Hasil RUPS Bank Permata 2021, Rights Issue Jumbo Disetujui

Tempias.com, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan PT Bank Permata Tbk (IDX:BNLI) yang diselenggarakan 27 April 2021 memutuskan menetapkan keuntungan tahun lalu menjadi laba ditahan atau dengan kata lain, tidak ada dividen BNLI pada 2021 ini. 

Pada 2020 lalu, BNLI membukukan keuntungan Rp 721,58 miliar. Dari jumlah itu perusahaan menambahkan cadangan wajib sebesar Rp 150 miliar. Sementara sisanya Rp 571.58 miliar menjadi laba ditahan guna memperkuat struktur modal. 

RUPS BNLI juga memutuskan Kantor  Akuntan  Publik  Tanudiredja,  Wibisana,  Rintis  &  Rekan,  anggota  jaringan PricewaterhouseCoopers sebagai auditor perusahaan untuk tahun buku 2021. 

 

BACA JUGA : Profil Chalit Tayjasanant, Dirut Bank Permata (BNLI) 2021 Pilihan Bangkok Bank

 

Sementara untuk gaji dewan komisaris beserta tunjangannya ditetapkan sebesar Rp 30,1 miliar. Artinya dengan jumlah anggota dewan komisaris 8 orang, maka setiap anggota dewan komisaris secara rata-rata akan menerima pendapatan Rp 313 juta per bulan. 

Sementara dalam RUPSLB yang dilakukan bersamaan, pemegang saham menyetujui melakukan rights issue sebanyak 88 miliar lembar saham. Saham seri B yang ditawarkan ini dengan nominal Rp 125.

Saat ini jumlah saham BNLI tercatat di Bursa Efek Indonesia mencapai 28,04 juta lembar. Sehingga secara teoritis, aksi rights issue ini membawa efek dilusi sekitar 76 persen. Meski belum mengumumkan harga pelaksanaan, dengan mengacu harga saham BNLI pada Selasa. 27 April 2021 sebesar Rp 2.180 per lembar, maka aksi ini akan meraup dana segar Rp 191,84 triliun. 

Sedangkan jika asumsi harga pelaksanaan rights issue menggunakan harga akuisisi sebesar Rp 1.347 per lembar, maka BNLI akan mendapatkan tambahan modal Rp 118,53 triliun. Namun harga pelaksanaan rights issue jumbo ini masih akan menunggu pengumuman resmi perusahaan.

Dalam paparannya bulan lalu, manajemen BNLI menyebutkan rights issue merupakan langkah perusahaan mengkonversi modal Bangkok Bank yang sudah masuk pada akhir 2020 sebesar Rp 10,8 triliun di luar merger. Untuk itu perusahaan juga akan meningkatkan saham publik yang saat ini baru 1.3 persen. Disebutkan tidak akan terjadi perubahan modal signifikan setelah rights issue. 

RUPSLB BNLI juga menyetujui pengunduran diri   Ridha D.M. Wirakusumah yang hijrah ke SWF Indonesia. Selain itu perusahaan menunjuk Chalit Tayjasanant dan Suwatchai Songwanich sebagai direktur utama dan direktur yang baru. 

 

Jajaran lengkap Dewan Komisaris dan Direksi BNLI 2021 menjadi: 

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama BNLI :    Chartsiri Sophonpanich
  • Komisaris BNLI : Chong Toh
  • Komisaris BNLI : Chalit Tayjasanant*
  • Komisaris BNLI : Niramarn Laisathit
  • Komisaris Independen BNLI : Haryanto Sahari 
  • Komisaris Independen BNLI : Rahmat Waluyanto
  • Komisaris Independen BNLI : Goei Siauw Hong
  • Komisaris Independen BNLI : Yap Tjay Soen

 

Direksi BNLI 2021

  • Direktur Utama BNLI :    Chalit Tayjasanant**
  • Direktur BNLI :    Abdy Dharma Salimin***
  • Direktur BNLI :    Lea Setianti Kusumawijaya
  • Direktur BNLI :    Darwin Wibowo
  • Direktur Kepatuhan BNLI :    Dhien Tjahajani
  • Direktur Unit Usaha Syariah  BNLI :    Herwin Bustaman
  • Direktur BNLI : Djumariah Tenteram
  • Direktur BNLI :    Dayan Sadikin
  • Direktur BNLI :    Suwatchai Songwanich****

 

Dengan penjelasan sebagai berikut: 

*  Jabatan  Bapak  Chalit  Tayjasanant  sebagai Komisaris  Perseroan  akan  berakhir bersamaan  dengan  efektifnya jabatan Bapak Chalit Tayjasanant sebagai Direktur Utama Perseroan. Apabila pengangkatan Bapak Chalit Tayjasanant sebagai Direktur Utama Perseroan tersebut karena satu dan lain hal tidak menjadi efektif, maka Bapak Chalit Tayjasanant tetap menjabat sebagai Komisaris Perseroan.

**    Pengangkatan Bapak Chalit Tayjasanant sebagai Direktur Utama Perseroan berlaku efektif secepat-cepatnya setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Regulator terkait. 

***    Bapak  Abdy  Dharma  Salimin  akan  merangkap  sebagai  Pelaksana  Tugas  Direktur  Utama  Perseroan  sampai dengan  pengangkatan  Bapak  Chalit  Tayjasanant  sebagai  Direktur  Utama  Perseroan  yang  baru  berlaku efektif. 

**** Pengangkatan   Bapak   Suwatchai   Songwanich   sebagai   Direktur   Perseroan   efektif   setelah   seluruh   persyaratan pengangkatannya terpenuhi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *