Perusahaan Penjual Rabobank ke BCA Bubarkan Diri

Tempias.com – Para pemegang saham awal PT Bank Rabobank International Indonesia memutuskan membubarkan diri setelah transaksi dengan Bank Central Asia (BBCA) rampung. 

Tiga pemegang saham awal yang membubarkan diri itu adalah PT Aditirta Suryasentosa yang sebelum menjual ke BCA memiliki saham 6,53 persen saham, serta PT Antarindo Optima (6,53 persen). 

Serta satu lagi yang membubarkan diri adalah PT Antariksabuana Citanagara. Perusahaan ini tidak tercatat sebagai pemegang saham dalam transaksi dengan BCA. Akan tetapi dalam data direktori OJK 2013, Antariksabuana sempat menjadi pemegang saham Rabobank dimana pada saat itu perusahaan memiliki 8,5 persen saham perusahaan. 

Dalam proses likuidasi ini, ketiga perusahaan menunjuk Brigitta Hadianto Imam Rahayoe sebagai likuidator. 

“Sehubungan dengan hal tersebut, semua pihak dan atau para kreditur yang masih mempunyai kepentingan, termasuk tagihan, klaim atau hal lain yang perlu diselesaikan dengan perusahaan agar menyampaikan secara tertulis disertai bukti yang diperlukan,” tulis perusahaan dalam pengumumannya. 

Tagihan tertulis ini diberi tenggat 60 hari. Terhitung sejak 26 Maret saat pengumuman disampaikan. Kantor likuidator Brigitta I. Rahayoe & Partners sendiri beralamat di Suite 9B, 9th Floor, Sahid Sudirman Centre, The Sahid City Complex, No. 86,, Jl. Jend. Sudirman, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10220

Keputusan likuidasi 3 perusahaan awal dalam Rabobank ini diputuskan pada 16 Maret 2021. 

Akuisisi Rabobank oleh BCA dilakukan pada 2019. Transaksi ini senilai Rp 500 miliar. Mulanya biaya yang dikeluarkan diperkirakan Rp 397 miliar namun transaksi ini ditambah biaya premium US$ 20,5 juta.

BCA kemudian mengubah nama RaboBank menjadi Bank Interim. Pada 10 Desember 2020, perusahaan ini kemudian di lebur ke dalam BCA Syariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *