BEI Buka Suspensi Saham BOLA dan SHID, Bagaimana Prospek Saham

Tempias.com, JAKARTA- Bursa Efek Indonesia telah membuka suspensi untuk PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (IDX: BOLA) dan saham PT Sahid Jaya Hotel tbk (IDX: SHID). Saham kedua emiten kini sudah bisa diperdagangkan kembali di lantai  bursa. 

“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 20 Agustus 2021,” tulis BEI dalam keterbukaan informasi, Kamis, 19 Agustus 2021. 

Di lantai  bursa, saham BOLA sudah diberhentikan untuk diperdagangkan atau suspensi sejak 10 Agustus 2021. BEI menilai telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas emiten yang menjalankan usaha klub sepak bola dan usaha perdagangan barang konsumen non primer. 

 

BACA JUGA: BOI Lepas Bank of India Indonesia (IDX: BSWD), Siapa Investor Baru Penampungnya?

 

Sejak perdagangan 26 Juli sampai 10 Agustus 2021, harga saham BOLA di lantai bursa memang melonjak sangat tajam yaitu dari Rp 330, menjadi Rp 1.110. Selama kurun waktu itu, BEI juga pernah mensuspensi saham BOLA yaitu pada 30 Juli dan dibuka lagi pada  2 Agustus 2021. Namun ternyata, setelah suspensi saham BOLA kembali melonjak sehingga disuspensi lagi. 

Dalam keterbukaan informasi pada bursa tertanggal 18 Agustus 2021, direksi BOLA menyebutkan tidak mengetahui apapun mengenai penyebab lonjakan harga saham di bursa. Dalam penjelasan itu, BOLA juga memberi rincian mengenai sejumlah pertanyaan BEI terkait laporan keuangan perusahaan.

“Tidak ada informasi , fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan perseroan yang belum diungkapkan pada publik,” ujar Sekretaris Perusahaan, Yohanes Ade Bunian Moniaga.  

 

BACA JUGA: BBYB Gelar RUPSLB: Menanti Gebrakan Ekosistem Alibaba dan Aksi Right Issue (Lagi)

 

Sebelumnya, pada Rabu, 4 Agustus 2021, BOLA telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Salah satu keputusan penting rapat adalah menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum saham. 

Berdasarkan data perseroan seperti dilaporkan ke bursa, per 31 Juli 2021 pemegang mayoritas saham BOLA adalah Pieter Tanuri dengan kepemilikan 36,82 persen. Selanjutnya ada PT Asuransi Central Asia dengan 8,8 persen saham dan PT Indolife Pensiontama dengan 5,39 persen, dan sisanya dimiliki oleh perseorangan dan publik. 

Saham Sahid 

Berbeda dengan BOLA, perdagangan saham SHID justru digembok lantaran BEI menilai penurunan harga kumulatif yang signifikan sehingga perlu dilakukan cooling down. Dalam tiga hari perdagangan, harga saham SHID anjlok dari Rp 1.005 pada pembukaan perdagangan Jumat, 13 Agustus 2021 menjadi Rp 840 pada penutupan perdagangan Rabu, 18 Agustus 2021. 

Penuruna saham SHID ini terjadi menjelang pelaksanaan RUPS yang akan digelar Senin, 30 Agustus 2021. Sebelumnya dalam laporan keuangan disebutkan bahwa SHID mengalami penurunan dari pendapatan tahun 2019 Rp 155,8 miliar menjadi Rp 58,8 miliar untuk tahun 2020.

Dampak dari penurunan penjualan tersebut mengakibatkan Rugi perseroan naik dari rugi Rp 12,6 miliar pada 2019 menjadi rugi Rp 51,9 miliar pada 2020. Penurunan pendapatan ini terutama disebabkan terdampaknya bisnis hotel dan MICE akibat pandemi. 

Pembukaan kembali saham BOLA dan SHID pada perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021 selanjutnya akan menanti reaksi investor. Akankah saham BOLA meroket lagi dan saham SHID tetap merosot? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *