Perkebunan Nusantara III Merger ESW-SAN ke Dalam KPBN, Ini Nasib Karyawan

Tempias.com, JAKARTA –  PT Perkebunan Nusantara III mengumumkan menggabungkan atau melakukan merger tiga anak usahanya. 

Tiga perusahaan yang digabungkan usahanya adalah PT ESW Nusantara Tiga (ESW) dengan bidang usaha pengolahan serbuk batang kelapa sawit, PT Sarana Agro Nusantara (SAN) dengan usaha jasa pompa, ekspedisi dan sewa tangki, ke dalam PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) dengan usaha jasa pemasaran dan logistik komoditas perkebunan. 

Sebelum merger pemegang saham ESW adalah PTPN III (74,11 persen), PTPN IV (23,86 persen), dan Koperasi Karyawan Nusa Tiga (2,03 persen). Untuk kepemilikan di SAN terdiri dari PTPN III (39,92 persen), PTPN IV (50,08 persen), PTPN V (10 persen). Sedangkan pemegang saham KPBN adalah PTPN III (92,78 persen) dan PTPN XII (7,22 persen). 

Dalam prospektusnya, merger tiga anak usaha PTPN itu, harga pasar ESW ditaksir Rp292,3 juta, SAN senilai Rp 138,89 miliar dan KPBN senilai Rp 411,14 miliar.

 

BACA JUGA: PP PMN Hutama Karya Rp 6 Triliun Terbit, Tol Sumatera Siap Melaju?

 

Setelah merger, maka entitas baru hasil merger ini akan dimiliki oleh PTPN III (79,43 persen), PTPN IV (12,65 persen), PTPN V (2,52 persen), dan PTPN XII (5,3 persen). Perusahaan hasil penggabungan ini memiliki aset sebesar Rp 2,57 triliun dengan liabilitas Rp 1,98 triliun. 

“Penggabungan PT ESW, PT SAN oleh KPBN didasari oleh arahan strategis dalam rencana jangka panjang perusahaan 2020-2024 PTPN Group untuk melakukan restrukturisasi anak perusahaan atau cucu perusahaan,” tulis manajemen dalam pengumumannya hari ini, Senin, 6 September 2021. 

 

NASIB DIREKSI dan KARYAWAN HASIL MERGER

Dengan penggabungan ini, direksi dan komisaris awal yang tidak terpilih menjabat lagi akan menerima kompensasi kerja sesuai dengan perjanjian kerja yang disepakati. Sementara untuk karyawan, dijanjikan tidak akan terjadi PHK karena diserap seluruhnya. 

Meski demikian KPBN akan melakukan evaluasi fungsi yang tumpang tindih dan memindahkan karyawan sesuai dengan keterampilannya masing-masing. 

 

BACA JUGA: Pertamina Resmi Lepas Indonesia Power ke PGE, Sinyal IPO Makin Dekat?

 

“Apabila terdapat karyawan yang memilih untuk tidak meneruskan hubungan kerja mereka dengan perusahaan hasil penggabungan, maka hak-hak dan kewajiban tersebut akan tetap dipenuhi sesuai dengan perjanjian kerja bersama,” ulas manajemen lebih lanjut. 

Perusahaan hasil penggabungan ini akan dopimpin oleh Rahmanto Amin Jatmiko sebagai direktur, sedangkan bertindak sebagai komisaris adalah Abdullah, Siwi Peni dan Denaldy Mulino Mauna (Wakil Direktur Utama PTPN Holding). 

Untuk akta penggabungan sendiri diperkirakan akan ditandatangani pada 18-22 Oktober 2021 mendatang dan diharapkan perolehan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM pada awal November 2021 mendatang. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *