Harga Saham Bank Aladin (BANK) Reli Setelah Pengumuman Rights Issue 2 Miliar Lembar

Tempias.com, JAKARTA – Harga saham PT Bank Net Indonesia Syariah (IDX: BANK) yang tengah menunggu persetujuan untuk berganti nama menjadi Bank Aladin Syariah kembali mencatatkan kenaikan ke level Rp 3.700 per lembar dalam perdagangan hari ini, Rabu, 21 April 2021. 

Kenaikan harga saham BANK ini setara 4,23 persen dan dipicu dengan pengumuman perusahaan yang akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau Rights Issue. 

Dalam pengumumannya, manajemen BANK merencanakan RUPSLB pada 28 Mei 2021 mendatang. Sementara HMETD yang dilaksanakan rencananya untuk menerbitkan 2 miliar lembar saham baru. Dengan jumlah saham yang diterbitkan dengan nominal Rp 100 ini maka pemegang saham yang tidak mengambil haknya akan terdilusi 13,16 persen. 

Meski melaksanakan RUPSLB pada Mei 2021, manajemen BANK memperkirakan aksi korporasi penambahan modal akan dilakukan dalam rentang hingga 12 bulan mendatang atau hingga pertengahan 2022. 

Bank adalah salah satu emiten yang fenomenal. Setelah mencatatkan sahamnya pada 1 Februari 2021 dengan harga IPO Rp 103, harga saham BANK terus naik berkali-kali lipat seiring kehadiran investor besar di belakang perusahaan. 

Sementara itu dalam risalah RUPS LB Bank Net Syariah, manajemen telah menetapkan Dyota Mahottama Marsudi sebagai Presiden Direktur Bank Aladin Syariah. Selain itu perseroan menunjuk Budi Santoso Kusmiantoro sebagai Direktur Teknologi Informasi, Firdila Sari dengan posisi Direktur Digital Banking, serta Willy Hambali dengan posisi Direktur Keuangan dan Strategi.

Dyota Mahottama Marsudi merupakan Senior Executive Director di Vertex Ventures, Singapura. Firma investasi ini merupakan investor awal di Grab. 

Saat ini Dyota masih menjadi mitra dalam perusahaan investasi ini. Dengan kata lain, Vertex kemungkinan menjadi pemegang saham tidak langsung dari Bank Aladin. 

Sedangkan nama direksi lain diboyong oleh Bank Aladin dari OVO. Dompet digital besutan kelompok Lippo yang sebagian besar sahamnya dimiliki Grab. 

Akankah ekosistem Bank Aladin terafiliasi dengan Grab? Mari menunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *