Unilever (IDX: UNVR) Tunda RUPSLB, Sinyal Baru Kinerja Saham?

Tempias.com, JAKARTA- PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) menunda pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini disampaikan lewat iklan media.  

“Perseroan mengumumkan bahwa RUPSLB yang semula akan dilaksanakan pada hari Rabu, 1 September 2021 ditunda dan akan dilaksanakan pada waktu yang akan diumumkan lebih lanjut,:”jelas direksi UNVR seperti dikutip, Selasa, 3 Agustus 2021. 

Lebih jauh perusahaan tidak menjelaskan alasan penundaan rapat. Perusahaan hanya menyebut bahwa informasi pelaksanaan RUPS selanjutnya akan diumumkan minimal 21 hari sebelum hari pelaksanaan. 

Bila merujuk tahun-tahun sebelumnya, UNVR memang termasuk emiten yang rutin menggelar RUPSLB dalam rentang pertengahan hingga akhir semester II. Biasanya salah satu agenda yang dibahas adalah mengenai pembagian dividen hasil usaha.

 

BACA JUGA: Gandeng KoinWorks, Saham Cashlez (IDX: CASH) Siap Berbalik?

 

Sebagai contoh, pada Desember 2020 UNVR membagikan dividen sebesar Rp 87 per lembar saham dengan total Rp3,31 triliun, Sebelumnya pada Agustus 2020 sebesar Rp 107 per lembar saham. Berdasarkan data dari keterbukaan informasi di website UNVR, sejak 2010 perusahaan rutin membagi dividen dua kali dalam setahun.

Untuk tahun berjalan, 2021, UNVR telah membagi dividen pada Mei 2021 lalu. RUPSLB sepakat membagikan dividen final kepada para pemegang saham sebesar Rp 100 per saham dengan total Rp Rp 3,81 triliun. Pembayaran dividen final sudah dilakukan pada 24 Juni 2021 lalu. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, meski pertumbuhan penjualan domestik melambat sebesar 7,3 persen pada tahun berjalan Juni 2021, Perseroan tetap berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp20,2 triliun. Pada Semester 1/2021, UNVR mencatatkan laba bersih sebesar Rp3 triliun dengan kategori makanan yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan.

Ira Noviarti Presiden Direktur PT Unilever Indonesia menyebutkan pada 2021 ini perusahaan masih akan terus memacu diri untuk mengatasi tantangan dalam pemasaran sebagai akibat dari pandemi. Perusahaan akan mengembangkan produk untuk segmen-segmen berbeda dalam masyarakat. 

Saham UNVR
pasang surut saham UNVR 2013-2021

Saham UNVR Makin Anjlok

Meski perusahaan tetap membukukan kinerja keuangan positif, di lantai bursa, kinerja saham UNVR merosot tajam. Investor retail ramai mempersoalkan penurunan harga yang drastis ini. Apalagi selama ini saham UNVR sering disebut-sebut saham yang tahan badai sehingga dianggap cocok untuk investasi. 

Bahkan, investor kawakan yang kerap disebut Warren Buffet Indonesia, Lho Kheng Hong pada awal 2021 lalu pernah menyebutkan bahwa UNVR termasuk saham yang bagus untuk tujuan investasi. Alasannya emiten konsumer ini dinilai punya fundamental yang kuat. Namun, belakangan ia merevisi pernyataan ini.

Dalam talkshow bertajuk The Art of Value Investing Lho Kheng Hong mengatakan lebih baik memililh saham bank besar ketimbang memilih saham UNVR.  Saat ini saham UNVR memiliki Price Book Value Ratio (PBVR) sebesar 29,95 kali, dan Price Earnings Ratio (PER) mencapai 28,93 kali sehingga ia menyebut masih lebih beresiko dibanding saham bank besar. 

 

BACA JUGA:  IPO Prima Andalan (IDX: MCOL), Ini 10 Hal yang Perlu Diketahui

 

Di bursa saham, saat ini harga saham UNVR merosot pada level terendah sejak 2014. Pada penutupan perdagangan Senin, 2 Agustus 2021, saham UNVR ditutup pada harga Rp 4.400. Padahal pada perdagangan awal Januari harga saham UNVR berada di kisaran Rp7.500. 

Pamor saham UNVR di lantai bursa memang menurun. Pada Juni dan Juli investor asing terlihat lebih sering melepas saham UNVR. Namun, bila merujuk data perdagangan Senin, 2 Agustus 2021, pada saat harga saham turun drastis, investor asing justru tercatat kembali mengoleksi saham UNVR. 

Bila merujuk data dari konsultan keuangan D’Origin, saham UNVR termasuk paling diincar asing bersama dengan saham PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM) dan PT Bank MNC Internasional Tbk (IDX: BABP). Saham UNVR diburu dengan net buy sebesar Rp88,99 miliar. 

 Bila merujuk neraca perdagangan pada 2 Agustus, saham UNVR justru bisa bangkit dan naik  180 poin atau sebesar 4,27 persen.  Masuknya investor asing memborong UNVR apakah akan jadi pertanda membaliknya trend harga UNVR?

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *