Daftar Saham Grup Bakrie & Afiliasi di BEI Serta Bidang Usahanya

Tempias.com, JAKARTA – Saham-saham milik Kelompok Bakrie pernah sangat berjaya di Tanah Air. Bahkan tingginya apresiasi pasar terhadap kelompok ini membuat sang pengendali, Aburizal Bakrie, dinobatkan majalah ekonomi Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia pada 2007.

Lalu emiten mana saja yang sahamnya merupakan bagian dari grup Bakrie ataupun terafiliasi? Berikut daftar saham Grup Bakrie dan terafiliasi per 8 Juni 2021 yang masih tercatat di pasar modal:   

– PT Visi Media Asia (IDX: VIVA)

Saham VIVA dikuasai oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Global Ventura. Viva dengan bidang usaha penyiaran ini merupakan induk dari TV One hingga portal Viva News. 

Berdasarkan data per 30 April 2021, pemegang saham VIVA terdiri dari CS AG BR S/A PT Bakrie (5,35 persen), Banque Pictet and Cie SA (5,75 persen), Raiffeisen Bank (12,04 persen), PT Bakrie Global (9,79 persen), DB Spore DCS A/C MDS (10,88 persen), dan Credit Suisse AG Singapore (8,63 persen).

Harga saham VIVA tercatat berada pada level Rp 63 dalam penutupan perdagangan hari ini. Menguat 10,53 persen secara harian. Saham Viva jatuh ke level Rp 50 sejak 2020 lalu, dan mulai bangkit setelah Grup Bakrie mengumumkan melunasi utang perusahaan dengan melepas MDIA, induk usaha ANTV. 

 

BACA JUGA: Update Daftar Saham Coal (Batu Bara) 2021 dari Indeks IDXEnergy BEI

 

– PT Intermedia Capital (IDX: MDIA)

Saham MDIA sudah tidak lagi dominan dikuasai grup Bakrie, VIVA sebagai induk MDIA menyatakan melepas 39 persen saham perusahaan untuk menebus utang. Penjualan dilakukan dengan harga Rp 158 per saham atau senilai lebih dari Rp 2,4 triliun. DSA telah ditandatangani pada 22 Desember 2020. 

Meski demikian Biro Administrasi Efek Sinartama Gunita melaporkan per 30 April 2021 pemegang saham MDIA masih VIVA (89,99 persen) dan publik 10 persen. 

Saham MDIA tercatat menguat 5,45 persen ke level Rp 58 dalam perdagangan hari ini. 

 

– PT Bumi Resources Minerals Tbk. (IDX: BRMS)

Saham BRMS dimiliki Grup Bakrie melalui BUMI dan Biofuel Indo Sumatra. BRMS memiliki bidang usaha penambangan mineral emas, perak dan logam lainnya. 

Saham BRMS dalam perdagangan Selasa, 8 Juni 2021 menguat 6,59 persen ke level Rp 97. 

Berdasarkan data BEI, pemegang saham BRMS terdiri dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kepemilikan (6,68 persen), PT Biofuel Indo Sumatra (7,14 persen), Wexler Capital Pte. Ltd. (15,74 persen), 1st Financial Company Limited (15,17 persen), Fountain City Investment Ltd. (5,32 persen), Emirates Tarian Global Ventures SPC (12,33 persen), serta masyarakat (37,62 persen).

 

BACA JUGA : Daftar Saham CPO 2021 & Riwayat Dividen

 

– PT Bumi Resources Tbk. (IDX: BUMI)

Saham BUMI tidak lagi sepenuhnya dikuasai grup Bakrie. Konglomerasi Bakrie menggunakan saham BUMI untuk menebus utang ke konsorsium dari China. BUMI merupakan perusahaan dengan bidang usaha pertambangan batu bara. Salah satu yang terbesar di Tanah Air. 

Saat ini pemegang saham BUMI terdiri dari HSBC-FUND SVS A/C Chengdong (19,986 persen), Bambang Sihono (5,454 persen) dan Masyarakat (74,56 persen). 

Saham BUMI ditutup menguat 1,67 persen dalam penutupan perdagangan hari ini ke level 61.

 

– PT Energi Mega Persada Tbk. (IDX: ENRG)

Bidang usaha Energi Mega adalah kontraktor minyak dan gas. Perusahaan ini menguasai sejumlah lapangan minyak dan gas termasuk di dalamnya Lapindo. 

Saat ini pemegang saham ENRG terdiri dari Ubs Ag Sg S/A Reignwood Inter Investment (Gr) Co Ltd-2091144561 (8,686 persen), Greenwich International Ltd (9,669 persen), Valbury Sekuritas Indonesia, (13,537 persen), Eternal Capital (7,681 persen), dan masyarakat (60,427 persen). 

Saham ENRG hari ini ditutup menguat 3,81 persen ke level Rp 109.

 

BACA JUGA: UPDATE KODE BANK 2021 – Kode Transfer Bank Jago, Bank BRI, Bank BCA, Mandiri dan Lainnya

 

– PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (IDX: UNSP)

Bidang usaha UNSP adalah lini perkebunan sawit dan karet dari kelompok Bakrie. Saham UNSP sendiri dimiliki oleh Ernawati Ali (10,96 persen), Indo Alam Resources Pte. Ltd. (10,71 persen), Lie Leonard Djajali (9,21 persen), Paradiso Resources Ltd (5,87 persen), Steven Barry John Simpson (6,72 persen), masyarakat (55,27 persen), dan PT Bakrie Capital Indonesia (1,26 persen). 

Saham UNSP hari ini ditutup melemah 1,79 persen ke level Rp 110.

 

– PT Bakrie & Brothers Tbk (IDX: BNBR)

Saham BNBR dikendalikan oleh Grup Bakrie melalui perusahaan cangkang dan menjadi perahu besar kelompok Bakrie. Bidang usaha BNBR adalah perusahaan holding yang membawahi perusahaan jalan tol, konstruksi baja, suku cadang otomotif hingga perdagangan.

Pemegang saham BNBR per 31 Mei 2021 terdiri dari Fountain City yang beralamat di Pulau Majuro (33,49 persen), Daley Capital di Kepulauan Cayman (10,62 persen), Credit Suisse AG (9,57 persen) dan masyarakat (46,32 persen). 

Saat penutupan perdagangan Selasa, 8 Juni 2021, harga saham BNBR berada di level Rp 50. Nilai terendah yang sudah disandang perusahaan sedikitnya dalam 9 tahun terakhir.

 

– PT Darma Henwa Tbk (IDX: DEWA) 

Saham DEWA memiliki bidang usaha kontraktor Minyak, Gas & Batu Bara. Perusahaan ini banyak melayani bisnis internal grup Bakrie seperti tambang batu bara milik BUMI, BRMS dan lapangan minyak milik ENRG. 

Pemegang saham perusahaan terdiri dari Goldwave Capital Limited (17,458 persen), Zurich Asset International Ltd (11,5 persen), dan masyarakat (71,042 persen). 

Saham grup Bakrie dalam bisnis tambang ini (DEWA) berada pada harga rata-rata Rp 50 dalam 9 tahun terakhir. 

 

BACA JUGA: Profil Emiten BEI

 

– PT Bakrie Telecom Tbk (IDX: BTEL)

Saham BTEL saat ini telah disuspensi oleh BEI dan terancam delisting. Bidang usaha perusahaan adalah telekomunikasi dengan salah satu produknya kartu CDMA Esia. 

Pemegang saham perusahaan adalah PT Mahindo Agung Sentosa (13,58 Persen), Raiffeisen Bank International Ag, Singapore Branch S/A Best Quality Global Limited (6,01 Persen), PT Bakrie Global Ventura (7,17 Persen), PT Huawei Tech Investment (16,81 Persen), Credit Suisse Ag Singapore S/A Bright Ventures Pte Ltd (5,37 Persen), dan Masyarakat (50,76 Persen). 

 

– PT Bakrieland Development Tbk (IDX: ELTY)

Bidang usaha Bakrieland adalah pengelola dan pengembang real estate. Perusahaan ini menjalankan bisnis gedung perkantoran, hotel hingga taman hiburan melalui anak usaha. 

Saat ini pemegang saham ELTY terdiri dari Interventures Capital Pte. Ltd (5,12 persen), dan masyarakat (94,88 persen). Saham ELTY saat ini berada di level Rp 50.

 

– PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (IDX: JGLE)

Perusahaan ini merupakan sayap hiburan kelompok Bakrie melalui anak usahanya ELTY. Saham JGLE sendiri sedang di suspend oleh BEI karena bisnis perusahaan yakni Jungleland sedang tersendat. Perusahaan ini juga mengoperasikan Aston Bogor dan membangun J.Sky Apartment yang masih belum selesai. 

 

– PT Capitalinc Investment Tbk (IDX: MTFN)

Kepemilikan Bakrie dalam usaha ini relatif kecil dan muncul pada laporan keuangan 2013. Saham Bakrie dikelompokkan dalam kepemilikan publik dengan kepemilikan 0,3 persen, meski demikian saat ini tidak diketahui apakah Bakrie masih menjadi pemegang saham MTFN yang bergerak dalam bidang Penyimpanan & Distribusi Minyak & Gas. 

Namun demikian, laporan keuangan MTFN 2020 menunjukkan hubungan bisnis masih kuat antara MTFN dengan ENRG yang juga berbisnis minyak dan gas dalam kelompok Bakrie. 

Saham MTFN sendiri berada di level Rp 50. Saat ini pemegang saham perusahaan di atas 5 persen terdiri dari Express Profitable Investment (21,104 persen), Roulette Capital Investment (9,32 persen), PT Dwi Daya Capital (5,154 persen), PT Dwina Natura (9,223 persen), dan masyarakat (54,449 persen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *