebagian bisnis dari JTO Finance kepada perusahaan baru, manajemen menyebutkan akan memperhatikan akan hak pegawai.

“Pemisahan ini akan dilakukan dengan tetap memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban (status) pegawai yang bekerja di JTO berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan internal JTO,” tulis manajemen lebih lanjut. 

Langkah lanjutan akan nasib karywan akan diumumkan 30 hari kalender sebelum pelaksanaan RUPSLB JTO. Rapat pemegang saham sendiri direncanakan pada 29 April 2022. Akta pemisahan juga direncanakan akan ditandatangani pada hari yang sama. (Ira Guslina)

Ira Guslina

Editor In Chief Tempias.com Hubungi saya di guslina@tempias.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .