Tepis Dicaplok Induk Shopee, Ini Penjelasan Bumi Arta (IDX: BNBA) Tentang Aksi Tambah Modal

Tempias.com, JAKARTA – Langkah PT Bank Bumi Arta untuk berkolaborasi dengan induk usaha Shopee, Sea Group  dipastikan tidak akan terwujud. 

Wikan Aryono S., Presiden Direktur BNBA menyebutkan sampai saat ini tidak ada pembicaraan apapun terkait masuknya raksasa teknologi dari China itu ke BNBA. 

“Perseroan sampai saat ini baru mengetahui berita dimaksud (Sea Group bernego dengan BNBA) dari media massa atau surat kabar,” kata WIkan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia, Senin, 30 Agustus 2021. 

 

BACA JUGA: Rugi Bank Neo Commerce (IDX: BBYB) Bengkak 782 Persen, Tersulut ‘Bakar Uang’

 

Dia menyebutkan, meski aksi dengan Sea Group tidak bersumber dari perusahaan, Wikan memastikan pihaknya tengah melakukan finalisasi rencana konsolidasi untuk memenuhi aturan modal minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan. 

“Dalam beberapa saat lagi akan diumumkan secara resmi,” katanya. 

Wikan menyebutkan skema aksi korporasi tambah modal ini belum dalam disampaikan dikarenakan masih berproses.

“Manajemen akan menempuh atau memilih keputusan yang betul-betul untuk kepentingan bersama yaitu kepentingan pemegang saham, dan seluruh stakeholder dari BBA,” katanya. 

Wikan meyakini aksi korporasi yang tengah dirancang dapat membawa perusahaan berkiprah dalam dunia perbankan Indonesia. 

 

BACA JUGA: Daftar Saham Bank Digital 2021 dan Profilnya

 

Kepastian bukan Shopee menjadi mitra strategis BNBA tidak menyurutkan minat investor atas saham ini. Pada penutupan perdagangan hari ini, saham BNBA ditutup naik 5,17 persen ke level Rp 1.525. Level harga ini tercatat sudah melonjak 293 persen sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd). 

Saat ini pemegang saham BNBA yang dilaporkan per akhir Juli terdiri dari Budiman Kencana Lestari (18,18 persen), Dana Graha Agung (27,27 persen), dan Surya Husada Investment (45,45 persen). 

Modal inti tier I BNBA yang menjadi sorotan OJK per Maret 2021 masih di bawah Rp 2 triliun, tepatnya Rp 1,48 triliun. Sementara aset perusahaan tercatat sebesar Rp 7,6 triliun. Artinya untuk menjadi Rp 2 triliun pada akhir 2021 dan Rp 3 triliun akhir tahun depan, BNBA membutuhkan injeksi modal sedikitnya Rp 1,5 triliun lagi. 

BNBA sendiri sudah memberitahukan kepada bursa tengah melakukan audit laporan keuangan Juni 2021 sebagai salah satu syarat aksi korporasi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *