Bukalapak (IDX: BUKA) Disebut Bakal Dual Listing di AS, Begini Penjelasan Manajemen

Tempias.com, JAKARTA- Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk (IDX: BUKA) Muhammad Rachmat Kaimuddin angkat bicara terkait kabar perusahaan akan dual listing di bursa Amerika Serikat. Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis, 14 Oktober 2021 Rachmat menyebutkan kabar itu tidak benar.  

“Bukalapak saat ini tidak memiliki aksi korporasi terkait hal tersebut (dual listing,” ujar Rachmat dalam keterbukaan informasi. 

Menurut dia, sampai saat ini Bukalapak masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan belum ada rencana untuk dual listing. Perusahaan masih akan  melanjutkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UMKM melalui transformasi digital dan mewujudkan A Fair Economy for Al  atau keadilan ekonomi untuk semua.

Rachmat menyebutkan dalam kegiatan Tech in Asia Forum yang berlangsung pada 13 Oktober 2021 ia memang sempat menyinggung soal dual listing. Ia mengatakan sebagai perusahaan terbuka peluang untuk dual listing di Amerika Serikat dan negara lainnya memang ada. Namun, perusahaan sejauh ini belum mengarah ke sana. 

“Saat ini kami tercatat di IDX, dan tujuan kami adalah untuk terus meningkatkan performance dari perusahaan kami,” ujar Rachmat mengutip kembali pernyataannya dalam forum Tech in Asia tersebut. 

 

Baca Juga: Saham EMTK dan BUKA Bangkit Saat Grab – Emtek Luncurkan “Kota Masa Depan”

 

Dari lantai bursa, harga saham Bukalapak pada penutupan perdagangan Kamis, 14 Oktober 2021 ditutup menguat. Saham BUKA ditutup Rp745, naik 7,19 persen dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp 695. Meski begitu nilai ini masih di bawah harga IPO saham BUKA yaitu Rp 850. 

Selama sebulan terakhir atau sejak IPO pada 6 Agustus saham BUKA sempat mencapai titik Rp 1.100 pada 12 Agustus 2021. Namun sepekan setelah IPO saham BUKA terus melorot atau down trend. Saham BUKA mencapai titik terendah pada level Rp 695. 

Meski di lantai bursa harga saham terus anjlok, Bukalapak terus meningkatkan kinerja. Menurut  Rachmat, saat ini pengguna dan mitra Bukalapak sudah mencapai 8,7 juta. Perusahaan juga terus berkomitmen mendorong digitalisasi pelaku UMKM salah satunya dengan menjadi bagian dari program Kota Masa Depan bersama PT Elang Mahkota grup Tbk (IDX: EMTK) dan grab. Kerjasama tiga entitas telah diluncurkan hari ini dan disaksikan oleh Menteri Usaha Kecil Mikro dan Menengah Teten Masduki. (Ira guslina)

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .