Gelar RPUS, DMMX Bahas AD Right Issue Hingga Anak Usaha

Tempias.com, JAKARTA- PT Digital Mediatama Maxima (IDX: DMMX) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahun dan Luar Biasa pada Selasa, 27 Juli 2021. Rapat yang akan berlangsung di Mangkuluhur City lantai 7 Jakarta Selatan itu juga akan dilaksanakan secara daring. 

PT Digital Mediatama Maxima atau DMMX adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Perseroan pertama kali didirikan pada tanggal 15 September 2015 dengan nama PT Digital Marketing Solution (DMS) dan berganti menjadi Digital Mediatama Maxima pada 24 Juli 2019. 

“PT Digital Mediatama Maxima Tbk akan menyelenggarakan Public Expose yang akan dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada:Selasa 27 Juli 2021,” Tulis Direktur Utama DMMX, Budiasto Kusuma seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu, 27 Juli 2021. 

BACA JUGA: Saham Digital Mediatama (IDX: DMMX), Bidang Usaha, Prospek dan Profil Pengendali

 

Pada RUPS kali ini, perusahaaan akan membahas capaian kinerja sepanjang 2020 dan penetapan penggunaan laba bersih perusahaan. Berdasarkan Laporan Tahunan perusahaan, sepanjang 2020 perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp32 miliar atau naik 93,1 persen dari tahun sebelumnya. . 

Perusahaan juga akan membahas persetujuan pelaksanaan penyertaan saham dan investasi di berbagai perusahaan oleh perusahaan dan anak perusahaan. Selain itu rapat juga akan membahas persetujuan perubahan dan pernyataan kembali AD/ART perusahaan terkait pelaksanaan RUPS daring dan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue. 

Berdasarkan laporan kuartal I/2021 DMMX mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 112. Perusahaan dengan bidang usaha penyedia platform media digital ini membukukan pendapatan Rp180,7 miliar.  DMMX juga mencatatkan pertumbuhan laba 16,5 persen yoy menjadi Rp10,3 miliar. Pertumbuhan laba didorong adanya ekspansi dari segmen cloud advertising dan trade marketing.

 

Laporan Tahunan DMMX
Laporan Tahunan Perusahaan, Sumber publik ekspos DMMX

Dirikan Anak Usaha, Bentuk Join Ventura 

Sepanjang Juli 2021, DMMX telah beberapa kali melakukan aksi korporasi terkait pengembangan anak usaha dan membangun kerjasama dengan pihak ketiga. Pada 2 Juli 2021, DMMX tercatat mengucurkan dana Rp504 juta untuk mendirikan anak usaha DMMX Smart Ritel Teknologi.  Saat ini DMMX menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 99 persen saham atau sebanyak 5.049 lembar saham. 

Pada 15 Juli 2021 DMMX kembali mengucurkan dana senilai Rp4 miliar untuk menyokong pendirian anak usaha PT DMMX BELANJA DIGITAL  Dengan suntikan modal ini, DMMX memiliki kepemilikan saham sebesar 40 persen atau sebanyak 40.000 lembar saham. 

Untuk meningkatkan penetrasi di pasar advertising dan digital, pada 16 Juli 2021, DMMX bersama perusahaan infrastruktur cloud digital advertising yang merupakan entitas anak PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) mengumumkan pembentukan Join ventura dengan SmartRetail Group yang dikenal sebagai platform engagement out-of-home terprogram pada automated retail touch points.

 

“Kami senang dapat menjalin kemitraan dengan SmartRetail dan bekerja bersama untuk menghadirkan solusi periklanan dan pemasaran digital yang lebih menarik dan inovatif kepada klien kami, melalui harmonisasi kemampuan teknologi dan keahlian pemasaran. Selain itu, kita akan dapat memanfaatkan satu sama lain untuk mempercepat perluasan jaringan periklanan DMMX dan kehadiran SmartRetail di Indonesia,” ujar Budiasto. 

 

Pembentukan Join Venture akan memungkinkan DMMX menghadirkan solusi dan teknologi kepada mitranya, menawarkan platform tambahan kepada merek, pengecer, dan pemasar untuk meningkatkan engagement pelanggan. Saat ini, SmartRetail yang berkantor pusat di Hong Kong telah mengelola hampir 2.000 mesin penjual otomatis pintar dan titik kontak ritel di seluruh Hongkong, Singapura, dan Malaysia.

Lebih jauh, Budiasto Kusuma menjelaskan pendirian perusahaan JV diharapkan bisa selesai pada kuartal ketiga tahun 2021. Setelah Join Ventura terbentuk, DMMX dan SmartRetail masing-masing akan memiliki 50 persen saham perusahaan. 

Selain dengan Smartretail, DMMX juga tengah membangun kerjasama dengan PT Bumilangit Entertainment Corpora untuk membentuk PT Bumilangit Digital Mediatama. Bumilangit merupakan perusahaan hiburan dengan koleksi kekayaan intelektual (IP) komik superhero besar  di Asia. 

Perusahaan bersama antara DMMX dan Bumilangit nantinya akan fokus dalam pembuatan konten digital. Kerjasama akan memungkinkan DMMX meningkatkan kualitas iklan dan membuka platform digital bagi Bumilangit mendistribusikan dan memonetisasi aset IP. 

 

Kinerja Saham DMMX
Kinerja Saham DMMX Year to date

 

Kinerja Saham DMMX

Di lantai bursa, saham DMMX bergerak atraktif. Sepanjang tahun (year to date) harga saham DMMX telah naik 1.063,87 persen dari Rp dari Rp238 pada 4 Januari 2021 menjadi Rp2.770 pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Juli 2021. 

Saham DMMX juga sering masuk dalam daftar 10 saham top berdasarkan volume dan gainers. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham DMMX diperdagangkan sebanyak 2.770 kali dengan total nilai Rp211,4 miliar. 

Saat ini, seluruh saham Perseroan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. DMMX mulai melantai di bursa sejak  21 Oktober 2019.

 

BACA JUGA : Daftar Saham IDXTechno, Terkerek IPO Bukalapak (BUKA)?

 

Berdasarkan keterbukaan informasi di bursa efek, kepemilikan saham DMMX baru saja mengalami perubahan. Per tanggal 30 Juni 2021 saham terbesar dipegang oleh PT NFC Indonesia Tbk dengan kepemilikan 2.126.918.400 lembar saham  atau setara dengan 27,65 persen saham. 

Pada posisi kedua ditempati oleh PT Jaya Distribusi Ritel dengan total kepemilikan 1.771.813.400 lembar saham atau setara dengan 23,03 persen saham. Namun, per tanggal 12 Juli 2021, seperti yang diumumkan oleh KSEI pada 13 Juli 2021, PT Jaya Distribusi Ritel melepas kepemilikan sebagian saham sehingga kepemilikannya di DMMX susut menjadi 1.721.831.400 lembar saham atau setara dengan 22,38 persen. 

Pemegang saham lainnya tercatat masih mempertahankan kepemilikannya dimana PT Soteria Wicaksana Investama dengan 12,09 persen saham, Bank of Singapore Ltd dengan 6,34 persen, dan SiCepat Express Indonesia dengan 5,68 persen. Sedangkan saham yang dilepas ke masyarakat di kisaran 19,58 persen. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *