Blak-Blakan Agung Sedayu & Rencana Besar untuk PANI

Tempias.com, JAKARTA- PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (IDX: PANI) kini memiliki pengendali baru yaitu PT Multi Artha Pratama. Multi Artha masuk setelah memborong 80 persen saham PANI dari pemegang saham lama dan masyarakat.

Multi Artha Pratama merupakan perusahaan pengembang properti terkemuka di bawah bendera Agung Sedayu Grup. Struktur permodalan MAP sesuai dengan akta notaris tertanggal 16 Oktober 2012 terdiri dari PT Agung Sedayu (50 persen) dan PT Tunas Mekar Jaya (50 persen). 

Sekretaris Perusahaan PANI, Prilli Budi Pasravita Soetantyo dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia tertanggal 13 Oktober 2021, menjelaskan masuknya Agung Sedayu Grup sebagai pengendali baru tidak berdampak pada kinerja keuangan perseroan. Meski begitu terdapat sejumlah rencana strategis yang dikembangkan perusahaan. 

 

Baca Juga: Jual Saham PANI ke Agung Sedayu Group, Ini Alasan Pendiri

 

Sebagai perusahaan pengembang properti terkemuka di Indonesia, Agung Sedayu berencana mengembangkan investasi lewat PANI. Bahkan perusahaan berencana melakukan diversifikasi usaha PANI yang sebelumnya bergerak di bidang pendukung makanan seperti pembuatan kaleng untuk ikan kemasan dan produksi seafood. 

“PT MAP melalui perseroan (PANI) berencana untuk melakukan investasi dan mengembangkan bisnis pada perusahaan real estate,” ujar Prili seperti dikutip Kamis, 14 Oktober 2021. 

Kepada Bursa, PANI menjelaskan kegiatan usaha MAP adalah di bidang real estate yang dimiliki sendiri atau disewa mencakup pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estate. Beberapa proyek prestisius di bawah Grup Agung Sedayu adalah Pantai Indah Kapuk, Green Sedayu Cakung dan Daan Mogot, dan Mall of Indonesia. 

Penjelasan rencana diversifikasi usaha untuk real estate secara tidak langsung mengkonfirmasi kabar backdoor listing grup Agung Sedayu lewat PANI. Tempias.com telah mengirimkan pertanyaan pada Direktur Agung Sedayu Group Restu Mahesa terkait rencana diversifikasi usaha.

Restu sudah membaca pesan yang dikirimkan namun belum memberi jawaban. Pesan yang sama juga telah dikirim kepada Direktur MAP, Nono Sampono.

Kepemilikan saham Multi Artha Pratama terdiri dari 50 persen PT Agung Sedayu dan 50 persen PT Tunas Mekar Mukti. Direktur utama dijabat Surya Pranoto Budihardjo. Di jajaran direksi terdapat nama Nono Sampono dan Komisaris Utama dipegang Freddy Numberi. 

 

Baca Juga: Jejak Sugiman Halim & Hartman, Pemborong Saham BRMS Jelang Right Issue

 

MAP memborong 328 juta saham PANI dengan harga Rp 165 per lembar. Dengan nilai akuisisi ini maka MAP  membayar Rp 54,12 miliar untuk kepemilikan ini. Dengan akuisisi ini selanjutnya MAP akan melakukan tender offer atau penawaran umum untuk membeli saham publik sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. 

Mengenai pelaksanaan tender offer, saat ini MAP telah menyampaikan dokumen pelaksanaan dokumen kepada Otoritas Jasa Keuangan. Dokumen telah dikirimkan pada 12 Oktober 2021. Sedangkan perkiraan jadwal pelaksanaan tender offer oleh MAP akan dilakukan pada 11 November 2021 sampai dengan 10 Desember 2021. 

Meski begitu perusahaan belum menetapkan harga pelaksanaan tender offer nantinya. Saat ini harga saham PANI di lantai bursa sudah menyentuh Rp 755, telah naik 128,79 persen dari Rp 308 dibanding 8 Oktober 2021 saat pengumuman pengambilalihan dilakukan. 

“Penetapan harga pembelian saham perseroan adalah berdasarkan kesepakatan para pihak,” tulis manajemen PANI dalam penjelasan pada Bursa. 

Baca Juga : Capital Life Syariah Borong Rp 1,69 Triliun Saham Bank Aladin (IDX: BANK)

Digembok

Peningkatan harga saham PANI sejak masukanya Agung Sedayu grup menarik minat investor di lantai bursa. Saham PANI bahkan menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut. Peningkatan harga saham ini dianggap tak biasa oleh bursa. 

Pada 12 Oktober 2021 Bursa mengeluarkan surat Unusual Market Activity (UMA) atas saham PANI. Setelah status UMA rupanya saham PANI kembali ARA sehingga pada perdagangan Kamis, 14 Oktober 2021 BEI menggembok perdagangan saham PANI. 

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PANI, dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PANI,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan. 

Penghentian sementara perdagangan Saham PANI tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Adapun tujuan suspensi untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PANI. 

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.” tulis Lidia lagi. (Ira guslina)

 

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

4 komentar pada “Blak-Blakan Agung Sedayu & Rencana Besar untuk PANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .