IPO Mei 2021, Prospek Saham Ladangbaja Murni & Bidang Usaha

Tempias.com, JAKARTA – PT Ladangbaja Murni Tbk merencanakan IPO pada 21 Mei 2021. Rencana IPO ini masih bersifat sementara karena masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

Ladangbaja Murni dalam prospektusnya memiliki bidang usaha perdagangan dan produksi baja dan produk turunan baja. Perusahaan memiliki pabrik sekaligus kantor pusat di Industri Sel 8 Blok EE/7c, Kawasan Industri Jababeka 2, Cikarang, Bekasi. Sementara gudang perusahaan terletak di Jalan Raya Imam Bonjol, Sukadanau, Cikarang Barat.

Dalam prospektus awal yang diterbitkan, LBM menyebutkan akan menerbitkan saham baru sebanyak 200 juta lembar dengan nominal Rp25. Jumlah ini saham baru ini belum ditetapkan harga pelaksanaan IPO nya, namun keseluruhannya akan berasal dari portepel.

Dalam IPO Ladangbaja Murni ini juga diterbitkan waran dengan rasio setiap 5 lembar saham baru berhak atas 7 lembar waran.

 

BACA JUGA : Saham IPO Mei 2021, Prospek Falmaco Nonwoven Industri & Bidang Usaha

 

Saat ini pemegang saham Ladangbaja Murni secara hukum terdiri dari PT Adyatama Global Investama (60 persen) dan Alfa Omega Investindo (40 persen).

Kedua perusahaan sebagai pemegang saham ini saling terhubung dan dimiliki satu pihak yakni Komisaris Utama perusahaan Witono Tjitra.

Perinciannya Adyatama Global Investama merupakan kongsi Witono Tjitra dengan putrinya Juliana Tjitra. Masing-masing memiliki 75 persen dan 25 persen di Adyatama.

Sedangkan Alfa Omega Investindo dimiliki oleh sang istri Sri Redjeki Soetrisno (37,5 persen) dan putranya Daniel Martin Tjitra (62,5 persen). Dengan kondisi ini maka keluarga Tjitra menjadi pemegang saham 100 persen saham Ladangbaja Murni.

 

BACA JUGA : IPO Mei 2021, Ini Jadwal Final Pencatatan Saham Pengelola Lucy in The Sky

 

Komposisi saham setelah IPO dan Waran terlaksana adalah Adyatama Global Investama (37,5 persen), Alfa Omega Investindo (25 persen), masyarakat saat IPO (15,625 persen) dan masyarakat pengeksekusi waran (21,875 persen).

Penggunaan dana IPO terdiri untuk modal kerja dan belanja modal masing-masing 50 persen. Untuk komponen modal kerja terdiri untuk pembelian bahan baku sebesar 19 persen dan biaya operasional 31 persen.

Sedangkan belanja modal diperuntukkan untuk pembelian mesin produksi sebesar 28,5 persen dan perluasan divisi baru 21,5 persen.

Sementara itu, untuk waran sepenuhnya digunakan untuk modal kerja, beban gaji karyawan, beban kantor, listrik, komisi hingga tunjangan transportasi.

Dalam prospektusnya, Ladangbaja menyebutkan memiliki aset per 31 Desember yang belum diaudit sebesar Rp42,52 miliar. Aset ini terdiri dari utang Rp21,01 miliar dan ekuitas Rp21,51 miliar.

Penjualan Ladangbaja pada 2020 mencapai Rp 13,84 miliar. Menurun dari capaian 2019 sebesar Rp 20,29 miliar, Rp 22,94 miliar (2018) dan Rp 22,81 miliar (2017).

 

BACA JUGA : Lucy in The Sky IPO Mei 2021, Ini Profil Felly Imransyah Pemegang Saham Pengendali

 

Dengan penurunan penjualan ini, pada 2020 lalu, Ladangbaja mengalami kerugian komprehensif sebesar Rp 2,92 miliar dari sebelumnya untung Rp 2,48 miliar.

Bagi investor publik Ladangbaja menjanjikan rasio dividen sebanyak-banyaknya 20 persen dari laba bersih setelah pengurangan cadangan wajib.

Saat IPO diselenggarakan, Ladangbaja tengah melakukan aktivitas menjual sertifikat No. 4736/Sunter Jaya. Di atas tanah seluas 2.275 meter persegi ini berdisi gudang dua lantai. Gudang ini dijual dengan harga Rp30,5 miliar.

 

SEJARAH LADANGBAJA MURNI
Ladangbaja didirikan pada 1989 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT. Ladang Baja Murni Nomor: 1 tanggal 6 Desember 1989. Perusahaan mencatatkan pendiriannya di hadapan Linda Ibrahim, S. H., Notaris di Bogor.

Akta pendirian ini kemudian mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia(sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia)Nomor: C2-6121 HT.01.01 Tahun 1991 tanggal 26 Oktober 1991.

Akta Pendirian Ladangbaja Murni ini telah diubah beberapa kali, terakhir kali dengan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Ladangbaja Murni Nomor: 34 tanggal 30 November 2020, yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Kota Jakarta Timur.

Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Nomor: AHU-0080402.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 1 Desember 2020, serta telah diterima dan dicatat dalam Database Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: AHU-AH.01.03-0414223 tanggal 1 Desember 2020 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Ladangbaja Murni dan Nomor: AHU-AH.01.03-0414225 tanggal 1 Desember 2020 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor: AHU-0202420.AH.01.11.TAHUN 2020 tanggal 1 Desember 2020.

Pelanggan utama Ladangbaja dalam 3  tahun terakhir adalah:
• Ecco shoes Indonesia
• Panasonic
• PT Sepatu Bata Tbk
• PT Astra Honda Motor
• Epson Indonesia

JADWAL SEMENTARA IPO SAHAM LADANGBAJA MURNI

  • Masa Penawaran Awal : 26 – 30 April 2021
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 7 Mei 2021
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum : 11, 17, dan 18 Mei 2021
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 19 Mei 2021
  • Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan (Refund) : 20 Mei 2021
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham dan Waran Seri I Secara Elektronik : 20 Mei 2021
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia : 21 Mei 2021

 

CARA MEMESAN SAHAM IPO MEI 2021, LADANGBAJA MURNI

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Biro Administrasi Efek hanya akan melayani pemesanan melalui alamat email: ipo.saham@adimitra- jk.co.id dengan prosedur sebagai berikut:
a. 1 (satu) alamat email hanya bisa melakukan 1 (satu) kali pemesanan
b. Email yang akan diikutkan dalam proses pemesanan adalah email yang diterima pada pukul 08.00 – 12.00 WIB, hal ini guna memberikan kesempatan kepada para pemesan untuk melakukan pembayaran pesanan saham di bank.
c. Melampirkan copy KTP
d. Menyampaikan pemesanan dengan format :
No. Sub Rekening Efek (SRE)<SPASI>Jumlah Pemesanan (kelipatan 100 saham) <SPASI>Nama
Pemesan sesuai Identitas Diri
Contoh : YP0018A3200150 1.000 Budi
Dan juga menyampaikan detail Nomor Rekening untuk Pengembalian Kelebihan
Pemesanan (Refund) : Nama Bank<SPASI>No Rekening<SPASI>Nama Pemilik Rekening
Contoh : BCA 1000567890 Budi
Pemesan akan mendapatkan email balasan yang berisikan:
a. Nomor Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS); atau
b. Informasi tolakan karena persyaratan tidak lengkap atau email ganda.

Dengan membawa bukti pembayaran dan fotokopi identitas diri (tidak dapat diwakilkan), pemesan dapat mengambil dan melengkapi FPPS s/d pukul 15.00 WIB di gerai Penawaran Umum di:
PT ADIMITRA JASA KORPORA
Kirana Boutique Office Blok F3 No. 5 Jl. Kirana Avenue III
Kelapa Gading, Jakarta Utara
No. Telp : 021-29745222

Pemesanan pembelian saham yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut tidak akan dilayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *