Sembuh dari COVID-19? Wajib Perhatikan 3 Hal Berikut

Tempias.com, JAKARTA- Gelombang kedua Covid-19 di Indonesia yang terjadi sejak Juni lalu membuat banyak orang tertular Covid-19. Kini ribuan orang sudah dinyatakan negatif. Namun demikian, sebagian dari mereka masih merasakan gejala Covid-19. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan waktu pemulihan bagi mereka yang sudah sembuh dari Covid-19 bergantung dari keparahan penyakitnya dan gejala yang dialami. 

“Buat yang bergejala ringan, biasanya butuh waktu pemulihan sekitar dua minggu, sedangkan mereka yang punya gejala parah atau bahkan kritis membutuhkan waktu tiga sampai enam minggu,” kata Chief of Medical Halodoc, Irwan Heriyanto, dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Agustus 2021.

Setelah hasil tes PCR dinyatakan negatif, tubuh tidak otomatis dapat kembali normal. Seperti dilansir dari The Pharmacy Times, disebutkan bahwa 87,4 persen orang yang pulih dari infeksi Covid-19 melaporkan masih mengalami setidaknya satu gejala, seperti kelelahan dan sesak napas. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan walaupun telah dinyatakan negatif dari Covid-19? 

BACA JUGA: Aturan Lengkap PPKM Level 3, Jangan Keliru!

 

1.     Monitor kondisi kesehatan

Ketahui gejala yang masih dialami dan berkonsultasilah dengan dokter untuk memeriksa perkembangan lanjutan kesehatan. Berdasarkan beberapa penelitian, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit lainnya, setidaknya dalam waktu singkat.

Selain gejala fisik, ternyata penyintas Covid-19 juga kerap mengalami gejala emosional. Berdasarkan laporan ilmiah yang dipublikasikan oleh US Pharm pada 2021, pasien yang pernah memiliki riwayat positif Covid-19 disebutkan memiliki kecenderungan untuk menderita kecemasan, disregulasi emosi, dan perburukan kondisi mental yang sebelumnya sudah ada. 

2.          Terapkan protokol kesehatan dan lakukan vaksinasi

Orang yang telah sembuh dari Covid-19 akan memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut selama sekitar 8 bulan atau lebih. Meski begitu, kasus terjadinya infeksi berulang masih dapat terjadi. Ini artinya, meski telah sembuh, protokol kesehatan tetap harus diterapkan.

Penyintas Covid-19 tetap harus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas atau aktivitas di luar rumah. Sebuah studi menyebutkan bahwa penyintas yang telah mendapatkan vaksin memiliki kemungkinan terinfeksi kembali lebih rendah daripada mereka yang tidak.

BACA JUGA: Cara Menaikkan Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 & Nilai yang Normal dari Kemenkes

 

3.      Tingkatkan imunitas dan konsumsi makanan bergizi 

Virus Covid-19 sejatinya dapat ditangkal atau disembuhkan dengan sendirinya asal tubuh memiliki sistem imun yang kuat. Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kekuatan imun adalah asupan nutrisi yang cukup, khususnya protein.

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang menjadi sumber pembentukan sel imun dan antibodi dalam tubuh. Protein akan memastikan bahwa sistem imun dapat bekerja dengan baik.

“Setidaknya, penyintas Covid-19 disarankan untuk memakan tiga porsi protein sehari. Jika masyarakat tidak yakin apakah asupan protein harian yang dikonsumsi mencukupi, konsumsi suplemen makanan kaya protein dan asam amino sebagai tambahan,” kata Irwan. (alfiyah) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *