Saham IPO 2021: Prospek Prima Mandiri (IDX: MCOL) & Bidang Usaha

Tempias.com, JAKARTA – PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (IDX: MCOL) mengumumkan akan melaksanakan initial publik offering (IPO) pada 7 September 2021. 

Bidang usaha Prima Andalan Mandiri (IDX: MCOL) adalah holding untuk perusahaan batu bara dan jasa penunjang. Alamat Prima Mandiri di Gedung Office 8, Lantai 28 SCBD Lot. 28, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Kebayoran Baru, Jakarta

Prima Andalan Mandiri (IDX: MCOL) akan melepaskan 10 persen saham ke Bursa Efek Indonesia atau setara 355,56 juta lembar. Saham ini memiliki nilai nominal Rp 100. Sedangkan harga saham MCOL akan dilepas pada rentang harga Rp 1.420 hingga Rp 1.600. 

Dengan level harga saham ini, MCOL akan mendapatkan dana dari IPO sebesar-besarnya Rp 568,89 miliar. Penjamin pelaksana emisi efek dari IPO MCOAL adalah PT Buana Capital Sekuritas (Kode Broker: RF). 

Wilayah tambang Prima Mandiri di Kalimantan (IDX: MCOL)

Dana dari IPO ini akan digunakan MCOL untuk pembelian alat berat senilai Rp 441 miliar. Perinciannya, pembelian 4 unit excavator PC2000 sebanyak 4 unit, dump truck 18 unit, dan 4 dozer dengan beragam tipe. Selebihnya, dana IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam bentuk setoran modal kepada entitas anak PT Mandala Karya Prima. 

Pemegang saham MCOL saat pertama kali berdiri terdiri dari PT Edika Agung Mandiri (60 persen) dan PT Prima Andalan Utama (40 persen). 

 

BACA JUGA: IPO Hasnur Shipping (IDX: HAIS), Cek 10 Fakta Ini Sebelum Beli

 

Saat prospektus diterbitkan, 28 Juli 2021, pemegang saham perusahaan telah bergeser menjadi Edika Agung Mandiri (68 persen) dan PT Prima Andalan Utama (31 persen) dan Handy Gilvirgo (1 persen). Sedangkan penerima manfaat terakhir dari MCOL adalah Eddy Sugianto. 

 

KEBIJAKAN DIVIDEN MCOL

Berdasarkan prospektus, kinerja keuangan MCOL diaudit oleh auditor independen entitas, untuk kemudian dilakukan riviu oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited). 

“Oleh karena itu KAP Purwantono, Sungkoro & Surja tidak menyatakan pendapat, kesimpulan atau bentuk keyakinan lainnya atas laporan keuangan konsolidasian interim perseroan dan entitas anak tanggal 31 Maret 2021 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021 dan 2020,” tulis manajemen. 

Berdasarkan ringkasan neraca yang ditampilkan, aset MCOL mencapai US$ 342,80 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun (kurs Rp 14.500). Aset ini naik turun seiring kondisi perusahaan. Pada 2018, MCOL mencatatkan aset US$ 280,3 juta, selanjutnya menanjak menjadi US$ 332,20 juta dan pada tutup 2020 lalu turun menjadi US$ 317,12 juta. Buku Maret 2021 yang digunakan dasar oleh perusahaan untuk IPO mencatatkan nilai US$ 342,8 juta. 

 

BACA JUGA: Update Daftar Saham Coal (Batu Bara) 2021 dari Indeks IDXEnergy BEI

 

Dari pos utang, MCOL tercatat terus menambah utang dalam 3 tahun terakhir. Pada 2018, utang perusahaan mencapai US$ 126,36 juta. Selanjutnya bertambah menjadi US$ 161,95 juta pada 2019 dan menjadi Rp 151,94 juta pada 2020. Sedangkan per Maret 2021, utang MCOL kembali naik menjadi US$ US$ 169,31 juta. Dengan demikian ekuitas perusahaan per triwulan pertama tahun ini sebesar US$ 173,48 juta. 

Melambungnya aset MCOL juga ditopang oleh kondisi pendapatan. Pada 2018 perusahaan tercatat membukukan pendapatan US$ 219,49 juta, selanjutnya secara berurutan adalah US$ 301 dan US$ 298,97 juta. Pada 3 bulan berjalan tahun ini, MCOL telah membukukan pendapatan US$ 81,19 juta. 

Sedangkan laba tahun berjalan 2018-2020 perusahaan tercatat sebesar US$ 6,68 juta (2018), US$ 35,01 juta (2019) dan US$ 42,59 juta. Per Maret 2021, laba perusahaan mencapai US$ 21,01 juta. 

Dalam perusahaan batu bara ini, disebutkan kebijakan dividen rutin dilakukan. Pada 2017, MCOL sebagai perusahaan tertutup membukukan Rp 196 per lembar, selanjutnya dividen MCOl pada 2018 sebesar Rp 82 per lembar, dan melonjak menjadi Rp 209 per lembar 2019. Untuk tahun buku 2020, perseroan belum mengumumkan dividen final saat prospektus diterbitkan, akan tetapi MCOL membagikan dividen interim 2020 sebesar Rp 55 per lembar. 

BACA JUGA: IPO Prima Andalan (IDX: MCOL), Ini 10 Hal yang Perlu Diketahui

“Mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan seterusnya, manajemen Perseroan berencana untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham sebanyakbanyaknya 40 persen dari laba bersih dan kebijakan Perseroan dalam pembagian dividen tersebut akan diputuskan oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan setiap tahun,” tulis manajemen lebih lanjut. 

3 komentar pada “Saham IPO 2021: Prospek Prima Mandiri (IDX: MCOL) & Bidang Usaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *