Mengintip Saham Arkha Jayanti (IDX: ARKA), Emiten Gocapan yang Cuan Lebar Sepekan

Tempias.com, JAKARTA- Nama PT Arkha Jayanti Persada Tbk (IDX: ARKA) naik daun dalam perdagangan di lantai bursa 13-17 September 2021. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia ARKA menjadi satu dari sepuluh emiten yang masuk peringkat top 10 gainers sepekan. 

ARKA masuk dalam jajaran Top Gainer bersama Dana Brata Luhur (IDX: TEBE), Maha Properti Indonesia (IDX: MPRO) dan Yanaprima Hastapersada (IDX: YPAS). Harga saham ARKA naik 42 persen dari Rp 50 menjadi Rp 71 pada penutupan perdagangan Jumat, 17 September 2021. 

Masuknya ARKA dalam jajaran top gainer sepekan menarik perhatian karena pada awal pekan, saham ARKA masih ‘tidur’ sebagai saham gocapan. Saham ARKA baru bergerak pada perdagangan Rabu, 15 September 2021 dan ditutup pada Rp 67. Sebelumnya, saham ARKA sudah ngendon di harga Rp 50 sejak Jumat, 22 Januari 2021. 

Arkha Jayanti atau ARKA merupakan emiten yang menjalankan usaha di bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat berat, karoseri body dump truck, konstruksi baja, fabrikasi oil dan gas, serta jasa pengangkutan batu bara. Industri utama bergerak di bidang mesin dan sub industri di bidang mesin dan komponen perindustrian. 

Bangkitnya saham ARKA membuat sejumlah investor bertanya, faktor apa yang membuat saham ARKA bangun dari tidur. Bila dilihat lebih jauh bangunnya saham ARKA bertepatan dengan pelaksanaan public expose perusahaan yang digelar Rabu, 15 September 2021. Public expose merupakan pengganti dari rencana awal pada 24 Agustus 2021 yang diundur lantaran terjadi kendala teknis. 

Dalam public expose tersebut, selain menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham, direksi ARKA juga menyampaikan sejumlah capaian dan target perusahaan hingga akhir 2021 nanti. 

 

BACA JUGA:  Sarana Niaga Borong Saham GTSI 873 Juta Lembar, Sepekan Rugi Rp 34,9 Miliar

 

Direktur Utama PT Arkha Jayanti Persada, Dwi Hartanto dalam paparannya mengatakan saat ini perusahaan tengah melakukan sejumlah hal untuk meningkatkan performa usaha. Meski sempat mengalami penurunan kinerja keuangan pada tahun buku 2020, namun ia optimistis perusahaan akan mencatatkan keuangan yang lebih baik pada 2021 dibanding tahun sebelumnya. 

“Menghadapi situasi yang sulit ini perseroan berpijak bahwa bermodalkan sinergi yang lebih baik lagi, Perseroan dapat membukukan pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Dwi seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu, 19 September 2021. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan perseroan pada 2020 mengalami penurunan sebesar 11.22 persen dari Rp 105,94 miliar pada 2019 menjadi Rp 82,9 miliar pada 2020. Penurunan ini merupakan imbas melemahnya dunia usaha akibat pandemi Covid-19.  Penurunan penjualan menyebabkan berkurangnya laba perusahaan dibanding 2019. Menurut Dwi, laba bruto pada tahun buku 2020 turun 85.49 persen menjadi Rp 3.16 miliar pada 2020 dibandingkan dengan Rp 20.48 miliar pada 2019. 

Kinerja keuangan perseroan pada 2020 mencatat penurunan pada jumlah aset, yaitu sebesar 3,67 persen menjadi Rp 451,60 miliar, dibandingkan dengan Rp 468,81 miliar pada tahun 2019. Sementara posisi ekuitas perseroan pada 2020 mengalami penurunan sebesar 25,06 persen menjadi Rp 91,56 miliar dibandingkan dengan Rp 122,17 miliar pada 2019. Penurunan utamanya berasal dari defisit saldo rugi sebesar Rp 142,01 miliar pada 2019 menjadi Rp 172,66 miliar pada tahun 2020.

 

Kinerja usaha Arkha Jayanti ARKA
Kinerja usaha Arkha Jayanti ARKA 2021

Prospek Usaha

Meski mengalami kerugian yang cukup besar pada tahun buku 2020, Dwi mengatakan perusahaan cukup optimistis menjalani tahun buku 2021. Berkurangnya kasur Covid-19 membuat sejumlah unit usaha mulai berjalan lebih baik. 

Perbaikan kinerja ini terlihat dari pendapatan pada segmen konstruksi baja yang memperlihatkan konsistensi pendapatan seperti halnya pada 2020 yang menyumbang Rp. 60 miliar. Berdasarkan pengalaman tersebut, Perseroan melihat peluang prospek usaha yang bagus dalam mengembangkan segmen pasar konstruksi baja.

“Sampai saat ini, Perseroan telah menjalin kerja sama proyek pekerjaan dengan beberapa kontraktor besar baik pada perusahaan BUMN maupun swasta asing PMA,” ujar Dwi lagi. 

Salah satu project yang saat ini tengah digarap ARKA adalah refinery development master plan (RDMP) Kilang Balikpapan sebagai bagian dari proyek strategis Pertamina untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. 

Perusahaan juga optimistis penjualan akan meningkat seiring dengan terbukanya kembali prospek fabrikasi komponen alat berat dan karoseri body dump truck. Perusahaan melihat adanya peningkatan permintaan fabrikasi komponen alat berat dan karoseri body dump truck akibat meningkatnya harga bahan baku utama seperti batu bara dan nickel. 

 

BACA JUGA: Saham Karya Bersama (IDX: KBAG) Bangun dari Tidur, Ini Faktor Penggeraknya

 

Saat ini perusahaan telah menandatangani permintaan pesanan Coal Dump Body Truck dari HINO Indonesia sebanyak 135 unit dengan total harga Rp 35 miliar. Selain itu juga ada pesanan bulldozer HD Truck Component dari Komatsu Indonesia dengan total harga Rp 30 miliar. 

Berdasarkan catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia, pemegang saham ARKA adalah PT Arkha Tanto Prima dengan kepemilikan 52,31 persen diikuti PT JAF Asia Investment dengan kepemilikan 22,63 persen. Sedangkan publik memegang 25,06 persen saham.

Arkha Jayanti pertama kali melantai di Bursa pada 10 Juli 2019. Harga saham perdana ditawarkan pada Rp236 denngan melepas 500 juta lembar saham. Saat itu yang bertindak sebagai underwriter adalah UOB Kay Hian. (Ira Guslina) 

Redaksi Tempias

Tempias.com, portal berita pasar modal, ekonomi dan gaya hidup kekinian. Kontak kami di: redaksi@tempias.com atau divisi usaha: marketing@tempias.com

One thought on “Mengintip Saham Arkha Jayanti (IDX: ARKA), Emiten Gocapan yang Cuan Lebar Sepekan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@tempias.com .