IPO Idea Akademi (IDX: IDEA), Ini 10 Fakta Penting untuk Calon Investor

Tempias.com, JAKARTA- Dunia pasar modal tanah air kembali kedatangan calon emiten baru. Kali ini, lembaga pendidikan dan pelatihan PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDX: IDEA) akan menggelar Initial Public Offering yang akan berlangsung hingga September 2021. 

Rencana IPO IDEA ini berbarengan dengan rencana penawaran umum perdana saham enam emiten lain yaitu MCOL, HAIS, GPSO, CMNT, OILS, dan RSGK. Calon investor bisa memilih sesuai dengan ketertarikan masing-masing. 

Untuk investor yang ingin ikut membeli saham IPO IDEA, Tempias.com telah menyarikan 10 hal penting dari calon emiten bidang pendidikan ini. Berikut 10 hal penting dari IPO IDEA yang perlu diperhatikan. 

1. Bidang Usaha IDEA 

IDEA pertama kali didirikan dengan nama PT. Idea Indonesia Akademi dan berkedudukan di Jakarta Selatan pada 13 Agustus 2019. Dua tahun setelah berdiri kini IDEA membentang langkah di bursa. 

IDEA merupakan akademi pendidikan dan pelatihan perhotelan, kapal pesiar, tata boga dan restoran berbasis industri. IDEA juga memberi layanan jasa hotel, restoran dan manajemen operator hotel edukatif yang dilakukan melalui perseroan dan perusahaan anak. 

 

BACA JUGA: IPO Kedoya Adyaraya (IDX: RSGK), Ini Prospek & Bidang Usaha Grha Hospitals

 

2. Masa IPO IDEA 

Saat ini masa IPO IDEA sudah masuk tahap book building atau pernyataan minat. Masa ini berlangsung hingga 24 Agustus 2021. Book building akan menentukan masa pelaksanaan IPO IDEA nantinya. 

Selanjutnya masa penawaran umum akan berlangsung pada 2-7 September 2021. Bagi investor yang berminat membeli saham IPO IDEA bisa menyetorkan dana pada masa ini. Sedangkan masa listing day atau pencatatan di bursa akan dilaksanakan pada 9 September 2021. 

3. Saham IPO IDEA 

Lewat IPO, IDEA rencananya akan melepas sebanyaknya 212,48 juta saham atau setara dengan 20 persen dari modal yang telah ditempatkan. Masing-masing saham memiliki nominal Rp40 dengan harga pelaksanaan Rp 120 sampai Rp 155. Diperkirakan perusahaan akan mengantongi dana segar maksimal Rp 32,93 miliar. 

Selain melepas saham ke publik, perusahaan juga menerbitkan opsi saham untuk program MESOP maksimal 2 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Jumlah ini setara dengan 21,24 juta saham.

 

BACA JUGA: IPO September 2021, Ini Profil & Prospek Cemindo Gemilang (IDX: CMNT)

 

4. Pemegang Saham IDEA 

Berdasarkan informasi dari prospektus saat ini pemegang saham IDEA terdiri dari PT Idea Asia Investama dengan 69,58 persen, Achmad Machlus Sadat sebanyak 30,4 persen dan Eko Desriyanto sebanyak 0.02 persen. Achmad merupakan komisaris utama perusahaan dan Eko Desriyanto merupakan direktur utama. 

Dengan adanya IPO, selanjutnya komposisi pemegang saham akan berubah dengan tambahan kepemilikan saham publik sebanyak 20 persen. Sedangkan Eko Desriyanto merupakan pemilik manfaat utama (Ultimate Beneficial Owner) atas IDEA. 

Berikut komposisi pemegang saham setelah IPO. 

 

Pemegang saham idea

5. Penjamin Pelaksana 

Berdasarkan informasi dari prospektus IPO IDEA dapat diketahui bahwa penjamin pelaksana IPO adalah PT Indo Capital Sekuritas. Baik penjamin pelaksana emisis efek dan penjamin emisi efek menjamin dengan kesanggupan  penh terhadap penawaran umum perseroan. 

6. Penggunaan dana IPO 

Dana hasil dari Penawaran Umum Perdana selanjutnya akan digunakan untuk pengembangan usaha. Sebanyak Rp 5 miliar akan digunakan sebagai penyelesaian pembangunan asrama yang dimiliki Perseroan. Rencana pembangunan akan mulai dilaksanakan paling lambat 3 bulan setelah IPO. 

Sebanyak Rp 15 miliar akan digunakan untuk penyertaan saham di Entitas Anak yaitu PT Aidia Indonesia Propertindo. Dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan hotel yang dimiliki oleh PT AIP sebesar Rp 11 miliar dan modal kerja sebesar Rp 4 miliar. Rencana pembangunan akan mulai dilaksanakan paling lambat 3 bulan setelah Penawaran Umum Perdana Saham selesai. 

Selanjutnya sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja sehubungan dengan rencana ekspansi ke berbagai kota di Indonesia. Biaya akan digunakan untuk penyelenggaraan pelatihan, pembelian bahan perlengkapan, biaya akomodasi, gaji pegawai, biaya listrik, biaya operasional kantor dan biaya promosi. 

Terkait dengan penyelesaian pembangunan asrama, IDEA akan menunjuk kontraktor dan menandatangani kontrak pengerjaan setelah menerima dana IPO. Masa pengerjaan akan memakan waktu sekitar 6 bulan sejak dimulainya pembangunan. Asrama berlokasi di Jl. AR. Prawiranegara No. 99A, Metro, Lampung. Lokasi hotel juga akan berada di Lampung. 

 

BACA JUGA: IPO Geoprima Solusi (IDX: GPSO): Begini Profil, Prospek dan Bidang Usahanya

7. Prospek Usaha IDEA

Untuk ke depannya, manajemen IDEA berencana mengembangkan akademi di berbagai kota di Indonesia dalam 3 tahun ke depan yang akan dimulai dengan Sumatera Selatan dan Jawa Barat di tahun 2021 dan Jawa Tengah dan Jawa Timur di tahun 2022. Target Perseroan akan membuka cabang di kota yang padat penduduk dengan ketersediaan hotel sebagai tempat pelatihan sehingga diharapkan akan menarik sekitar 200 murid baru per tahun untuk mengikuti program akademi pelatihan. 

Dalam pembukaan cabang, IDEA menyatakan akan mensinergikan dengan perusahaan anak IHM sebagai hotel operator. IDEA juga akan mengajak kerjasama beberapa hotel dengan standar bintang 3 yang tingkat okupansinya rendah untuk diubah menjadi Teaching Factory yang akan menjadi tempat pelatihan akademi. 

Perseroan optimistis akan dapat mewujudkan rencana ekspansi tersebut dengan mereplikasi kesuksesan di Lampung dengan jumlah murid yang mendaftar selalu jauh lebih banyak daripada yang diterima untuk pelatihan akademi.

Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan tren baru, dengan mengembangkan sistem pelatihan Hybrid Distance Learning. Sistem ini menggunakan pembelajaran digital jarak jauh yang dikombinasikan dengan praktek setelah selesainya pembelajaran digital. 

 

Idea Akademi
Pemegang saham IDEA

8. Kinerja Keuangan

Bila merujuk pada ringkasan laporan keuangan yang dimuat dalam prospektus IDEA merupakan perusahaan untung. Per 31 Mei 2021 total laba tahun berjalan adalah Rp 2,6 miliar. Sedangkan pada tahun buku 2020 total laba tahun berjalan adalah Rp 4,3 miliar. 

Akumulasi laba ini berasal dari pendapatan bersih usaha yang mencapai Rp 8,4 miliar per 31 Mei. Nilai ini jauh di atas pendapatan 2020 yang mencatatkan Rp 7,7 miliar selama satu tahun. Pendapatan ini bersumber dari program siswa, registrasi siswa, pendapatan makanan dan minuman, pendapatan kamar dan pendapatan lain. 

Total aset yang dimiliki perusahaan mencapai Rp59,12 miliar dengan liabilitas jangka pendek berupa utang usaha, utang pajak Rp 4,6 miliar. Sedangkan utang jangka panjang pada pihak terafiliasi Rp 17 miliar. 

9. Risiko Usaha 

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata melalui pendidikan tenaga kerja dan perhotelan, IDEA akan mengalami dampak yang signifikan apabila terjadi penutupan industri pariwisata serta sekolah menengah (SMA/SMK) yang menjadi sumber peserta pendidikan. Hal ini seperti terjadi pada 2020 karena pandemi Covid-19 yang mengakibatkan kinerja keuangan Perseroan menurun. 

Selain itu juga ada risiko persaingan usaha dan kerusakan aset tetap perseroan. Sebagai perusahaan yang operasionalnya ditopang oleh teknologi, IDEA juga menghadapi risiko atas perubahan teknologi. Juga dengan adanya perubahan aturan dari pemerintah pusat dan daerah. 

 

BACA JUGA: IPO Indo Oil Perkasa (IDX: OILS) Incar Rp 45 Miliar, Begini Prospek dan Bidang Usahanya

 

10. Tata Cara Pemesanan Saham IDEA

Penyampaian minat dan pesanan saham perseroan berencana untuk melakukan penawaran umum menggunakan Sistem Penawaran Umum Elektronik sebagaimana diatur dalam POJK No.41/2020. Pemodal dapat menyampaikan minat pada masa bookbuilding atau pesanan pada masa Penawaran Umum. 

Untuk investor yang ingin membeli saham IPO IDEA bisa melalui 3 kanal yaitu: 

  1. Secara langsung melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik atau e-IPO. 
  2. Melalui Perusahaan Efek yang merupakan partisipan sistem dimana pemodal yang bersangkutan menjadi nasabahnya. Untuk pemesan yang merupakan nasabah Penjamin Pelaksana Emisi Efek, dalam hal ini PT Indo Capital Sekuritas, selain dapat menyampaikan pesanan melalui mekanisme langsung juga dapat disampaikan melalui email ke: e-ipo@indocapital.co.id dengan mencantumkan informasi yang dibutuhkan. 
  3. Melalui Perusahaan Efek yang bukan merupakan Partisipan Sistem dimana pemodal yang bersangkutan menjadi nasabahnya. 

Setiap Pemodal hanya dapat menyampaikan 1 minat dan pesanan melalui setiap partisipan sistem untuk alokasi penjatahan terpusat pada setiap Penawaran Umum Efek.