Siapkan Lepas 1,1 miliar Saham Baru, Matahari (IDX: MPPA) Gelar RUPSLB

Tempias.com, JAKARTA- PT Matahari Putra Prima (IDX: MPPA) berencana melakukan penambahan modal melalui penawaran umum terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Lewat right issue ini perusahaan akan menerbitkan sebanyak 1,1 miliar saham baru. 

Persetujuan pelaksanaan right issue ini rencananya akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan dilaksanakan 7 September mendatang. Rapat itu juga akan membahas  peningkatan modal dasar perseroan. 

“Dengan agenda rapat sebagai berikut:…., 2)Persetujuan atas rencana perseroan untuk melaksanakan PMHMETD sesuai peraturan OJK No 32/POJK/04/2016,”  tulis direksi MPPA dalam keterbukaan informasi, Rabu, 19 Agustus 2021. 

MMPPA merupakan emiten yang menjalankan perdagangan pakaian-pakaian jadi, makanan, minuman dan barang-barang lainnya termasuk minimarket, supermarket, hypermarket, toko modern, waralaba dan usaha yang sejenis. Selain itu MPPA juga mengusahakan perdagangan farmasi, obat-obatan dan alat-alat kesehatan baik dalam partai besar dan kecil. 

BACA JUGA: Main Saham Patrick Waluyo & Direksi Surya Esa (IDX: ESSA), Sinyal Masuk atau Average Down?

Meski telah menetapkan waktu pelaksanaan RUPSLB, MPPA belum menentukan harga pelaksanaan right issue nantinya. Pada perdagangan, Senin, 16 Agustus 2021 harga saham MPPA ditutup pada Rp 760. 

Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PUT VI setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk modal kerja dan pembayaran sebagian utang Perseroan. Dalam hal sebagian atau seluruh dana hasil dari PUT VI digunakan untuk suatu transaksi yang merupakan Transaksi Material, dan transaksi afiliasi maka perusahaan akan memenuhi ketentuan OJK. 

Berdasarkan laporan keuangan, selama kuartal II/2021 MPPA mencatatkan penjualan kotor (gross sales) lebih dari Rp 2 Triliun atau tumbuh 16,2 persen. Selain itu penjualan online juga tumbuh 21,3 persen dibandingkan dengan kuartal kedua 2020. 

Menurut data Nielsen, market share MPPA terus tumbuh dan mencapai 24,1% di pasar ‘supermarket dan hypermarket’. Dampak positif dari sinergi O2O bisnis yang diterapkan oleh MPPA mulai terlihat dengan tercapainya rasio penjualan online terhadap penjualan reguler sebesar 5,8 persen (Juni 2021) yakni rasio tertinggi sejak MPPA bertransformasi ke O2O bisnis. Rasio tersebut diperkirakan akan terus tumbuh.

BACA JUGA: BOI Lepas Bank of India Indonesia (IDX: BSWD), Siapa Investor Baru Penampungnya?

Elliot Dickson, Chief of Executive Officer MPPA, mengatakan saat ini perusahaan telah berada pada jalur transformasi O2O yang baik, serta diikuti dengan peningkatan omzet penjualan serta laba bruto yang stabil. MPPA terus memperkuat penawaran bisnis online sebagai O2O strategis dengan toko offline sebagai arah strategis baru di tahun 2021 dan ke depan.

“Kami yakin bahwa MPPA mampu bertransformasi menjadi salah satu pemain online groceries terbesar di Indonesia yang telah sukses bersinergi dengan berbagai Indonesian giant tech (GoMart, Tokopedia, Grab Mart, Shopee, BliBli dan JD.ID),” ujar Elliot dalam keterbukaan infomasi awal Agustus lalu. 

Di tengah situasi Covid-19, dalam beberapa bulan terakhir MPPA telah meningkatkan standar dalam memperkuat e-commerce Hypermart Online dan Chat & Shop miliknya yang sekarang mencakup secara nasional. Selain itu, MPPA juga bekerja sama dengan operator marketplace lainnya. Ke depannya, MPPA akan menambah lebih banyak toko online untuk berpartisipasi dalam kolaborasidengan operator marketplace terkemuka lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *