Terkerek Harga Timah, Kinerja Keuangan PT Timah (TINS) Melesat

Tempias.com, JAKARTA- PT Timah Tbk (IDX: TINS) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester 1 2021. Salah satu pendorongnya adalah moncernya harga timah di pasar global. 

“Di pasar komoditas dunia, logam timah menjadi salah satu komoditas dengan performa terbaik di tahun 2021. Hal ini tentunya menjadi kontribusi positif terhadap pencapaian finansial Perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan Timah, Abdullah Umar seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 31 Agustus 2021. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pada triwulan II 2021 ini, kinerja operasi TINS untuk  produksi bijih timah sebesar 11.457 ton atau turun 54 persen dari triwulan II tahun 2020 yaitu 25.081 ton. Dari jumlah tersebut bijih timah laut memberikan kontribusi terbesar.

Produksi logam timah pada triwulan II tahun 2021 adalah sebesar 11.915 ton atau turun 57 persen dibandingkan triwulan II tahun 2020 yaitu 27.833 ton. Adapun penjualan logam timah pada triwulan II tahun 2021 sebesar 12.523 ton atau turun 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu  yaitu 31.508 ton. 

BACA JUGA: Mengintip Tuah Northstar di Saham Mahaka Radio (IDX: MARI)

 

Meski secara produksi menurun, namun TINS terus melakukan pengawasan terhadap IUP yang dimiliki Perseroan, sehingga risiko terjadinya kebocoran timah di lapangan bisa ditekan. Dengan penertiban yang berkelanjutan, ruang gerak penambang timah ilegal di IUP TINS menjadi terbatas. 

Meski produksi menurun, namun kinerja keuangan TINS malah moncer. Naiknya harga logam timah akibat menyusutnya supply di pasar, ditambah efisiensi yang terukur menjadi faktor naiknya margin dan laba Perseroan. Pada triwulan II tahun 2021 TINS berhasil membukukan laba operasi sebesar Rp  630 miliar serta laba tahun berjalan sebesar Rp 270 miliar. Padahal pada triwulan II 2020 laba usaha justru minus Rp390 miliar. 

Capaian laba ini membuat EBITDA melesat menjadi Rp1,04 triliun dari Rp348 miliar pada triwulan II 2020. Sedangkan arus kas operasi naik signifikan menjadi Rp2,58 triliun dari Rp620 miliar pada periode sama tahun lalu. 

 

BACA JUGA: Saham Karya Bersama (IDX: KBAG) Bangun dari Tidur, Ini Faktor Penggeraknya

“Cemerlangnya performa finansial TINS tak lepas dari komitmen Manajemen untuk terus berbenah, sehingga pada 2 Agustus 2021 saham TINS menjadi konstituen di papan IDX30 dan LQ45 yang merupakan indeks prestisius di pasar modal Tanah Air,” ujar Abdullah lagi. 

Lebih lanjut ia mengatakan, peningkatan permintaan logam seiring meredanya pandemi Covid-19 mendorong stabilnya harga logam yang berdampak juga berkembangnya industri hilir logam timah. TINS berharap capaian ini menjadi salah satu motor pendongkrak kinerja TINS di tahun pemulihan ini. 

Sebagai BUMN yang bergerak di industri pertimahan, TINS terus berupaya memberikan performa terbaiknya dengan terus menerapkan tata kelola pertambangan yang baik (Good Mining Practice). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *