Dikejar Tenggat, Bank Ganesha (IDX: BGTG) Percepat Tambah Modal  

Tempias.com, JAKARTA, PT Bank Ganesha (IDX: BGTG) menyiapkan langkah strategis  menghadapi tenggat dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menaikkan modal minimum perusahaan. 

Sekretaris perusahaan, Febrina Kenya Savitri, mengatakan langkah itu akan direalisasikan dalam waktu dekat. Perusahaan akan menyiapkan penambahan modal untuk mencapai syarat minimum penyertaan modal perseroan. 

Berdasarkan peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum setiap bank  harus memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun pada akhir 2021. Sedangkan pada akhir 2022 modal inti minimum perbankan harus minimal Rp 3 triliun. 

 

“Perseroan berencana melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum,” ujar Febriana dalam keterbukaan informasi, Selasa, 27 Juli 2021. 

OJK menerapkan kebijakan penambahan modal ini untuk memberi ruang ekosistem perbankan menyesuaikan diri dengan tren digitalisasi perbankan. Apalagi pengembangan perbankan digital butuh modal yang besar, 

Berdasarkan laporan tahunan 2020, saat ini modal inti atau tier 1 yang dimiliki oleh BGTG adalah Rp1,04 triliun. Jumlah ini turun dari modal inti 2019 yaitu Rp1,1 triliun. Sedangkan modal pelengkap atau tier 2 perusahaan adalah Rp25,4 miliar. Dengan jumlah ini, BGTG harus menambah minimal 900 miliar agar bisa memenuhi target minimum Rp 2 triliun pada akhir 2021. 

Meski belum memenuhi target, sebelumnya manajemen BGTG telah menyatakan komitmen untuk memenuhi pemenuhan modal inti sesuai dengan penyampaian Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disampaikan kepada OJK.

 

“Saat ini terdapat beberapa opsi yang sedang kami dalami untuk mencari solusi yang terbaik bagi Bank Ganesha. Kami harapkan pelaksanaannya dapat memenuhi tenggang waktu yang telah ditetapkan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi. 

 

Mengenai waktu pelaksanaan aksi korporasi yang akan dilakukan terkait penambahan modal ini, Febrina belum menjelaskan. Ia menulis mengenai aksi korporasi tersebut akan disampaikan lebih lanjut pada waktunya. 

Sebelumnya, PT Equity Development Investment Tbk (IDX: GSMF) yang memiliki 29,86 persen saham di BGTG telah memberi lampu hijau akan mengucurkan dana untuk penambahan modal bagi BGTG. 

Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan pada BEI pertengahan Juli lalu, GSMF akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,1 miliar saham. Adapun nilai nominal per lembar saham adalah Rp 100. 

BACA JUGA: Saham Bank Ganesha (IDX: BGTG) Moncer, GSMF Siap Suntik Rp1,52 Triliun

 

Bila merujuk harga saham pada penutupan bursa pekan lalu yaitu Rp152, maka nilainya bisa mencapai Rp1,52 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 135,48 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. 

Sehubungan dengan suntikan modal ini, GSMF mengatakan akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Pelaksanaan right issue rencananya akan dimulai setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang akan digelar pada 30 Agustus 2021.

Apabila rapat tidak menyetujui rencana issue maka rencana GSMF memberi suntikan dana pada BGTG akan ditunda hingga digelarnya RUPS Tahunan selanjutnya.

Menurut Febriana, BGTG sangat menyambut baik rencana GSMF untuk melakukan penambahan modal. Namun menurut dia, perusahaan masih akan menunggu hasil RUPS agar komitmen penambahan modal bisa terealisasi. 

 

Harga saham BGTG
Pergerakan harga saham BGTG

Volatilitas Harga Saham BGTG

Dalam dua pekan terakhir, Saham Bank Ganesha (BGTG) bergerak atraktif di Bursa Efek Indonesia. Saham BGTG rajin tampil di deretan daftar Top 10 saham baik dari sisi gainer, volume transaksi maupun market cap. 

Pada penutupan perdagangan Selasa, 27 Juli 2021 saham BGTG berada di harga Rp276, Angka ini naik 61,4 persen dibanding penutupan perdagangan Rabu 21 Juli 2021 pada angka Rp171. Bila ditarik lebih jauh lagi, harga saham BGTG baru Rp 126 pada perdagangan 28 Juni 2021. 

Terkait adanya volatilitas transaksi ini, Febriana mengatakan perseroan tidak mengetahui penyebabnya. Perusahaan saat ini fokus pada upaya dan strategi untuk penambahan modal. 

Selain rencana peningkatan modal dalam rangka memenuhi ketentuan Modal Minimum yang disyaratkan, menurut Febriana sampai saat ini  Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. 

 

“Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik,” ujar Febriana.

 

Bank Ganesha merupakan perusahaan publik yang bergerak dalam bidang perbankan dan bermarkas di Jakarta, Indonesia. BGTG didirikan pada tahun 1991 dan mulai melantai di bursa pada 2016. Harga saham BGTG pada saat pertama melantai di Bursa 15 Mei 2016 adalah Rp98 per lembar saham. 

Saat ini kepemilikan saham BGTG didominasi oleh masyarakat dengan 57,73 persen. Sedangkan pemegang saham mayoritas lainnya adalah PT Equity Development Investment Tbk (IDX: GSMF)  dengan 29,86 persen kepemilikan dan UOB Kay Hian Pte Ltd sebanyak 12,42 persen. 

 

 

 

5 komentar pada “Dikejar Tenggat, Bank Ganesha (IDX: BGTG) Percepat Tambah Modal  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *