Garuda (GIAA) Didenda KPPU Australia Rp 214 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Tempias.com, JAKARTA – PT Garuda  Indonesia (persero) Tbk. (Kode saham: GIAA) memutuskan menerima denda dari  Australian Competition & Consumer Commission (ACCC) alias Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Australia setelah keluarnya putusan pengadilan federal New South Wales. 

Dalam pengumumannya kepada Bursa Efek Indonesia, hari ini, Senin, 19 April 2021, GIAA menyebutkan putusan yang terdaftar dalam perkara No. NSD955/2009 itu diputuskan 15 April 2021. 

“Berdasarkan putusan tersebut, Pengadilan telah mengesahkan perjanjian perdamaian antara perseroan dengan ACCC,” tulis Prasetio, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.

Dia menyebutkan inti dari perjanjian damai itu, GIAA akan membayar denda dan biaya perkara dengan ACCC dengan mekanisme cicilan. 

“Pembayaran yang akan dilakukan secara angsuran selama 5 tahun terhitung mulai Desember 2021,” tulisnya lebih lanjut. 

Dengan pengesahan pengadilan ini, Prasetio menyebutkan akan melaksanakan isi perjanjian damai. GIAA juga akan mencabut permohonan banding atas putusan ACCC di Pengadilan.

DUDUK PERKARA KASUS GIAA Vs ACCC AUSTRALIA  

Putusan ini terkait dengan perkara yang terjadi pada 2003 hingga 2006. Saat itu, KPPU Australia menuduh 15 maskapai termasuk Garuda Indonesia melakukan kartel penetapan tarif pengangkutan kargo dalam wilayah Australia.

Dari 15 maskapai itu, sebanyak 13 perusahaan mengaku bersalah dan dikenai denda ganti rugi mulai dari AUD 3 juta hingga AUD 20 juta. Garuda sendiri dijatuhi hukuman denda AUD 19 juta atau dengan kurs hari ini Rp11.303 maka denda ini setara Rp214,76 miliar. 

Awalnya terdapat angin segar yang diterima Garuda setelah Federal Court NSW menolak gugatan ACCC pada 2014. Meski begitu dalam perkara selanjutnya Garuda justru kalah hingga pengadilan tinggi. 

SAHAM GIAA hari ini tidak terpengaruh dengan pengumuman ini. Harga saham GIAA dalam penutupan perdagangan Senin, 19 April 2021 ditutup pada level Rp 332. Nilai yang sama dibandingkan pembukaan.

 

BACA PENJELASAN SELENGKAPNYA: Kasus Garuda Indonesia Vs KPPU Australia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *