Emiten Karya Bersama (IDX: KBAG) Bagi Dividen, Ini Rinciannya

Tempias.com, JAKARTA– PT Karya Bersama Anugerah Tbk (IDX: KBAG) akan membagi dividen atas laba usaha tahun buku 2020. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang berlangsung, Jumat, 27 Agustus 2021. 

Berdasarkan risalah RUPS yang disampaikan ke bursa, KBAG akan membagi dividen atas laba usaha senilai Rp 2,5 miliar atau setara 50 persen dari laba bersih perseroan. Laba itu akan dibagi pada 7,15 miliar saham sehingga setiap saham akan mendapat Rp 0,35. 

Selanjutnya sisa laba akan dibukukan sebagai laba ditahan. Mengenai jadwal cum date dan pembagian dividen akan ditentukan kemudian oleh direksi perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan pada 2020 perusahaan mencatatkan laba Rp 5 miliar turun dari Rp 85 miliar pada 2019. Sedangkan total aset naik menjadi Rp 463 miliar dari Rp 251 miliar pada tahun buku 2019. 

KBAG merupakan emiten yang bergerak di bidang properti dan real estate yang berkantor di Balikpapan. KBAG melantai di bursa pada Maret 2020 dengan harga Rp 100 per lembar. Tak lama setelah IPO, harga saham KBAG melorot hingga Rp 50 per lembar saham. 

 

BACA JUGA:  IPO Indo Oil (IDX: OILS) 6 September 2021, Simak Harga Pelaksanaan & Jadwal Lengkapnya

 

Setelah tidur sejak Desember 2020, pada perdagangan Senin, 30 Agustus 2021, harga saham KBAG kembali bergerak pada rentang Rp 50 – Rp 54. Salah satu katalisator bergeraknya saham KBAG adalah realisasi pembelian lahan potensial di Balikpapan sebagai realisasi pelaksanaan IPO tahun lalu. Pada saat IPO, KBAG berhasil mengantongi Rp215 miliar setelah melepas 2,15 miliar lembar saham. 

Dalam publik ekspose perusahaan yang digelar Jumat Pekan lalu, Direktur Utama KGAB Nicholas Sumasto mengatakan saat ini, Perseroan mengembangkan strategi pemasaran secara berkesinambungan untuk mengembangkan usaha. Hal ini merupakan terobosan dalam mengatasi dampak pandemi global akibat penyebaran virus corona. 

“Kami melakukan aktivitas pemasaran melalui media pemasaran BTL (Below The Line) dan ATL (Above The line), mulai dari media konvensional seperti baliho, brosur hingga standing banner, maupun media online seperti Facebook dan Instagram,” ujar Nicholas seperti dikutip, Senin, 30 Agustus 2021. 

Lebih jauh, Nicholas mengatakan perusahaan optimistis dalam menghadapi tahun 2021 dan dapat melakukan ekspansi usaha. Adanya kebijakan serta stimulus ekonomi dari pemerintah terhadap sektor properti seperti DP 0 persen (down payment), menjadi faktor yang akan mendukung pemulihan di sektor properti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *