Kelompok Lippo Jual Multifiling (MFMI) ke Hong Kong, Ini Profil Pembelinya…

Tempias.com, JAKARTA – Iron Mountain Hong Kong (NYSE: IRM) mengumumkan telah memborong saham PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk. (IDX: MFMI) dari konglomerasi Lippo dan mitranya.

Iron Mountain menjadi pengendali baru MFMI dengan kepemilikan 92,46 persen atau 700,42 juta lembar saham.

Perusahaan dari Hong Kong itu sendiri telah mendatangani perjanjian jual beli pada 23 Desember 2020 yang kemudian diamandemen pada 9 Februari 2021. Sedangkan pengambilalihan secara resmi dilakukan pada 4 Mei 2021.

“Saham tersebut [IDX: MFMI] telah dibeli dari pemegang saham penjual dengan harga Rp 272 per lembar,” tulis manajeman Iron dalam pengumumannya, Rabu, 5 Mei 2021.

 

BACA JUGA : Jadwal Pembagian Dividen 2021, MFMI Tebar Dividen Tunai dan Interim

 

Iron Mountain menebus saham MFMI dari Multipolar (26,47 persen), Surya Cipta Investama (65,99) dan Cahaya Investama (0,00).

Ditegaskan dalam pengumumannya, Iron Mountain tidak memiliki hubungan afiliasi dengan MFMI.

“Tujuan dari pengambilalihan MFMI oleh Iron Mountain adalah untuk memperluas jaringan usaha serta untuk memperkuat posisi perseroan dalam bisnis manajemen kearsipan di Indonesia,” ulasnya.

Setelah transaksi pengambilalihan ini, maka Iron Mountain akan melaksanakan tender wajib guna menyerap 57,15 juta lembar saham MFMI yang ada di masyarakat. Jumlah saham beredar ini setara dengan 7,54 persen.

Lalu siapa Iron Mountain yang mencaplok MFMI dari kelompok Lippo?
Dilihan dalam laman Linkedin resmi milik perusahaan, Iron Mountain didirikan pada 1951.

Perusahaan menyebutkan merupakan pemimpin global dalam bisnis penyimpanan dan layanan manajemen informasi. Saat ini perusahaan memiliki klien lebih dari 230.000 organisasi di seluruh dunia.

Dalam mendukung bisnisnya, Iron Mountain memiliki komplek bangunan seluas lebih dari 85 juta kaki persegi yang tersebar dalam 1.400 fasilitas di lebih dari 50 negara.

“Iron Mountain menyimpan dan melindungi miliaran aset berharga, termasuk informasi bisnis penting, yang sangat sensitif. data, dan artefak budaya dan sejarah,” ulasnya.

Sementara itu di lantai bursa, saham MFMI mengalami lonjakan harga 25 persen ke level Rp 800 hingga sesi I perdagangan hari ini, Rabu, 5 Mei 2021. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *