Bank Jago (IDX: ARTO) Miliki Rp10 T, Dipakai untuk Apa?

Tempias.com, JAKARTA- Cucu usaha Gojek, PT Bank Jago Tbk (IDX: ARTO) saat tercatat memiliki aset Rp 10 triliun. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2021 yang ditayangkan di media hari ini, Senin, 26 Juli 2021 jumlah aset ini jauh melejit dibanding Desember 2020 yang hanya Rp2,1 Triliun. 

Peningkatan aset Bank Jago ini salah satunya bersumber dari hasil right issue yang digelar Februari lalu. Saat itu Bank Jago mendapat injeksi dana Rp 7,05 triliun yang disupport pengusaha Jerry Ng, Patrick Waluyo, Gojek dan lembaga investasi milik pemerintah Singapura, GIC.  

Merujuk laporan keuangan, Rp 10 triliun yang menjadi aset Bank Jago ini disebar pada beberapa titik. Sebanyak Rp 2,73 triliun ditempatkan ke Bank Indonesia, Sebanyak Rp3,67 Triliun ditempatkan untuk membeli Repo. Bank Jago juga memiliki surat berharga sebanyak Rp698 miliar. 

 

BACA JUGA: Ternyata Ini Strategi Bank Jago (IDX: ARTO) Menjadi Bank Digital

 

Direktur utama Bank Jago Kharim Siregar memastikan, saat ini perusahaan telah  menyalurkan Rp2,1 T untuk kredit pada nasabah. Angka ini naik 695 persen dari posisi yang sama tahun lalu (year on year). Bila dibandingkan laporan keuangan Desember 2020, angka kredit melesat 139 persen yaitu Rp907 miliar. 

Bila dilihat dari kinerja keuangan, secara keseluruhan, pada semester 1/2021 ini ARTO masih mengalami kerugian Rp47 miliar. Namun, angka ini lebih baik dibanding Desember 2020 saat Bank Jago membukukan kerugian Rp50 miliar. 

Kharim optimistis kinerja keuangan perusahaan akan semakin membaik. Apalagi saat ini Bank Jago tengah menggencarkan ekspansi digital dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Saat ini perusahaan telah meningkatkan alokasi belanja modal untuk investasi  IT, pengembangan aplikasi dan rekruitmen yang menyedot biaya operasional hingga Rp183 miliar.

 

Bank Jago
Foto: Bank Jago

Ekpansi Digital

Salah satu upaya yang diambil manajemen Bank Jago untuk memperluas pasar adalah dengan memperkuat kerjasama dengan Gojek. Gojek merupakan afiliasi usaha tidak langsung dari Bank Jago lewat Gopay. Pekan lalu, Bank Jago dan Gojek baru meresmikan kolaborasi dalam pembayaran non tunai Gojek. 

Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek, menjelaskan, integrasi tahap awal dengan aplikasi Jago semakin melengkapi opsi pembayaran non tunai yang tersedia di aplikasi Gojek. Dengan kerjasama ini, Nasabah Bank Jago semakin mudah bertransaksi tanpa perlu top up saldo, karena setiap transaksi akan langsung mendebet sumber dana di kantong Jago yang terhubung dengan aplikasi Gojek.

 “Kemitraan ini akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan kemudahan dalam layanan keuangan digital kedepannya, salah satunya pembukaan akun bank Jago yang akan bisa dilakukan langsung dari aplikasi Gojek,” ujar Nila seperti dikutip dari keterbukaan pasar. 

Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Bank Jago menambahkan integrasi fase awal dua aplikasi ini akan memberikan banyak manfaat sekaligus pengalaman baru bagi nasabah dalam bertransaksi. 

Selain menghemat waktu dan biaya untuk top up saldo, integrasi kantong Jago dengan aplikasi Gojek juga mendisiplinkan nasabah dalam mengatur keuangannya.

“Aplikasi Jago memungkinkan nasabah memiliki banyak kantong untuk tujuan berbeda-beda. Seperti kantong untuk dana liburan, investasi, pendidikan dan belanja. Nasabah juga bisa membuat satu kantong khusus yang terhubung dengan Gojek, sehingga tidak bercampur aduk dengan sumber dana untuk tujuan lainnya,” kata Siat Fun. 

Gojek dan Jago mendeskripsikan integrasi aplikasi fase awal ini sebagai tonggak bersejarah kedua pihak. Integrasi aplikasi juga membawa pelayanan nasabah ke level lebih tinggi. 

 

 

 

2 komentar pada “Bank Jago (IDX: ARTO) Miliki Rp10 T, Dipakai untuk Apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *