Profil Agus Chandra. Plt Dirut Kimia Farma Diagnostika Pilihan Erick Thohir

Tempias.com, JAKARTA – Kimia Farma Diagnostika melakukan RUPSLB mengganti seluruh jajaran manajemen pasca terbongkarnya penggunaan alat tes antigen Covid-19 bekas di Bandara Kualanamu, Medan. Sumatera Utara. 

RUPSLB sendiri dihadiri oleh pemegang saham mayoritas yakni PT Kimia Farma Apotek dan pemegang saham minoritas Yayasan Kesejahteraan Keluarga Kimia Farma setelah mendapat perintah langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir.  

Dalam RUPSLB ini, pemegang saham menunjuk Agus Chandra sebagai Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika dan Abdul Azis sebagai Plt. Direktur.

Lalu siapa Agus Candra yang bertugas membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada pelayanan laboratorium di perusahaan pelat merah itu? 

 

BACA JUGA: De Heus Belanda Caplok Peternakan Ayam Karya Indah Pertiwi

 

Dalam laman Kimia Farma Apotek, Agus Chandra merupakan Direktur Keuangan dan SDM Kimia Farma Apotek. Sementara Abdul Aziz merupakan direktur operasional dalam perusahaan yang sama. 

Situs Kimia Farma mencatat, selain perannya sebagai direksi pada anak perusahaan, Agus Chandra juga merupakan GM Keuangan dan Akuntansi Kimia Farma (KAEF). 

Agus merupakan alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Dia kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan akutansi di Universitas Indonesia. 

Seiring karirnya dalam bidang keuangan, akuntansi dan perpajakan dalam lingkungan Kimia Farma, Agus  kemudian melanjutkan pendidikannya dalam bidang bisnis di Universitas Gadjah Mada. 

Dalam rilisnya setelah ditetapkan sebagai Plt Direktur Utama, Agus menjanjikan untuk membangun kembali kepercayaan publik atas citra dan persepsi positif Kimia Farma.

Dia juga menegaskan pembenahan internal yang dilakukan meliputi restrukturisasi organisasi, penggunaan aplikasi digital dan cashless, penggunaan pihak ketiga untuk inspeksi mendadak dan pengetatan sistem pengawasan internal. 

“Selama ini pengawas mutu dirangkap oleh bagian operasional. Sekarang kami memerintahkan BM [branch manager] untuk membentuk tim pengawas yang terpisah sebagai bagian dari check and balance,” tutur Agus dalam keterangan resminya, Minggu, 16 Mei 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *