De Heus Belanda Caplok Peternakan Ayam Karya Indah Pertiwi

Tempias.com, JAKARTA – Anak usaha De Heus dari Belanda, PT Universal Agri Bisnisindo (Universal), produsen pakan ternak yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat mengumumkan mengambilalih peternakan ayam terpadu PT Karya Indah Pertiwi (KIP).

De Heus adalah produsen pakan ternak ternama asal Belanda. Perusahaan ini masuk ke Indonesia pada 2018 dengan mengakuisisi 100 persen saham PT Universal Agri Bisnisindo (Universal).

Dalam pengumuman itu tidak disebutkan besaran saham Karya Indah Pertiwi yang akan dibeli. Meski begitu, disebutkan Universal Agri akan menjadi pemegang saham pengendali.

 

BACA JUGA : STEAG PE GmbH Jerman Hengkang dari PLTP Baturraden 

 

“Sehingga PT Universal Agri Bisnisindo menjadi pemegang saham mayoritas perseroan [PT Karya Indah Pertiwi],” tulis manajemen kedua perusahaan dalam pengumumannya hari ini, Jumat, 7 Mei 2021.

Karya Indah Pertiwi merupakan salah satu peternakan besar yang bermarkas di Ciamis, Jawa Barat.

Disebutkan juga bagi para kreditor yang keberatan atas akuisisi ini dapat mengajukan keberatan 14 hari setelah tanggal pengumuman.

 

AKUSISI KE-3

Masuknya De Heus Animal Nutrition ke Karya Indah Pertiwi merupakan aksi korporasi ketiga dalam 3 tahun terakhir. 

Pada 2020 lalu, De Heus juga telah merampungkan akusisi kelompok Neovia Indonesia. Dalam grup ini terdiri dari PT Welgro Feedmill dan PT Wirifa Sakti dari ADM.

Dua perusahaan terakhir ini merupakan produsen pakan yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kedua pabrik memiliki kapasitas produksi 125.000 ton per akhir 2019.

Welgro dan Wirifa merupakan pabrik pakan ternak dengan segmen unggas, perikanan serta babi.

Dalam pengumuman resminya, De Heus Indonesia menyebutkan akuisisi merupakan langkah penting dalam ambisinya menjadi pemain terdepan di pasar pakan ternak Indonesia.

Gabor Fluit, Direktur Bisnis De Heus Asia menyebutkan kala itu, setelah berhasil masuk ke Indonesia pada tahun 2018 melalui akuisisi PT. Universal Agri Bisnisindo (UAB) di Bekasi, Jawa Barat, akuisisi Welgro dan Wirifa akan mempercepat strategi pertumbuhan di Indonesia.

“Akuisisi ini akan memberi kami peluang yang sangat baik untuk memperluas posisi kami di area peternakan utama dan budidaya perairan, dekat dengan pelanggan baru dan potensial kami,” ulasnya. 

Menurutnya,  De Heus adalah perusahaan yang fokus kepada rencana jangka panjang dan berdedikasi untuk membawa teknologi baru dan kemajuan nyata bagi pasar tempat mereka beroperasi. Pendekatan yang dilakukan adalah bekerja sama secara erat dengan para pelanggan.

Bagi De Heus, Indonesia memiliki celah pasar yang besar. Populasi Indonesia saat ini dengan 273 juta penduduk, menjadikan negara ini pasar konsumen protein terbesar di Asia Tenggara.

“Sejak akuisisi UAB, De Heus berhasil mereplikasi pendekatan pasar yang sukses yang dikembangkan di negara-negara Asia Tenggara lainnya, mendukung profesionalisasi lebih lanjut dari peternak mandiri di sektor peternakan dan budidaya perairan dengan produk pakan ternak berkualitas premium serta pakan praktis dan nasihat mengenai peternakan. Selain itu kami telah meningkatkan proses produksi, berinvestasi dalam pelatihan teknis personel, dan memulai pembangunan jalur produksi baru untuk pakan aqua dan unggas yang saat ini sudah ada di UAB,” ulas Gabor Fluit.

 

Kay De Vreese, Presiden Direktur De Heus Indonesia menyebutkan fokus perusahaan adalah peningkatan kualitas produk dan berbagi praktik terbaik diakui dan dihargai oleh basis pelanggan yang tumbuh secara signifikan di Indonesia.

“Kami akan terus menerapkan rencana investasi kami selama beberapa tahun mendatang,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *