Sinopsis Film Tentang Saham, Mana yang Terbaik?

Tempias.com – Menonton film tentang saham dapat menambah pemahaman investor. Meski merupakan fiksi, film tentang saham dapat mengajarkan investor cara bermain, mengontrol emosi hingga menghentikan kerugian dalam berinvestasi saham. 

Film tentang saham sendiri telah menarik para sutradara sejak era 1980-an. Berbagai genre ditawarkan, entah versi Amerika dengan Hollywood-nya hingga film tentang saham dari Korea ataupun China yang penuh drama.

Berikut sejumlah film tentang saham yang dapat mengisi akhir pekanmu dari Amerika. Seperti banyak film Amerika lainnya, banyak adegan tidak disensor dalam versi aslinya sehingga harus dijauhkan untuk anak, namun sudah disesuaikan oleh KPI jika menontok versi Indonesia. Manakah dari film ini yang terbaik? 

Sinopsis Film tentang Saham dan Dunia Keuangan Terbaik dari Amerika alias Hollywood : 

– Sinopsis Film Trading Places (1983)

Film dari bursa saham ini mengisahkan tentang dua pedagang komoditas dari Philadelphia, Randolph (Ralph Bellamy) dan Mortimer (Don Ameche) yang bertaruh atas lingkungan dan keturunan seseorang yang menentukan seberapa baik mereka menjalankan kehidupan. Kedua konglomerat ini kemudian menjalankan eksperimen sosial kepada Louis Winthorpe III (Dan Aykroyd), karyawannya yang berasal dari kalangan ningrat dengan latar belakang pendidikan Harvard dengan seorang penipu kecil keturunan Afro-Amerika Billy Ray Valentine (Eddie Murphy). 

IMDb memberi rating 7,5 dari 10 untuk Trading Places, film tentang dunia pasar modal yang disutradarai John Landis ini. 

– Sinopsis Film Glengarry Glen Ross (1992) 

Film ini bukan tentang pasar modal, namun tentang para agen real estate. Dalam film yang sempat dibuat ulang pada 2012 ini menampilkan tentang psikologi salesman. Meski ini tentu bukan dunia nyata, film ini menonjolkan kebohongan para agen yang tengah berusaha menjual properti dalam listing mereka mereka. 

Kebohongan yang ditampilkan Al Pacino sangat menawan hingga psikologi calon pembeli menekankan transaksi dibenarkan untuk dilakukan. 

IMDb memberi rating 7,7 dari 10 untuk Glengarry Glen Ross (1992). Namun remakenya pada 2012 belum memperoleh rating. film yang bisa menjaga rujukan tentang menjaga psikologi dalam pasar modal dunia yang tidak kenal ampun. 

– Sinopsis Film American Psycho

Film ini tentang bankir muda Patrick Bateman (Christian Bale) yang mengejar kesempurnaan. Dia adalah pemanjat sosial yang terus berusaha memolos tampilannya. Akan tetapi di balik tampilannya yang memukau, Patrick menemukan kekecewaan ketika koleganya Paul Allen (Jared Letto) dipuji atas keindahan kartu nama yang dimiliki.

 

BACA JUGA :  Cara Main Saham Online, Pemula Wajib Tahu 7 Hal Ini

 

Kemurkaan merasa dikalahkan kemudian membuat Patrick membunuh gelandangan. Menemukan kepuasan, dia terus menjalankan aksinya. 

Pengguna IMDb memberi rating 7,6 atas film kehidupan bankir muda ini.

– Sinopsis Film Wall Street (1987)

Film ini menceritakan kisah Bud Fox (Sheen), seorang pialang saham muda yang putus asa untuk berhasil. 

Film ini kemudian dirilis ulang pada 2010 dengan judul  Wall Street: Money Never Sleeps.

IMDb menetapkan film tentang dunia saham ini dengan skor 7,4. Sedangkan seri ulangannya yang dirilis pada 2010 mendapatkan rating yang lebih buruk yakni 6,2. 

– Sinopsis Film Rogue Trader (1999)

Film Rogue Trader diangkat dari kisah nyata, meski dari pasar modal, namun film tentang bursa derivatif yang dijalankan manajer muda yang ditempatkan di Singapura, Nick Leeson. Atas aksinya, Nick membawa Barings Bank, salah satu bank tertua di Inggris mengalami kerugian US$ 1,4 miliar dolar. 

IMDb memberi rating 6,4 tentang manajer muda di pasar forex ini.

– Sinopsis Film Boiler Room (2000)

Film bergenre drama ini tentang sejumlah anak muda yang bekerja menjadi pialang setelah sebelumnya drop out. Bekerja dalam ruangan boiler, mereka menjadi kaya raya namun justru kemudian terperangka dalam keserakahan dalam dunia keuangan. 

Film tentang saham yang diproduksi tahun 2000 itu mendapat rating 7 dalam IMDb. 

– Sinopsis Film Enron: The Smartest Guys in the Room (2005)

Skandal Enron, perusaahaan energi dan telekomunikasi adalah kehebohan pasar keuangan yang paling menggemparkan dunia pada  awal 2000. Meski begitu, genre film ini adalah dokumenter dengan berlandaskan dari laporan majalah Fortune.

Pada Januari 2000, Enron mengumumkan sebuah rencana besar yang amat ambisius untuk membangun jaringan elektronik broadbrand yang berkecepatan tinggi (high speed broadbrand). Enron membiayai ratusan juta dollar guna melaksanakan program ini, walaupun keuntungannya belum nampak. Seperti bisa diduga, harga saham Enron di Wall Street melonjak menjadi US$ 40, bahkan meningkat menjadi US$ 90,56. Dengan kehebatan itu Enron dinobatkan Fortune sebagai “one of the most admired and innovative companies in the world”.

Enron kemudian melakukan manipulasi kebijakan akuntansi yang membuat perusahaan terlihat kokoh dan mudah mendapatkan investor maupun pinjaman. Laporan keuangan Enron ini kemudian mendapat stempel dari kantor akuntan publik Arthur Andersen, yang merupakan salah satu dari lima audit terbesar dan kemitraan akuntansi di dunia.

Pengguna IMDb menempatkan rating 7,6 untuk film tentang rekayasa dalam dunia pasar modal ini. 

– Trailer film The Pursuit of Happyness (2006)

– Trailer film Inside Job (2010)

– Trailer film Too Big To Fail (2011)

– Trailer film Margin Call (2011)

– Trailer film Wolf of Wall Street (2013)

– Trailer film The Big Short (2015)

– Trailer film Equity (2016)

– Trailer film Money Monster (2016)

– Trailer film The Wizard of Lies (2017)

– Trailer film Barbarians at The Gates

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *