Prospek Saham Pam Mineral (IDX: NICL) Antara RUPS dan Kinerja Usaha

Tempias.com- JAKARTA- Harga saham PT Pam Mineral Tbk (IDX: NICL) bergerak bak roller coaster sejak pertama kali diperdagangkan di pasar modal pada 9 Juli 2021, harga saham NICL turun menjadi Rp 87 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi pada Rp 318. 

Pada saat IPO, NICL melepas sebanyak 2 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 100. Saat itu bertindak sebagai pelaksana emisi adalah PT Danatama Makmur Sekuritas. Setelah melejit selama hampir dua pekan selanjutnya saham perusahaan nikel ini terjun bebas hingga kembali ke Rp130. 

Selanjutnya harga saham NICL sempat bergerak naik menyentuh Rp164 dan kemudian turun lagi. Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 September 2021 harga saham NICL ditutup pada harga Rp 87. Sedang pada perdagangan sesi I Senin, 13 September 2021 harga NICL bergerak antara Rp 84 – Rp 92. 

Volatilitas harga saham NICL ini turut menarik perhatian Bursa Efek Indonesia. BEI telah menyurati Pam Mineral untuk mendapat penjelasan melalui surat S-06456/BEI.PP2/09/2021. Lewat surat itu BEI ingin mendapat penjelasan apakah ada rencana atau aksi korporasi yang akan dilakukan oleh NICL. Perseroan pun telah memberi jawaban pada BEI.

“Sampai dengan saat ini, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur peraturan OJK,” ujar. Sekretaris perusahaan NICL Suhartono dalam penjelasan kepada BEI seperti dikutip Senin, 131 September 2021. 

Di tengah volatilitas harga saham, saat ini PAM Mineral tengah menyiapkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Rapat rencananya akan digelar pada Selasa, 14 September 2021  Beberapa agenda RUPS adalah persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahunan serta persetujuan penggunaan laba bersih.

 

BACA JUGA: Pemegang Saham DMMX dan Arah Perusahaan

 

Kinerja Usaha

Berbeda dengan kinerja saham yang cenderung turun, kinerja keuangan NICL justru moncer. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada tahun buku 2021 laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 31,9 miliar. Nilai ini meningkat signifikan dari tahun buku 2019 yang mencatatkan kerugian hingga Rp 14 miliar. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan laba bersih penjualan hingga 13 persen. 

Pada semester I/2021, Pam Mineral juga membukukan pertumbuhan positif. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan per 30 Juni 2021 perusahaan mencatatkan laba Rp 26,2 miliar. Sedangkan pada Juni 2020 perusahaan mencatatkan kerugian Rp 1,8 miliar. 

PAM Mineral Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang mining. Berdiri sejak tahun 2008. Perusahaan ini memiliki 2 wilayah operasional, yakni di Sulawesi Tenggara Desa Lameruru Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara dan Desa Laroenai Kecamatan Bungku Pesisir Sulawesi Tengah.

Saat ini perusahaan sedang melakukan eksplorasi di Blok Kondole, Komia, Kolaka, Silae dan Longori dengan menelan biaya Rp 582 juta. Pengerjaan ini sudah selesai pada 27 titik. Selanjutnya perusahaan akan melanjutkan drilling di titik selanjutnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *