Saratoga (IDX: SRTG) Bukukan Laba Rp 15 Triliun, Bagaimana Kinerja Saham Sandi Uno?

Tempias.com, JAKARTA- Perusahaan investasi milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (IDX: SRTG) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang semester I/2021. Saratoga merupakan perusahaan Sandiaga, Edwin Soeryadaya dan putra-putri pendiri Astra melalui PT Unitras Pertama. 

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan, kinerja positif perusahaan ditopang oleh pertumbuhan nilai portofolio Saratoga. Kinerja perusahaan portofolio investasi tersebut juga diikuti dengan pembayaran dividen yang konsisten sehingga turut memperkuat fundamental Saratoga.

“Nilai saham yang meningkat dari perusahaan portofolio investasi telah menjadikan NAV Saratoga tumbuh positif di semester I-2021. Kami bersyukur bahwa perusahaan portofolio investasi Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya,” kata Michael dalam keterangan resmi Kamis, 29 Juli 2021.

 

BACA JUGA: Investasi Rp 192,5 Miliar, Alibaba Siap Kuasai BBYB

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di media, Kamis, 29 Juli 2021, Saratoga membukukan laba bersih Rp 15,2 Triliun. Padahal pada Desember 2020 lalu perusahaan mencatatkan rugi Rp 2 triliun. 

Lonjakan kenaikan laba yang diperoleh SRTG ditopang oleh kinerja investasi. Perusahaan mencatat keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek sekuritas naik menjadi Rp 14,4 triliun. Sedangkan pada 2020 kinerja investasi saratoga malah minus hingga Rp2,8 triliun. 

 

Kinerja Keuangan Saratoga
Kinerja Keuangan Saratoga semester I/2021

Sumber pendapatan perusahaan lainnya berasal dari penghasilan dividen dan bunga sebesar Rp869,8 miliar. Saat ini nilai investasi Saratoga mencapai Rp47,8 triliun. Naik dari Rp33,2 triliun pada Desember 2021. Total aset yang dimiliki perusahaan mencapai Rp50 triliun. 

Saat ini investasi Saratoga berada di bidang sumber daya alam, infrastruktur dan konsumen. Untuk bidang sumber daya alam, Saratoga memiliki portofolio saham di antaranya pada Merdeka Copper Gold (IDX: MDKA), Provident Agro (IDX: PALM), dan Adaro Energy (IDX: ADRO). 

Untuk bidang insfrastruktur SRTG menggenggam Aneka Gas Industri (AGII), Mulia Bosco Logistik, Nusa Raya Cipta (IDX: NRCA), dan Tower Bersama Infrastruktur (IDX: TBIG). Sedangkan pada bidang konsumsi perusahaam memiliki saham di Famon Awal Bross Sedaya, Deltomed, Provendent Growth Fund, SC Technologgy Investment III LP, dan Mitra Pinasthika Mustika (IDX: MPMX). 

 

Kinerja Saham Dekapan SRTG

Sepanjang Januari 2021, Saratoga mencatatkan net asset value (NAV) senilai Rp 46,5 triliun hingga semester I-2021. Nilai tersebut meningkat dibandingkan NAV pada akhir tahun 2020 yang mencapai Rp 31,7 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,3 triliun, dibandingkan rugi bersih sebesar Rp 2,1 triliun pada semester I-2020.

Pencapaian NAV Saratoga di semester I-2021 berasal dari kinerja saham sejumlah perusahaan portofolio investasi yang meningkat, terutama dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (IDX: TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (IDX: MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika bk. (IDX: MPMX), dan PT Provident Agro Tbk. (IDX: PALM). 

Saratoga juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 866 miliar pada semester I-2021, meningkat 35,3 persen dari Rp 640 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya Pendapatan ini sebagian besar disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), TBIG, dan MPMX.

 

BACA JUGA: Daftar Saham CPO 2021 & Riwayat Dividen

 

Menurut Michael, Saratoga akan terus menjalankan strategi diversifikasi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Rasio utang dan biaya akan terus dikelola dan dijaga dilevel yang efisien. Saat ini biaya – biaya operasional tahunan terhadap nilai aset bersih berada di posisi sebesar 0,4 persen dan loan to value sebesar 5,7 persen.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, pada semester I-2021 Saratoga terus mendorong sejumlah perusahaan portofolio investasi untuk mengembangkan bisnis ke daerah baru. Dia mencontohkan, Primaya Hospital di bawah PT Famon Awal Bros Sedaya telah membuka tiga rumah sakit baru sejak awal tahun. Ketiga rumah sakit tersebut adalah Primaya Hospita Bhakti Wara di Pangkal Pinang-Bangka Belitung, Primaya Hospital Sukabumi di Jawa Barat dan Primaya Hospital Pasar Kemis di Tangerang-Banten.

 

“Peluncuran rumah sakit baru ini melengkapi aset operasional Primaya Hospital menjadi 12 unit pada semester I-2021. Ekspansi ini juga menjadi bentuk dukungan Saratoga terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih terjadi,” ujar Devin.

 

Devin juga menjelaskan bahwa salah satu perusahaan portofolio investasi strategis Saratoga yaitu MDKA semakin memperkuat fundamental bisnis jangka panjangnya. Ia mengungkapkan, tes pengeboran terbaru dari Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi menghasilkan intercept yang signifikan dari tembaga dan emas. 

 

BACA JUGA: Prospek Saham BBRI, dari Right Issue hingga Pembentukan Holding Ultra Mikro

 

MDKA telah merampungkan studi kelayakan proyek Acid, Iron, Metal (AIM) yang diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) di Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Konstruksi telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal II-2022.

Di tengah tingginya kebutuhan sektor logistik, Devin mengatakan, perusahaan portofolio investasi Saratoga di bisnis ini yaitu MGM Bosco Logistics sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya mulai beroperasi pada kuartal IV-2021.

“Saratoga akan terus mendampingi seluruh perusahaan portofolio investasi agar mampu mengembangkan peluang bisnis baru dan meningkatkan value bisnisnya. Kami juga terbuka dengan peluang investasi baru, termasuk di sektor teknologi yang kini berkembang sangat cepat di Indonesia,” kata Devin.

One thought on “Saratoga (IDX: SRTG) Bukukan Laba Rp 15 Triliun, Bagaimana Kinerja Saham Sandi Uno?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *