Profil Hungkang Sutedja, Putra Konglomerat The Ning King di Balik IPO RSGK (Kedoya Adyaraya)

Tempias.com, JAKARTA – Pemilik Rumah Sakit Grha Kedoya dan Grha MM2100, PT Kedoya Adyaraya (IDX: RSGK) menyiapkan IPO pada September 2021. Perusahaan tengah menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan untuk pernyataan efektif. 

Kedoya Adyaraya yang memiliki bidang usaha rumah sakit dan pendukungnya itu akan melepas 185,94 juta lembar saham setara dengan 20 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Perusahaan yang menggunakan kode saham RSGK itu akan melepas ke publik dengan harga pelaksanaan Rp 1.500 hingga Rp 1.750 per lembar. Artinya, RSGK menargetkan meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 325,39 miliar. 

 

BACA JUGA: IPO Kedoya Adyaraya (IDX: RSGK), Ini Prospek & Bidang Usaha Grha Hospitals

 

Pemegang saham pengendali RSGK adalah Hungkang Sutedja yang saat ini menjabat komisaris utama. Hungkang menguasai 100 persen medikatama (50 persen RSGK), sementara pendiri awal yakni empat anggota keluarga Munanto, Tjandra Munanto, Hendra Munanto, Lindawati Munanto, serta Minawati Munanto, sedangkan pendiri terakhir adalah Aripin Rusaini bergabung ke dalam Bestama (27,5 persen RSGK). Kepemilikan keluarga ini tersebar dalam rentang 22,45 persen – 26,55 persen dalam Bestama. 

Sisanya Gramedo (22,5 persen) merupakan saham gabungan 63 dokter (88,66 persen) dan Sinar Semesta Medikatama. 

Lalu siapa Hungkang Sutedja? konglomerat muda ini adalah penerus dari Crazy Rich The Ning King. Nama terakhir adalah pengusaha tekstil senior yang kemudian lebih banyak berbisnis di sektor properti. 

 

BACA JUGA: IPO Hasnur Shipping (HAIS), Ini Profil Jayanti Sari & Zainal Hadi Pemegang Saham Pengendali

 

Taipan yang masih aktif dalam konglomerasi manunggal ini adalah pemilik saham terbesar pada PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (IDX:BEST) yakni pengelola kawasan industri MM2100. 

Keluarga Ning juga penggenggam saham terbesar PT Argo Pantes Tbk (IDX:ARGO), perusahaan dengan bidang usaha tekstil dan penunjang. Lainnya keluarga konglomerat ini mengendalikan Mega Manunggal Property Tbk. (IDX: MMLP), perusahaan pergudangan terintegrasi dengan bisnis Intirub Halim Business Park (IBP), Unilever West Distribution Center dan Li & Fung Logistics D, dan Cibatu Warehouse. Kelompok Manunggal juga pemegang saham pada PT Alam Sutera Realty Tbk. (IDX:ASRI).  

Hungkang sendiri saat ini berusia 52 tahun. Dia merupakan pengendali konglomerasi Manunggal Grup. Putra kedua Ning ini juga tercatat sebagai Komisaris Utama MMLP menggantikan sang ayah. 

Hungkang saat ini juga tercatat sebagai Direktur PT Usaha Mandiri Nusantara. Dia juga menjalankan peran sebagai Direktur Pabrik Ban Intirub selain sebagai Komisaris PT Kedoya Adyaraya (IDX: RSGK).

Dalam perjalanan karirnya, Hungkang juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Usahatama Mandiri Nusantara (1998 – 2006), Direktur Utama Medikatama (2008 – 2010), Direktur Utama Perseroan (2009-2010). Lainnya sebagai Direktur Utama PT Usahatama Mandiri Nusantara (2009 – 2014), sebagai Direktur Medikatama (2014-sekarang) serta sempat Direktur Utama PT Mega Manunggal Property Tbk.