Yusuf Mansur Borong Saham REAL, Ini Prospek & Bidang Usaha Repower Asia

Tempias.com, JAKARTA – Ustadz Yusuf Mansur mengumumkan masuk menjadi pemegang saham PT Repower Asia Indonesia Tbk. (IDX: REAL).  Dalam postingan di laman instagramnya, Minggu, 15 Agustus 2021, Yusuf menyebutkan dia memborong saham REAL dari UOB Kay Han. 

UOB Kay Han merupakan penjamin pelaksana efek dari IPO REAL  pada akhir 2019 lalu. Data KSEI per 12 Agustus 2021, atas nama UOB masih memiliki 1,33 miliar lembar saham REAL atau setara 20.17 persen. 

Sementara pemegang saham di atas 5 persen yang dilaporkan PT Bima Registra per 31 Juli 2021 terdiri dari PT Enam Berlian Sinergi (46,72 persen) dan PT Harmon Harum Propertindo (15,58 persen). Perusahaan belum menyebutkan perubahan pemegang saham pengendali pada perusahaan induk itu, sehingga mengacu data prospektus IPO, Enam Belian dikendalikan oleh Ichsan Thalib yang juga Komisaris Utama Perusahaan. Sedangkan Harmon dimiliki oleh Direktur Utama Aulia Firdaus. 

 

BACA JUGA: IPO Idea Akademi (IDX: IDEA), Ini 10 Fakta Penting untuk Calon Investor

 

Yusuf Mansur tidak menjelaskan jumlah saham yang diborong. Akan tetapi dia mengatakan akan membawa REAL sebagai saham yang memiliki fundamental dan tidak lagi sekadar kendaraan investor yang suka ‘saham gorengan’.

Saham gorengan adalah saham yang kenaikan harganya di luar kewajaran dan tidak didorong oleh faktor kinerja. Kenaikan harga ini tercipta karena rekayasa oleh pihak tertentu dengan tujuan tertentu.  

“Ini saham [REAL harganya] gocap, hehehe. tapi fundamentalnya bagus. Bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. Entar kita kelola yang bener ini perusahaan. Bukan jadi perusahaan goreng-gorenganan. Tumbuh dan besar bareng…,” kata Yusuf dalam laman instagramnya @yusufmansurnew. 

Penggunaan dana IPO REAL
Laporan Penggunaan dana IPO REAL./Dok. REAL

 

Lalu apa bidang usaha Repower Repower Asia (IDX: REAL) yang dinilai Yusuf Mansur memiliki fundamental yang baik itu? 

Mengutip data prospektus yang ditampilkan pada Bursa Efek Indonesia, bidang usaha REAL adalah properti. Repower beralamat di Gedung Graha Repower Asia, Jalan Warung Buncit Raya No.65, Jakarta Selatan. 

REAL mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2019. Saham IPO REAL dilepas pada harga Rp 100 per lembar sebanyak 2,5 miliar lembar. Jumlah itu setara 37,69 persen saham yang disetor penuh. Saat gelaran IPO, perusahaan juga melepas waran sebanyak 1,25 miliar lembar atau setara 30,25 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh. 

 

BACA JUGA: Tangan Midas GIC ke Bukalapak (IDX: BUKA), Mengulang Kisah Bank Jago (IDX:ARTO) & EMTK?

 

Dalam prospektus IPO akhir 2019 lalu, proyek yang dimiliki oleh REAL meliputi Botanical Puri Asri seluas 1,8 hektare di Kota Depok. Perusahaan juga mengembangkan Green Botanical Garden dengan luas proyek 729 meter persegi di sekitar Jalan Timbul, Jakarta Selatan. 

Aset REAL yang lain adalah satu unit bangunan seluas 133 meter persegi pada Pejaten Office Park yang saat itu disewakan kepada PT Waskita FIM Perkasa Realiti. 

Prospektus perusahaan jelang IPO juga menyebutkan tengah membidik proyek apartemen di Bekasi Timur. Dana dari IPO akan digunakan untuk menebus tanah seluas 1,4 hekatare.  Lainnya perusahaan dalam prospektusnya menyebut menyasar kawasan Tangerang Selatan dengan proyek Pondok Cabe Town House, apartemen di Tangerang hingga Apartemen di Pasar Minggu. Kawasan yang akan dibeli dengan dana IPO. 

Perinciannya, dana hasil IPO akan membeli dua lahan seluas 6.196 meter dan 4.582 meter persegi di Karawaci milik bos Kospin Jasa Mochamad Andy Arslan Djunaid. Selanjutnya lahan di Bekasi seluas 14.030 meter milik Komisaris Utama Ichsan Thalib qq ahli waris Achmad Sayuti.

Ichsan juga menjual lahannya kepada REAL atas lahan di Pasar Minggu seluas 2.537 meter. Sedangkan sisa dana IPO untuk membayar tanah di Pondok Cabe milik Yoshiko Maulin seluas 1.834 meter persegi. 

 

BACA JUGA: Rights Issue Bumi Resources (IDX: BRMS), Simak 6 Fakta Ini

 

Dana IPO ini kemudian dilaporkan telah digunakan untuk melunasi tanah yang sudah diincar. Sehingga pada 7 Januari 2020, REAL melaporkan telah menjadi pemilik tanah yang diincar itu.

Setahun setelah IPO, atau tepatnya akhir 2020, REAL kembali melakukan aksi korporasi dengan melakukan private placement. Dengan harga pelaksanaan Rp 50, perusahaan menerbitkan 663,26 juta saham baru. Dana itu disebutkan untuk membiayai proyek properti. 

 

KINERJA KEUANGAN REPOWER (IDX:REAL)

Berdasarkan data keterbukaan Bursa Efek Indonesia per 15 Agustus 2021, perusahaan belum melaporkan kinerja Per Juni 2021. Sedangkan dilihat dalam laman perusahaan di repowerasiaindonesia dot com, dinyatakan website sedang dalam perbaikan. 

Hingga 31 Maret 2021, REAL memiliki aset Rp 352,23 miliar. Aset itu terdiri dari ekuitas Rp350,56 miliar dan liabilitas Rp 1,36 miliar. Utang perusahaan sendiri relatif sederhana karena merupakan utang pajak (Rp 1,19 miliar), uang muka penjualan (Rp 165,89 juta) dan liabilitas imbalan kerja (Rp 307,72 miliar). 

 

BACA JUGA: Gandeng Pieter Tanuri, Begini Penjelasan Manajemen Ultra Voucher (IDX: UVCR)

 

Sementara dari sisi aset, perusahaan per 31 Maret tercatat memiliki kas Rp 1,15 miliar, piutang usaha Rp 4,68 miliar, persediaa (Rp 53,87 miliar), uang muka pembelian (Rp 118,92 miliar), lainnya (Rp 150 juta), tanah dan bangunan Rp (Rp139,76 miliar), aset tetap (Rp 22,7 miliar) dan properti investasi (Rp 10,98 miliar). 

Berdasarkan catatan laporan keuangan, aset tanah yang dibukukan terdiri dari milik Ichsan Thalib di Pasar Minggu seluas 2.537 meter persegi dan di Pondok Cabe seluas 1.834 meter persegi dan 2.340 meter persegi.  Sedangkan tanah di Bekasi Timur siap untuk dikembangkan. 

“Sampai dengan tanggal laporan keuangan [31 Maret 2021] status kepemilikan tanah tersebut seluruhnya masih dalam proses pengurusan di notaris,” tulis manajemen.

Sementara tanah di Alam Sutera milik Mochamad Andy Arslan Djunaid dicatatkan pada pos uang muka. Dari dua bidang tanah milik bos Kospin Jasa itu, REAL menyebutkan baru membayar uang muka sebesar Rp 118,92 miliar.

“Uang muka pembelian tanah pada tanggal 31 Desember 2020 merupakan uang muka pembelian tanah kepada Andy Arslan Djunaid, pihak ketiga atas sebidang tanah di Karawaci, Tangerang Selatan dengan luas masing-masing sebesar 4.582 m2 dan 6.196 m2 dengan nilai masing-masing sebesar Rp 52.492.000.000 dan Rp 70.583.000.000 atas uang muka ini telah dibuatkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli dihadapan notaris Notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn No. 115 dan 116 tanggal 22 Juli 2019 [sebelum IPO],” tulis manajemen dalam laporan keuangan bertanggal 29 Juni 2021. 

 

BACA JUGA: Siapa ThaiOil? Investor Chandra Asri (IDX: TPIA) Rp 25 Triliun

 

Real sendiri mengagendakan RUPS Tahunan pada Jumat, 20 Agustus 2021 mendatang. Terdapat enam agenda yang disiapkan, mulai dari pengesahan laporan keuangan 2020, penggunaan laba bersih per 31 Desember 2020, penetapan gaji dan tunjangan perusahaan, penunjukan kantor akuntan publik independen, penyesuaian bidang usaha berdasarkan KBLI hingga perubahan jajaran komisaris perusahaan.

Akankah RUPS ini menjadi jalan Yusuf Mansur menjadi manajemen REAL? Mari menunggu akhir pekan ini. 

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yusuf Mansur (@yusufmansurnew)

3 komentar pada “Yusuf Mansur Borong Saham REAL, Ini Prospek & Bidang Usaha Repower Asia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *