Hasil RUPS BRI (BBRI) 2021, Dividen Per Lembar Saham Rp 98

Tempias.com – RUPS Bank BRI (BBRI) 2021 menetapkan membagikan dividen 65 persen dari laba bersih. Dengan laba sebesar Rp18,6 triliun, BRI akan menyebar dividen kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp12,1 triliun. 

Dengan jumlah saham yang beredar 122,11 miliar lembar saham, maka besaran dividen BBRI tahun buku 2020 yang dibagikan pada 2021 setara sekitar Rp 98 per lembar saham. 

Sisa laba sebesar Rp 6,5 triliun akan digunakan sebagai laba ditahan. Tambahan laba ditahan ini memastikan BRI memiliki tingkat rasio kecukupan modal (CAR) diatas 18 persen. 

“Sesuai dengan tahapan implementasi Basel III, Perseroan ingin menjaga tingkat rasio kecukupan modal (CAR) diatas 18%. Selain itu, Perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh, baik secara organik maupun anorganik,” ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam pengumuman perusahaan di sejumlah media sesaat setelah RUPS, Kamis, 25 Maret 2021. 

 

BACA JUGA : Update dari KSEI, Ini Jadwal Final Pembayaran Dividen BBRI 2021

 

 

Dengan membagi laba Rp 12,1 triliun, artinya BRI meningkatkan pay out ratio menjadi 65 persen. Meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 60 persen. Meski begitu, seiring penurunan laba, besaran dividen per lembar saham BRI pada pembayaran 2021 di bawah  pembayaran tahun 2019 dimana BRI membagikan dividen Rp 168 per lembar saham. 

Dari besaran dividen yang dibagikan oleh BRI ini, maka pemerintah akan menerima Rp 6,88 triliun seiring kepemilikan saham sebesar 56,75 persen. 

RUPS tahunan BRI 2021 juga memutuskan menunjuk kantor Purwantono, Sungkoro & Surja (a member Firm of Ernst & Young Global Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan BRI untuk tahun buku 2021. 

Secara keseluruhan, pada 2021 total aset BRI mencapai Rp1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7 persen secara tahunan (yoy). Kredit mendaki 3,9 persen (yoy) atau menjadi Rp938,4 triliun.  Sementara NPL Gross BRI tercatat 2,99 persen. 

Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.121,1 triliun . Jumlah ini naik 9,8 persen. 

 

BACA JUGA : IPO Sunter Lakeside (SNLK), Ini Profil Sapto Utomo Hidajat Pemegang Saham Pengendali

 

Selama tahun 2020 BRI juga melakukan sejumlah aksi korporasi seperti strategic partnership dengan FWD Financial Services Pte.Ltd untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis BRI Life, penambahan penyertaan kepada BRI Finance, penggabungan BRI Syariah bersama dengan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah untuk menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Dengan demikian BRI Group terdiri dari tujuh perusahaan anak, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO); BRI Remittance Co. Ltd Hong Kong; PT Asuransi BRI Life; PT BRI Multifinance Indonesia; PT BRI Danareksa Sekuritas; PT BRI Ventura Investama; dan PT BRI Asuransi Indonesia.

Sementara itu, di Bursa Efek Indonesia hari ini, Kamis, 25 Maret 2021, harga saham Bank BRI atau BBRI ditutup melemah 1,07 persen menjadi Rp 4.620 per lembar saham.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih senilai Rp 57,29 miliar. Sedangkan secara keseluruhan, nilai perdagangan saham BRI hari sebesar Rp 489,2 miliar yang didominasi oleh investor asing.

 

BACA JUGA : Prospek Saham Erajaya (ERAA), Bidang Usaha & Profil Pemegang Saham

 

Meski secara harian melemah, sepanjang tahun berjalan (year-to-date) atau dibandingkan penutupan perdagangan 4 Januari 2021, saham BRI tercatat menguat dari level Rp 4.310.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *