Realisasi Right Issue BRI (IDX: BBRI) Capai Rp 80,8 Triliun, Kapitalisasi Rp 531 Triliun

Tempias.com, JAKARTA- PT Bank Rakyat Indonesia (IDX: BBRI) telah merampungkan proses penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. Penebusan dan perdagangan HMETD BBRI berakhir pada perdagangan sesi I, Rabu, 22 September 2021. 

Berdasarkan laporan biro registrasi efek yang menangani rights issue Bank Rakyat Indonesia (IDX: BBRI), Datindo Entrycom, jumlah rights yang belum ditukar menjadi saham pada hari terakhir masa perdagangan adalah sebanyak  4,42 miliar lembar. 

“Bersama ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 22 September 2021 telah diterbitkan saham baru hasil pelaksanaan PUT I sejumlah 2,9 miliar saham,” tulis E. Agung Setiawan, Direktur Utama Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek BRI dalam pengumuman resminya, Rabu, 22 September 2021.

 

BACA JUGA: Prospek Saham BBRI, dari Right Issue hingga Pembentukan Holding Ultra Mikro

 

Dengan mengacu harga pelaksanaan right issue BBRI sebesar Rp 3.400 per lembar, maka nilai HMETD yang belum terlaksana mencapai Rp 15,04 triliun. Meski begitu hingga sehari sebelum penutupan, secara keseluruhan BRI berhasil melepas 23,79 miliar lembar saham dengan total dana terhimpun sekitar  Rp 80,86 triliun. 

Right issue BBRI sendiri dalam prospektusnya dirancang sebanyak-banyaknya 28,21 miliar lembar saham. Dari jumlah ini, pemerintah menyerap 56,6 persen atau sekitar 15,96 miliar. Sedangkan sisanya adalah investor publik. Dana yang ditargetkan terhimpun sebesar Rp 95,9 triliun.

Dengan tambahan saham baru dari right issue ini, maka kapitalisasi BRI melonjak menjadi Rp 531 Triliun dibanding hari sebelumnya Rp 498 triliun. Kapitalisasi ini mengacu pada harga saham BBRI yang ditutup pada level Rp 3.610. 

 

Baca Juga: Final! Right Issue BBRI Tembus Rp 93 Triliun, Siap Kebut Holding Ultra Mikro

 

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Kartiko Wirdjoadmojo dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat siang ini menyambut hasil right issue yang telah diperoleh oleh BRI. Menurut dia, pelaksanaan right issue telah melampau target realisasi pemerintah yaitu 70 persen.  Menurut Kartika hasil right issue BRI mencatatkan sejarah baru dalam pasar modal tanah air. 

“Ini moga-moga menjadi angin segar bagi pada pasar modal. Right issue ini memberi ruang pada BRI untuk tumbuh agresif ke depan. Sehingga memberikan angin segar baik pada BRI maupun pasar modal indonesia karena selama ini transaksi BUMN kecil-kecil dan right issue BRI ini akan menjaid yang besar di pasar modal,” ujar Kartiko  di ruang rapat Komisi VI DPR, Rabu 22 September 2021. 

 

BACA JUGA: Mitra Adiperkasa (IDX: MAPI) Gandeng Index Living Mall, Rebut Pasar IKEA (IDX: HERO)?

 

Berakhirnya perdagangan dan penebusan saham BBRI juga disampaikan oleh otoritas pasar modal. Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Bursa Efek Indonesia menyebutkan masa perdagangan HMETD Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI-R) pada tanggal 13 September 2021 hingga 22 September 2021. 

“Terhitung mulai tanggal 23 September 2021, BBRI-R tidak lagi diperdagangkan dan efek tersebut dikeluarkan dari Daftar Efek yang tercatat di Bursa Efek Indonesia,” katanya. 

Aksi tambah modal BBRI melalui right issue ini, dana segar yang diterima akan digunakan untuk pembentukan holding ultra mikro. Setelah aksi korporasi PT Pegadaian Tbk dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) menjadi anak usaha BBRI. (Ira Guslina)

 

Ira Guslina

Editor In Chief. Memulai perjalanan jurnalistik sejak mahasiswa. Menjadi wartawan dan editor di beberapa media untuk kemudian mulai memimpin Tempias.com sejak 2020 lalu. Hubungi saya di guslina@tempias.com

3 komentar pada “Realisasi Right Issue BRI (IDX: BBRI) Capai Rp 80,8 Triliun, Kapitalisasi Rp 531 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .