Pilih Saham Window Dressing: Konstruksi, Bank, Properti & Energi Mana Paling Seksi?

Tempias.com, JAKARTA-  Memasuki Oktober pasar modal Tanah Air mulai menghadapi fenomena window dressing. Pada masa ini hingga menjelang akhir tahun, banyak perusahaan sekuritas, perbankan, manajer investasi, perusahaan asuransi dan perusahaan terbuka  memanfaatkan pasar modal untuk memoles kinerja keuangan perusahaan. 

Pada masa window dressing perusahaan akan berburu saham-saham dengan kinerja baik sehingga secara tidak langsung akan mengerek pendapatan perusahaan dari hasil investasi. Aktivitas memoles laporan keuangan perusahaan untuk menjadi lebih bagus dan cantik inilah yang biasa dikenal dengan window dressing. 

Terlepas dari perdebatan apakah window dressing diperbolehkan atau tidak, faktanya para investor selalu diuntungkan dengan adanya fenomena window dressing ini. Investor bisa mulai mengoleksi saham-saham incaran para manajer investasi untuk memaksimalkan peluang mendapatkan cuan di akhir tahun.

BACA JUGA: Window Dressing Tiba! Ini Deretan Saham Blue Chip Potensi Cuan Lebar

Biasanya window dressing terjadi mulai dari November dan berlanjut hingga Januari setiap tahunnya. Meski begitu tidak ada kepastian bahwa window dressing ini akan terjadi setiap akhir tahun. 

Di pasar modal Tanah Air, fenomena window dressing sudah mulai terasa. Beberapa saham blue chip atau masuk dalam daftar emiten LQ 45 yang biasa menjadi langganan saat window dressing mulai menguat. Saham LQ45 dianggap lebih stabil, berkinerja bagus dan memiliki fundamental yang cukup kuat. 

Dimulainya window dressing pada 2021 ini salah satunya ditandai dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak awal Oktober 2021 IHSG bergerak di kisaran Rp 6.200 hingga Rp 6.361. Nilai ini naik 200 poin dibanding IHSG pada  awal September lalu. 

BACA JUGA:  [Terbaru] Daftar Saham Batu Bara 2021 dari IDXEnergy, Potensi Cuan Lebar

 

Saham Pilihan Window Dressing, Pilih Mana? 

Selama window dressing saham yang banyak dikoleksi dan diburu para manajer investasi adalah saham berkinerja baik yang terdapat dalam daftar LQ45 oleh Bursa Efek Indonesia, Meski begitu, investor tetap harus selektif dalam memilih saham. Pilihlah saham yang berpotensi cuan lebar  pada saat window dressing.

Saham pilihan window dressing bervariasi dari saham properti, perbankan, konstruksi, energi dan barang konsumsi. Nah untuk memilih emiten yang bagus untuk windows dressing setidaknya, investor bisa menggunakan tiga indikator, 

Price Book Value

Price book value (PBV) merupakan rasio harga berbanding nilai buku (PBV). Semakin besar nilai PBV dibanding harga pasar maka semakin bagus emiten tersebut. Jangan salah lho, di pasar saat ini masih ada saham dengan harga masih di bawah harga buku atau PBV. 

Berdasarkan penelusuran tim Tempias.com, berdasarkan data perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 maka berikut daftar emiten degan Prive Book Value yang bagus. 

–  ASII : PT Astra International tbk (IDX: ASII) . Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 5.550. Nilai PBV Rp 4.012.

– BBNI : PT Bank Negara Indonesia (IDX: BBNI). Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 5.700. Nilai PBV Rp 6.240

–  BBTN : PT Bank Tabungan Negara (IDX: BBTN). Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.525. Nilai PBV Rp 1.880 

–  BSDE : PT Bumi Serpong Damai Tbk (IDX: BSDE) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.085. Nilai PBV Rp 1.447

–  INKP: PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (IDX: INKP) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 8.600. Nilai PBV US$ 0,8282 

–  MNCN: PT Media Nusantara Citra Tbk (IDX: MNCN). Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 850. Nilai PBV Rp 1.057

–  PTPP:  PT PP Tbk (IDX: PTPP) . Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.165. Nilai PBV Rp 1.729 

– TKIM. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (IDX; TKIM) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 7.900. Nilai PBV US$  0,5239 

 

BACA JUGA : Pengambilalihan Rampung, Wijaya Karya (IDX: WIKA) Kuasai SPAM Jatiluhur

 

Price to Earning Ratio (PER) 

Indikator kedua yang bisa dipakai adalah perbandingan harga saham dan laba per saham perusahaan atau disebut  Price to earning ratio (PER). Perusahaan yang bagus akan memiliki PER di bawah 10 kali. Perusahaan dengan nilai PER kecil tidak hanya cocok untuk window dressing tetapi juga investasi. 

Semakin kecil angka PER berarti semakin sedikit yang dibutuhkan investor untuk mendapat keuntungan maksimal. Dalam dunia bisnis PER bisa juga diartikan waktu bagi investor untuk merasakan balik modal tanpa harus melepas saham.  

Berikut daftar saham Blue Chip yang memiliki nilai PER di bawah 10

  • BBTN : PT Bank Tabungan Negara (IDX: BBTN) : PER, 8,87 kali
  • ERAA: PT Erajaya Swasembada Tbk (IDX: ERAA) : PER: 8,5 kali.
  • INDF: PT Indofood Sukses Makmur Tbk  (IDX: INDF), PER 8,31 kali
  • INKP: PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (IDX: INKP), PER 5,74 kali
  • ITMG: PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (IDX: ITMG), PER: 8,23 kali
  • JPFA: PT Japfa Tbk (IDX: JPFA), PER: 6,8 kali
  • MNCN: PT Media Nusantara Citra Tbk (IDX: MNCN), PER: 5,36 kali
  • PGAS: PT Perusahaan gas Negara Tbk (IDX: PGAS), PER: 6,3 kali
  • PTBA: PT Bukit Asam Tbk (IDX: PTBA), PER; 9,2 kali
  • PWON:  PT Pakuwon Jati Tbk (IDX: PWON), PER; 5,14 kali
  • SMRA: PT Summerecon Agung Tbk (IDX; SMRA), PER; 3,04 kali
  • TKIM. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (IDX; TKIM), PER: 7,16 kali

BACA JUGA : Daftar Saham CPO 2021 & Riwayat Dividen

 

Harga Year on Year

Selain memperhatikan harga buku (PBV) dan rasio harga (PER) investor juga bisa memperhatikan harga year on year. Untuk emiten yang biasanya menjadi buruan saat window dressing biasanya harga saham akan mencapai titik tertinggi pada akhir dan awal tahun. 

Untuk menemukan emiten dengan harga terbaik ini investor bisa menggunakan memperhatikan grafik perdagangan. Perhatikan harga saat ini lalu bandingkan dengan harga tertinggi selama year on year. Meski formula ini belum tentu terulang lagi pada tahun ini namun bisa jadi acuan.

Berikut hasil rekapitulasi yang sudah tim Tempias.com susun merujuk harga year on year di atas 50 persen mengacu pada harga penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 20211. 

–  BMRI : PT Bank Mandiri (IDX: BMRI) :  Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 6.425. Harga tertinggi year on year Rp 7.450.

–  GGRM: PT Gudang Garam Tbk (IDX: GGRM); Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 32.625. Harga tertinggi year on year Rp 49.975.

–  INCO : PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 4.710. Harga tertinggi year on year Rp 7.100

–  INKP : PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (IDX: INKP) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 8.600. Harga tertinggi year on year Rp 15.550.

–  INTP : PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (IDX INTP). Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 9.900. Harga tertinggi year on year Rp 15.975.

–  MNCN : PT Media Nusantara Citra Tbk (IDX: MNCN) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 850. Harga tertinggi year on year Rp 1.320

–  PTPP : PT PP Tbk (IDX: PTPP) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.165 Harga tertinggi year on year Rp 2.360. 

– SMGR :PT Semen Indonesia tbk (IDX: SMGR) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 7.975. Harga tertinggi year on year Rp 13.000. 

– TINS: PT Timah Tbk (IDX: TINS) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.605. Harga tertinggi year on year Rp 2.540.

– TKIM: PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (IDX; TKIM) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 7.900. Harga tertinggi year on year Rp 17.250.

– UNVR : PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR)Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 4.150. Harga tertinggi year on year Rp 8.325. 

– WIKA : PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA) Harga pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Oktober 2021 Rp 1.310. Harga tertinggi year on year Rp 2.450.

 

Itu dia data terupdate saham yang bisa dikoleksi untuk persiapan window dressing. Selanjutnya investor bisa menentukan pilihan berdasarkan preferensi masing-masing. Selamat berburu cuan!

 

Tim Tempias.com

 

Ira Guslina

Editor In Chief. Memulai perjalanan jurnalistik sejak mahasiswa. Menjadi wartawan dan editor di beberapa media untuk kemudian mulai memimpin Tempias.com sejak 2020 lalu. Hubungi saya di guslina@tempias.com

3 komentar pada “Pilih Saham Window Dressing: Konstruksi, Bank, Properti & Energi Mana Paling Seksi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .