Djasa Ubersakti (PTDU) Kepincut Bisnis Kontraktor Batu Bara

Tempias.com, JAKARTA – PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU) mengumumkan memperluas usaha menjadi kontraktor pertambangan. 

Heru Putranto, Direktur Utama PTDU menyebutkan Berdasarkan Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Djasa Ubersakti oleh KJPP Dasa’at Yudistira dan Rekan, ekspansi usaha menjadi kontraktor tambang batu bara dan bijih besi layak untuk dilaksanakan.

“Dengan adanya permintaan dari beberapa calon mitra usaha bidang pertambangan sekaligus memperluas pengerjaan di jasa konstruksi pada infrastruktur dan lainnya, Perseroan berencana untuk menambahkan kegiatan usaha Aktivitas Jasa/Penunjang Pertambangan dan Penggalian (Kode KBLI 09900) dengan tujuan bisa mengerjakan proyek proyek pertambangan seperti penambangan batu bara dan mineral,” tulis Heru dalam suratnya yang dipublikasikan BEI, Rabu, 14 April 2021. 

Dia menyebutkan, saat ini hingga Maret 2021, PTDU tengah mengerjakan empat proyek diantaranya Rekonstruksi Universitas Islam di Palu, Revitalisasi Terminal Tipe A Banjar (Jawa Barat), Revitalisasi Terminal Tipe A Patria di Blitar, dan Pembangunan Laboratorium Forensik Polri (Bidlabfor) Pontianak dan Manado.

Dalam keterbukaannya itu, PTDU memproyeksikan IRR dari bisnis kontraktor tambang batu bara dan logam mencapai 23,94 persen. 

 

BACA JUGA : Update Daftar Saham Coal (Batu Bara) 2021 dari Indeks IDXEnergy BEI

 

Sedangkan dalam laporannya, KJPP Dasa’at Yudistira menyebutkan biaya modal untuk ekuitas bisnis baru ini mencapai 7,77 persen. 

Menurut lembaga penilai itu, gross profit margin dari ekspansi ini mencapai 9,51 persen pada tahun pertama dan terus meningkat hingga menjadi 17,27 persen pada 2025. 

Sedangkan secara operasi (operating profit margin) akan rugi pada tahun pertama untuk selanjutnya mencatatkan untung 7 persen sampai 10,15 persen.

 

KINERJA KEUANGAN SAHAM PTDU

PTDU sendiri sepanjang 2020 mengalami tekanan dalam pada bisnisnya. Pendapatan perusahaan turun dari Rp 121,26 miliar menjadi Rp 48,70 miliar. 

Meski begitu, PTDU yang bergerak dalam bidang konstruksi ini masih mampu membukukan keuntungan sebesar Rp 2,48 miliar dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 2,96 miliar. 

 

BACA JUGA: Daftar Saham CPO 2021 & Riwayat Dividen

 

Saat bersamaan aset PTDU tercatat mengalami lonjakan dari Rp 153,90 miliar menjadi Rp 231,30 miliar. Kenaikan aset itu terutama ditopang lonjakan ekuitas dari Rp 25,42 miliar menjadi Rp 89,88 miliar. Kenaikan ekuitas ini seiring perubahan modal dasar dari Rp 5 miliar menjadi Rp 60 miliar.

Kenaikan aset juga didorong oleh bertambahnya utang. PTDU mencatat utang jangka pendek naik dari Rp 116,56 miliar menjadi Rp 138,92 miliar. 

Sedangkan utang jangka panjang turun dari Rp 11,91 miliar menjadi Rp 2,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *