Gerak Lincah Wijaya Karya (IDX: WIKA) dari Hotel, Air Minum ke Motor Listrik

Tempias.com, JAKARTA – Ekspansi di antara badan usaha milik negara  (BUMN) sektor konstruksi silih berganti. Setelah era Waskita Karya (WSKT) yang menggesa penyelesaian berbagai jalan tol di Tanah Air, Hutama Karya dengan Tol Trans Sumatera serta Adhi Karya (ADHI) dengan kereta LRT Jabodetabeknya, kini, pada 2022 ini giliran PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang tampil mencolok. 

BUMN konstruksi ini telah diamanatkan pemerintah sebagai pengelola jaringan hotel BUMN melalui anak usaha Wijaya Karya Realty. Termasuk untuk menyambut event kelas dunia MotoGP di Mandalika.

Tidak berhenti di situ, WIKA juga terus memanaskan energi internal dengan merangsek lebih dalam pada bisnis motor listrik dan air. 

 

BACA JUGA: Kode Broker di BEI Terbuka Saat Presentasi Chairul Tanjung, Ini Updatenya dari Direksi Bursa

 

Pada September lalu, WIKA menambah modal PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) untuk mempercepat proyek air minum pipa di ibu kota dan daerah penyangganya. Dalam keterbukaan perusahaan saat itu, WIKA diwajibkan menambah modal bagi perusahaan sebesar Rp402,03 miliar. 

Dana akuisisi sendiri telah disediakan oleh pemerintah melalui penyertaan modal negara sebesar Rp402 miliar. Sedangkan WIKA menambah sebanyak Rp30 juta. 

Dengan injeksi ini maka WTJJ dimiliki oleh WIKA sebesar 80 persen,  PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) terdilusi dari 60 persen menjadi 17,44 persen serta PT Tirta Gemah Ripah (TGR) akan terdilusi dari 10 persen menjadi 2,56 persen. 

 

BACA JUGA: AKR Corporindo (IDX: AKRA) Stock Split, Ini Bidang Usaha & Pemegang Sahamnya

 

Proyek air minum pipa ini menyasar 1,6 juta warga DKI serta 300.000 warga di Bekasi dan Karawang. Perkiraan dana investasi proyek mencapai Rp1,76 triliun dengan masa konsesi selama 30 tahun atau hingga 2050. Konsesi ini terbagi masa konstruksi selama 2,5 tahun dan masa operasi sekitar 27,5 tahun. 

WIKA juga memperkuat bisnis motor listrik Gesits. Pada Oktober 2021, perusahaan melalui PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) menjadi pemegang 100 persen saham PT WIKA Industri Manufaktur. Kepastian ini setelah WIKON mengakuisisi saham PT Gesits Technologies Indo (GTI) di WIKA Manufaktur. 

Akan tetapi dalam pengumumannya hari ini, Rabu, 12 Januari 2022, WIKA Industri Manufaktur mengumumkan Gesits Technologies Indo direncanakan kembali menjadi pemehang saham. Langkah ini setelah WIKA Industri Manufaktur mengumumkan akan mengeksekusi keputusan pemegang saham untuk meningkatkan modal. 

Dalam pengumuman itu disebutkan WIKA Industri Manufaktur akan melakukan penambahan modal melalui penerbitan 13.800 lembar saham baru. Dari jumlah ini sebanyak 8.333 lembar akan dieksekusi oleh WIKON dengan melakukan penyetoran tunai.

Selanjutnya, sisa saham yang diterbitkan sebanyak 3.667 lembar dieksekusi menggunakan konversi utang WIKA Industri Manufaktur kepada WIKON.

 

BACA JUGA: Tok! OJK Bekukan Usaha Leasing Grup Kresna (IDX: DEFI), Ini Nasib Sahamnya

 

Sisa saham sebanyak 1.800 lembar yang merupakan utang kepada PT Gesits Technologies Indo (GTI) juga di konversi saham. Artinya secara tidak langsung, GTI kembali menjadi pemegang saham di proyek motor listrik Gesits. 

“Para pemegang saham Perseroan telah menyetujui Perseroan untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dengan menerbitkan 13.800 saham baru. Penyetoran saham sebanyak 8.333 saham baru dilakukan secara tunai oleh PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) dan sebanyak 5.467 dari saham baru tersebut akan disetor dengan cara mengkonversi utang,” jelas manajemen WIKON dalam pengumumannya hari ini, Rabu, 12 Januari 2022.  

 

BACA JUGA: Profil Ayu Widya Kiswari, Direktur Perempuan WIKA dari Jasa Marga

 

Perseroan kepada PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) dan PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan rincian 3.667 saham atas utang Perseroan kepada PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON) dan 1.800 saham atas utang Perseroan kepada PT Gesits Technologies Indo (GTI).

Harga saham WIKA sendiri pada penutupan perdagangan kemarin, 11 Januari 2022 ditutup melemah 3,02 persen ke level Rp 1.125 per lembar. Demikian juga sepanjang tahun berjalan (year-to-date), harga saham WIKA masih melemah 1,32 persen dari level Rp 1.140. 

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .