Window Dressing Tiba! Ini Deretan Saham Blue Chip Potensi Cuan Lebar

Tempias.com, JAKARTA- Memasuki akhir tahun, perdagangan saham di lantai bursa turut berbunga. Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir Indeks Harga Saham gabungan (IHSg) selalu bergerak di zona hijau. Salah satu faktor pendorong adalah fenomena window dressing saham yang terjadi setiap akhir tahun. 

Di kalangan investor pasar modal, window dressing menjadi momen yang ditunggu untuk meraup cuan lebar. Persiapan window dressing biasanya dimulai sejak akhir September dengan mulai mencicil saham-saham cantik yang berpotensi cuan lebar di akhir tahun. 

Bagi investor pemula atau baru terjun ke pasar modal, barangkali belum terlalu mengenal apa itu window dressing dan apa dampak window dressing terhadap pasar modal. Pada postingan ini tim Tempias.com coba menyajikan seputar window  dressing saham di pasar modal Indonesia dan emiten pilihan yang bisa dikoleksi. 

Window dressing saham adalah fenomena melonjaknya harga saham sebagai akibat aksi para manajer investasi atau pengelola keuangan lembaga dan perusahaan mempercantik laporan keuangan jelang tutup buku. Biasanya para manajer investasi akan membantu perusahaan atau lembaga untuk mengelola dan menempatkan dana perusahaan pada emiten-emiten dengan kinerja usaha dan kinerja keuangan bagus sehingga laporan keuangan menjadi baik lebih baik. 

BACA JUGA:  [Terbaru] Daftar Saham Batu Bara 2021 dari IDXEnergy, Potensi Cuan Lebar

Praktek window dressing kerap dilakukan oleh perusahaan terbuka, perbankan, perusahaan finansial dan reksadana agar bisa menyajikan laporan keuangan yang bagus pada klien atau pemegang saham. Manajer portofolio biasanya akan memburu saham-saham berkinerja bagus sejak menjelang akhir tahun untuk mencapai performa laporan kinerja yang akan disajikan. 

Selama musim window dressing, perusahaan biasanya akan memburu saham-saham blue chip atau LQ45. Bukan tidak mungkin para manajer investasi melepas saham berkinerja lambat bahkan rugi dan mengganti menjadi saham premium. 

Apa dampak window dressing terhadap pasar modal?

Bagi investor di pasar modal momen window dressing merupakan kesempatan untuk berburu saham-saham yang potensi ‘terbang’ alias naik pesat. Dengan mulai mengoleksi saham bagus sejak Oktober, harapannya saham tersebut akan menghasilkan cuan tambahan hingga pergantian tahun. 

Meski menawarkan cuan lebar, investor tetap harus selektif dalam memilih saham-saham yang layak dikoleksi hingga pergantian tahun. Beberapa indikator yang bisa digunakan untuk memilih saham selama window dressing adalah dengan melihat kinerja keuangan, harga buku (PBV) dan price earning ratio (PER). Selain itu investor juga bisa melihat trend di pasar dan sentimen baik domestik maupun global atas bidang usaha masing-masing emiten. 

BACA JUGA : Daftar Saham CPO 2021 & Riwayat Dividen

 

Saham Pilihan Window Dressing

Berdasarkan kecenderungan selama beberapa tahun terakhir, saham-saham yang biasanya ramai diperbincangkan menjelang dan saat window dressing adalah emiten perbankan, konstruksi dan infrastruktur, property dan energi. Namun, biasanya yang kerap diburu adalah saham blue chip yang masuk dalam IDX30 atau LQ 45. 

Di antara deretan saham blue chip yang memiliki rasio harga berbanding nilai buku (PBV) cukup bagus hingga Selasa, 5 Oktober 2021 adalah emiten ASII, BBNI, BBTN, BSDE, INKP, MNCN, PTPP, dan TKIM. Sedangkan emiten dengan rasio laba baik adalah BBTN, ERAA, INDF, INKP, JPFA, MNCN, PTBA dan TKIM.

Indikator lain yang bisa dipakai adalah perbandingan harga saham dan laba per saham perusahaan atau disebut  Price to earning ratio (PER). Perusahaan yang bagus akan memiliki PER di bawah 10 kali. Adapun daftar emiten blue chip yang memiliki PER di bawah 10 adalah BBTN, ERAA, INDF, INKP, ITMG, JPFA, MNCN, PGAS, PTBA, PWON, SMRA, dan TKIM. 

Bila melihat kecenderungan harga dalam setahun terakhir (year on year) sejumlah emiten blue chip bahkan berpotensi mencapai harga dua kali lipat dari harga sekarang pada akhir tahun. Dengan begitu investor bisa memilih saham window dressing yang pas dan sesuai dengan kecenderungan masing-masing. Hal yang paling penting bila ingin meraup cuan dari fenomena window dressing saham adalah mulai mengoleksinya. 

 

BACA JUGA : Pilih Saham Window Dressing: Konstruksi, Bank, Properti & Energi Mana Paling Seksi?

 

Berikut rekapitulasi yang disusun tim tempias.com berdasarkan potensi cuan merujuk harga year on year, PBV dan PER.

  1. ACES : PT Ace Hardware Indonesia Tbk (IDX: ACES)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.375. Harga tertinggi year on year Rp 1.850. Nilai PBV Rp 288 dan PER 42,58 kali. 

  1. ADRO : PT Adaro Energi Tbk (IDX: ADRO) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.830. Harga tertinggi year on year Rp 1.980. Nilai PBV US$ 0,1185 dan PER 11,8 kali. 

  1. AKRA : PT AKR  Corporindo Tbk (IDX: AKRA) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 4.410. Harga tertinggi year on year Rp 4.490. Nilai PBV Rp 2.247 dan PER 16,08 kali.

  1. ANTM: PT Aneka Tambang (IDX: ANTM)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 2.320. Harga tertinggi year on year Rp 3.340. Nilai PBV Rp 825 dan PER 23,81 kali.

  1. ASII: PT Astra International tbk (IDX: ASII) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 5.550. Harga tertinggi year on year Rp 6.925. Nilai PBV Rp 4.012 dan PER 12,72 kali.

  1. BBCA : PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 34.725. Harga tertinggi year on year Rp 36.900. Nilai PBV Rp 7.600 dan PER 29,61 kali.

  1. BBNI: PT Bank Negara Indonesia (IDX: BBNI)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 5.700. Harga tertinggi year on year Rp 6.750. Nilai PBV Rp 6.240 dan PER 10,57 kali.

  1. BBRI: PT Bank Rakyat Indonesia (IDX: BBRI)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 3.930. Harga tertinggi year on year Rp 4.660. Nilai PBV Rp 1.597 dan PER 19,43 kali.

  1. BBTN : PT Bank Tabungan Negara (IDX: BBTN)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.525. Harga tertinggi year on year Rp 2.180. Nilai PBV Rp 1.880 dan PER 8,78 kali.

  1. BMRI : PT Bank Mandiri (IDX: BMRI) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 6.425. Harga tertinggi year on year Rp 7.450. Nilai PBV Rp 4.052 dan PER 11,9 kali.

 

 

BACA JUGA : Rally Saham Trimegah (IDX: TRIM) & Masuknya Boy Thohir, Patrick Waluyo Untung Berapa?

 

 

  1. BRPT : PT Barito Pacific Tbk (IDX: BRPT) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 930. Harga tertinggi year on year Rp 1.295. Nilai PBV US$ 0,0152 dan PER 31,45 kali.

  1. BSDE : PT Bumi Serpong Damai Tbk (IDX: BSDE) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.085. Harga tertinggi year on year Rp 1.350. Nilai PBV Rp 1.447 dan PER 16,89 kali.

  1. CPIN: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (IDX: CPIN) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 6.150. Harga tertinggi year on year Rp 7.850. Nilai PBV Rp 1.595 dan PER 17,8 kali.

  1. ERAA : PT ERAA 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 595. Harga tertinggi year on year Rp 725. Nilai PBV Rp 357 dan PER 8,5 kali.

  1. EXCL : PT XCel Axiata (IDX: EXCL)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 2.920. Harga tertinggi year on year Rp 3.140. Nilai PBV Rp 1.821 dan PER 21,87 kali.

  1. GGRM: PT Gudang Garam Tbk (IDX: GGRM)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 32.625. Harga tertinggi year on year Rp 49.975. Nilai PBV Rp 131.167 dan PER 13,58 kali.

  1. HMSP : PT HM Sampoerna Tbk (IDX: HMSP)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.065. Harga tertinggi year on year Rp 1.915. Nilai PBV Rp 223 dan PER 14,98 kali.

  1. ICBP : PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX: ICBP)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 8.825. Harga tertinggi year on year Rp 10.625. Nilai PBV Rp 2.815 dan PER 15,97 kali.

  1. INCO : PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 4.710. Harga tertinggi year on year Rp 7.100. Nilai PBV US$ 0,2059 dan PER 27,47 kali.

  1. INDF : PT Indofood Sukses Makmur Tbk  (IDX: INDF) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 6.500. Harga tertinggi year on year Rp 7.900. Nilai PBV Rp 5.221 dan PER 8,31 kali

  1. INKP : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (IDX: INKP)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 8.600. Harga tertinggi year on year Rp 15.550. Nilai PBV US$ 0,8282 dan PER 5,74 kali.

  1. INTP : PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (IDX INTP)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 9.900. Harga tertinggi year on year Rp 15.975. Nilai PBV Rp 6.184 dan PER 31,07 kali.

  1. ITMG : PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (IDX: ITMG)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 24.825. Harga tertinggi year on year Rp 27.000. Nilai PBV US$ 0,8091 dan PER 8,23 kali.

  1. JPFA: PT Japfa Tbk (IDX: JPFA)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.790. Harga tertinggi year on year Rp 2.270. Nilai PBV Rp 992 dan PER 6,8 kali.

  1. JSMR : PT Jasa Marga (IDX: JSMR)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 3.930. Harga tertinggi year on year Rp 4.990. Nilai PBV Rp 2.744 dan PER 16,67 kali

  1. KLBF: PT Kalbe Farma Tbk (IDX: KLBF)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.370. Harga tertinggi year on year Rp 1.960. Nilai PBV Rp 382 dan PER 21,45 kali

 

BACA JUGA: Siapa Ribbit Capital? Investor Kakap yang Suntik Modal Bank Jago (IDX: ARTO)

  1. MDKA : PT Merdeka Copper gold Tbk (MDKA)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 2.630. Harga tertinggi year on year Rp 3.240. Nilai PBV US$ 0,0317 dan PER 355,74 kali

  1. MEDC : PT Medco Energi International Tbk (IDX: MEDC)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 590. Harga tertinggi year on year Rp 790. Nilai PBV US$ 0,0438 dan PER 49,99 kali

  1. MIKA : PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (IDX: MIKA)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 2.230. Harga tertinggi year on year Rp 3.230. Nilai PBV Rp 390 dan PER 25,79 kali

  1. MNCN : PT Media Nusantara Citra Tbk (IDX: MNCN)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 850. Harga tertinggi year on year Rp 1.320.. Nilai PBV Rp 1.057 dan PER 5,36 kali

  1. PGAS : PT Perusahaan gas Negara Tbk (IDX: PGAS)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.480. Harga tertinggi year on year Rp 1.895. Nilai PBV US$ 0,1001 dan PER 6,3 kali

  1. PTBA : PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 2.480. Harga tertinggi year on year Rp  3.180. Nilai PBV RP 1.503 dan PER 9,2 kali

  1. PTPP : PT PP Tbk (IDX: PTPP) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.165 Harga tertinggi year on year Rp 2.360. Nilai PBV Rp 1.729 dan PER 41,97 kali

  1. PWON :: PT Pakuwon Jati Tbk (IDX: PWON) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 525. Harga tertinggi year on year Rp 615. Nilai PBV Rp 314 dan PER 5,14 kali

  1. SMGR :PT Semen Indonesia tbk (IDX: SMGR) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 7.975. Harga tertinggi year on year Rp 13.000. Nilai PBV Rp 5.709 dan PER 29,783 kali

  1. SMRA : PT Summerecon Agung Tbk (IDX; SMRA) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 905. Harga tertinggi year on year Rp 1.025. Nilai PBV Rp 5.709 dan PER3,04 kali

  1. TBIG: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (IDX: TBIG)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 2.850. Harga tertinggi year on year Rp 3.440. Nilai PBV Rp 388 dan PER 48,68 kali

  1. TINS: PT Timah Tbk (IDX: TINS)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.605. Harga tertinggi year on year Rp 2.540. Nilai PBV Rp 705 dan PER 22,13 kali

  1. TKIM: PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (IDX; TKIM)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 7.900. Harga tertinggi year on year Rp 17.250. Nilai PBV US$  0,5239 dan PER 7,16 kali

  1. TLKM : PT Telkom Tbk (IDX: TLKM)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 3.670. Harga tertinggi year on year Rp 3.690. Nilai PBV Rp 993 dan PER 14,6 kali

  1. TOWR : PT Sarana Menara Nusantara Tbk (IDX: TOWR) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.250. Harga tertinggi year on year Rp 1.625. Nilai PBV Rp 207 dan PER 18,87 kali

  1. TPIA : PT Chandra Asri Petro Chemical Tbk (IDX: TPIA) 

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 7.000. Harga tertinggi year on year Rp 10.074. Nilai PBV US$ 0,1044 dan PER 26,19 kali

  1. UNTR : PT United Tractor Tbk (IDX: UNTR) 

 Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 26.100. Harga tertinggi year on year Rp 28.475. Nilai PBV Rp 17.315 dan PER 10,78 kali

  1. UNVR : PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 4.150. Harga tertinggi year on year Rp 8.325. Nilai PBV Rp 105 dan PER 25,9 kali

  1. WIKA : PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA)

Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.310. Harga tertinggi year on year Rp 2.450. Nilai PBV Rp 388 dan PER 70,43 kali

Tim Tempias

.

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

4 komentar pada “Window Dressing Tiba! Ini Deretan Saham Blue Chip Potensi Cuan Lebar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .