Incar Dana Rp 4 Triliun, KB Bukopin (IDX: BBKP) Terbitkan Surat Utang Baru

Tempias.com, JAKARTA- PT  KB Bukopin Tbk (IDX: BBKP) mengumumkan akan mengincar dana segar senilai Rp 4 triliun. Penambahan dana untuk modal bisnis itu akan diperoleh dengan menerbitkan dua seri obligasi baru dengan total Rp 4 Triliun. 

“Penawaran umum obligasi berkelanjutan Bank KB Bukopin dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 2 triliun dan penawaran umum berkelanjutan Obligasi subordinari berkelanjutan III Bank Bukopin dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp2 triliun,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi, Jumat, 13 Agustus 2021. 

Berdasarkan prospektus penerbitan obligasi, pada tahap awal perusahaan akan mengeluarkan obligasi berkelanjutan I dengan target dana Rp 1 triliun dan oblilgasi subordinari berkelanjutan III dengan target dana Rp 1 triliun. Dengan begitu total dana yang akan dihimpun pada tahap awal adalah Rp 2 triliun. 

Perusahaan menetapkan, masa penawaran umum obligasi berlangsung hingga 24 Agustus 2021. Sedangkan masa pencatatan pada Bursa Efek Indonesia akan dilaksanakan 10 September 2021. Sedangkan masa penawaran umum tahap II selanjutnya akan ditentukan kemudian.

BACA JUGA: Pasang Surut Saham BBKP: Antara Tambah Utang & Sayonara Bosowa

 

 

Masih berdasarkan prospektus, dana yang terkumpul dari obligasi rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha terutama dalam pembiayaan kredit UMKM kredit konsumer  kredit kepemilikan rumah dan kendaraan. BBKP menyatakan untuk bisa membeli obligasi ini, investor setidak-tidaknya harus menyetor Rp 5 juta.

Saat ini KB Bukopin masih dalam posisi rugi. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, per 31 Desember 2020 BBKP mencatatkan rugi hingga Rp 3,25 triliun. Penurunan ini disumbang oleh berkurangnya pendapatan bunga kredit dan peningkatan NPL akibat terdampak pandemi. 

KB Bukopin merupakan bank yang berada di bawah kendali konglomerasi KB Kookmin Bank. KB Kookmin merupakan bagian dari KB Finacial Group yang berbasis di Korea Selatan. Kb Kookmin memiliki jaringan di beberapa negara Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *