Siapa ThaiOil? Investor Chandra Asri (IDX: TPIA) Rp 25 Triliun

Tempias.com, JAKARTA – Thai Oil Public Company Limited (Thaioil) menjadi calon investor strategis pada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA). 

Kepastian investasi oleh anak usaha PTT Public Company Limited (PTT) itu setelah TPIA dan ThaiOil menandatangani perjanjian yang kemudian akan dilanjutkan dengan realisasi penanaman modal dari entitas kilang refinery dari Thailand itu. 

ThaiOil akan masuk ke TPIA melalui anak usaha. Entitas yang ditunjuk itu nantinya akan menjadi pembeli siaga dalam aksi korporasi right issue yang akan digelar. 

Dalam penghimpunan dana ini, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)dan SCG Chemicals Co., Ltd. (SCG Chemicals) telah menyatakan komitmennya. 

TPIA adalah perusahaan dengan bidang usaha petrokimia. Produk utama pabrik TPIA adalah bahan baku plastik, untuk kemudian diolah beragam bentuk dan jenis di industri hilir. TPIA terletak di Cilegon, Banten

BACA JUGA: Investasi Rp 192,5 Miliar, Alibaba Siap Kuasai BBYB

Seperti diketahui, TPIA telah mengumumkan rencana gelaran rights issue dengan menerbitkan saham baru 7,17 miliar lembar. Aksi ini ditargetkan menerima pernyataan efektif pendaftaran pada 16 Agustus 2021 mendatang.

Kemudian, 27 Agustus 2021 merupakan tanggal bagi pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD.  Sedangkan untuk pencatatan saham baru di BEI dijadwalkan pada 31 Agustus 2021. Setelah itu periode perdagangan akan berlangsung pada 31 Agustus 2021 hingga 6 September 2021. 

Perusahaan belum mengumumkan harga pelaksanaan rights issue ini, akan tetapi TPIA dalam rilisnya menyebutkan Thaioil akan menggenggam 15 persen saham perusahaan sedangkan SCG Chemicals mempertahankan kepemilikannya sekitar 30,57 persen. Dari kedua investor ini diperkirakan masuk dana segar US$ 1,3 miliar.

Kedua entitas di bawah pemerintah Thailand ini selanjutkan akan menyuntikkan US$ 400 juta yang belum ditentukan mekanismenya namun sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Artinya dengan kurs Rp 14,500 maka investasi yang akan masuk ke TPIA mencapai Rp 24,65 triliun. 

Per 30 Juni 2021, komposisi pemegang saham TPIA terdiri dari PT Barito Pacific Tbk. sebesar 41,88 persen, SGC Chemicals sebanyak 30,57 persen, Prajogo Pangestu sebesar 13,33 persen, Marigold Resources sebesar 4,75 persen, selanjutnya pemegang saham di bawah 5 persen sebanyak 9,47 persen. 

Kondisi yang menunjukkan bahwa kerajaan Thailand akan semakin kuat di TPIA meski belum mayoritas. Dengan skenario hanya SCG dan ThaiOil yang menggunakan haknya, dua entitas di bawah pemerintah Thailand dan Kerajaan Thailand itu akan memiliki 45 persen saham TPIA. 

 

Komplek CAP 1 di malam hari./foto-Chandra Asri

 

Lalu bagaimana rekam jejak ThaiOil yang digandeng Chandra Asri dalam aksi korporasi pembangunan komplek Chandra Asri 2 itu? 

Dilihat dalam laman website perusahaan, Kamis, 29 Juli 2021, pemegang saham ThaiOil terdiri dari PTT Public Company Limited (45.03 persen), GIC Private Limited (4.57 persen), Siam Management Holding Company (3 persen), Social Security Office (2.25 persen) dan beragam nama lainnya uang jumlahnya tidak lebih dari 2,5 persen ke bawah.

PTT Public Company Limited merupakan ‘Pertamina’-nya pemerintah Thailand. Perusahaan ini termasuk yang paling kaya di kawasan. Fortune Global 500 menempatkan PTT berada pada peringkat ke-140 pada 2020 lalu. Sedangkan Pertamina tidak lagi dimasukkan ke dalam jajaran perusahaan terkaya di dunia itu pada tahun lalu. 

BACA JUGA: Adu Kuat OMNI (IDX: SAME) vs Siloam (IDX: SILO), Mana Paling Cuan?

Sedangkan SCG dikendalikan oleh langsung oleh kerajaan, Raja Vajiralongkorn tercatat menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 33,64 persen. 

Kembali ke ThaiOil, perusahaan ini dalam keterbukaannya menyebutkan membukukan penjualan 242 miliar bath. Jika menggunakan kurs 1 bath Rp 438, maka penjualan perusahaan mencapai Rp 106,5 triliun. Turun dari periode 2019 yang mencapai 361,78 miliar bath. 

Bidang usaha Thaioil

Dengan anjloknya penjualan ini, Thaioil pada tahun lalu membukukan rugi 3,3 miliar bath. Berbalik dari kondisi 2019 yang untung 6,2 miliar bath. 

Bisnis Thaioil membentang dari petrokimia, kilang, oli, bahan kimia, pembangkit listrik, hingga ethanol. 

BACA JUGA: IPO Prima Andalan (IDX: MCOL), Ini 10 Hal yang Perlu Diketahui

Wirat Uanarumit, Presiden dan Chief Executive Officer Thaioil mengatakan mengambil peran dalam proyek TPIA merupakan langkah penting bagi perusahaan untuk memperluas rantai nilai perusahaan ke dalam bisnis petrokimia. 

“Saya senang bahwa kami dapat merampungkan proses kemitraan ini dengan CAP, produsen petrokimia utama di pasar yang menarik seperti Indonesia, dan untuk membantu CAP dalam tahap pertumbuhan berikutnya dengan pengembangan dan pembangunan CAP2. Kemitraan ini juga akan bersinergi dengan kolaborasi komersial antara CAP dan Thaioil dimana Thaioil dapat memasok nafta untuk CAP dari Clean Fuel Project (CFP) senilai US$ 4,8 miliar yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2023,” jelas Wirat dalam keterangan tertulisnya.

Dia juga menjelaskan kemitraan strategis dapat berhasil dan saling menguntungkan baik bagi Chandra Asri maupun Thaioil. 

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan CAP untuk bersama-sama mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan menguntungkan di masa depan.” 

Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT. Barito Pacific Tbk, mengatakan sebagai pengendali TPIA, pihaknya percaya pada pertumbuhan melalui kemitraan.  

“Saya senang memiliki Thaioil sebagai investor fundamental lainnya di Chandra Asri, setelah melalui seleksi investor strategis yang kuat dan proses yang komprehensif.  Kami berharap dapat bekerja sama untuk mewujudkan CAP2 dan menciptakan dampak  beyond returns yang membangun nilai berkelanjutan bagi orang-orang, bisnis dan masyarakat di dalam dan di luar Indonesia,” katanya. 

BACA JUGA: Ini Syarat Pencabutan Suspensi Saham Garuda (IDX: GIAA) dari BEI

Investasi yang dibutuhkan TPIA untuk membangun komplek petrokimia baru atau dikenal dengan CAP2 mencapai US$ 5 miliar. Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu 4 sampai 5 tahun dengan menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan. 

Setelah pabrik rampung, kapasitas TPIA akan melonjak dari saat ini 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer TPIA menjelaskan dana segar dari right issue akan secara signifikan meningkatkan rencana mengembangkan kompleks petrokimia kedua. 

“Seiring dengan langkah Perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada tahun 2022. Ini adalah bagian dari strategi inti kami untuk memberikan pertumbuhan transformasional dalam melayani kebutuhan Indonesia, mendukung perluasan pelanggan, dan mengembangkan industri petrokimia dalam negeri,” katanya.

 

 

6 komentar pada “Siapa ThaiOil? Investor Chandra Asri (IDX: TPIA) Rp 25 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *