Rumor Gojek Borong Saham Matahari (MPPA), Ini Penjelasan Multipolar (MLPL)

Tempias.com, JAKARTA – Keputusan BEI men-suspend saham MPPA (Matahari Putra Prima) sejak Jumat, 23 April 2021 karena masuknya Watiga yang dirumorkan merupakan kendaraan Gojek membuat pemegang saham pengendali yakni PT Multipolar Tbk. (MLPL) buka suara. 

Dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin, 26 April 2021, Agus  Arismunandar menjelaskan bahwa divestasi 11,9 persen saham MPPA dimaksudkan untuk memperoleh capital gain dan akan digunakan kembali untuk investasi pada perusahaan yang sama. 

“Transaksi ini bertujuan untuk mendapatkan dana investor untuk kemudian akan diinvestasikan kembali ke MPPA,” tulis Agus. 

Dia mengatakan setelah MLPL menggenggam dana hasil divestasi, selanjutnya perusahaan akan melakukan penerbitan saham baru (rights issue) dengan MLPL akan menjadi salah satu pembeli. Dana hasil divestasi sebagian akan digunakan untuk mengambil hak MLPL dalam rights issue. 

Agus menyebutkan langkah divestasi yang dilanjutkan dengan rights issue dikarenakan keyakinan perseroan akan binis yang dijalankan oleh MPPA. Langkah ini sekaligus memperkuat struktur keuangan perusahaan. 

Timeline atas rencana penerbitan saham baru MPPA saat ini sedang dipersiapkan oleh manajemen MPPA dan akan diinformasikan sebelum trasaksi tersebut,” jelasnya lebih lanjut. 

Sementara itu, seiring munculnya nama Watiga Trust Ltd sebagai pemegang saham MPPA dan menjadi penyebab keputusan BEI melakukan suspend, MLPL menyebutkan pihaknya tidak melakukan transaksi dengan nama baru itu. 

Sebelumnya rumor di kalangan pelaku pasar modal bahwa di belakangnya Watiga adalah Gojek. 

Agus menyebutkan transaksi dilakukan oleh MLPL terhadap investor Panbridge Investment Ltd yang menyerap 3,33 persen, PT Pradipa Darpa Bangsa (4,76 persen) dan Threadmore Capital Ltd (3,81 persen). 

“Perseroan tidak memiliki informasi mengenai Watiga, baik itu domisili, susunan manajemen dan  pemegang saham serta kegiatan usahanya,” jelasnya lebih lanjut.

Agus juga menyebutkan selain melakukan rights issue di MPPA, Multipolar juga akan melakukan divestasi Multifiling Mitra Indonesia. Meski begitu, Agus menyebutkan aksi korporasi ini tidak material seperti yang diatur dalam POJK 17/POJK.4/2020. 

Selain itu dia menegaskan transaksi yang akan dilakukan tidak memiliki benturan kepentingan ataupun transaksi afiliasi.

Sementara itu, saham MPPA tercatat menguat dari level Rp 105 pada pada 4 Januari 2021 menjadi Rp 860 dalam penutupan perdagangan Kamis, 22 April 2021. Dengan demikian sepanjang tahun berjalan, Saham MPPA telah menguat 719 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *