Profil Askolasi, Dirjen Bea Cukai 2021 Pilihan Sri Mulyani

Tempias.com – Kementerian  Keuangan menyegarkan 6 jabatan eselon 1 dalam  Kementerian  Keuangan di tengah kasus Pajak yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Terdapat 6 struktur yang bertukar peran untuk mengamankan penerimaan negara di luar pendapatan minyak dan gas. 

Struktur baru itu adalah Heru Pambudi yang sebelumnya Dirjen Bea Cukai ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal yang sebelumnya diisi Hadiyanto.

Hadiyanto sendiri digeser sebagai Dirjen  Perbendaharaan. Mengisi posisi Andin Hadiyanto yang digeser menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). 

Sedangkan kepala BPPK Rio Silaban ditetapkan menjadi orang terkaya di Indonesia yakni Dirjen Kekayaan Negara yang sebelumnya dijabat Isa Rachmatarwata. 

Isa mendapat amanat baru sebagai Dirjen Anggaran yang ditinggalkan Askolani. Dan Askolani menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai. 

Dilihat dari laman Kementerian Keuangan, Askolani adalah sarjana Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang pada 1990. 

Askolani mulai bergabung di Kementerian Keuangan di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (1992-2001). Karirnya dalam badan ini cukup panjang mulai dari pelaksana, Kepala Urusan Penerimaan Minyak Bumi, Kepala Subbagian penerimaan Migas, dan Kepala Subbagian Penerimaan Pembangunan. 

Sambil berkarir, Askolani menyelesaikan gelar Master of Arts Economics and Banking di Universitas Colorado pada tahun 1999.

Karirnya kemudian bergeser ke Badan Analisa Fiskal (2001-2004). Jabatan  Kepala Subbidang Analisa Pembayaran Bunga Hutang dan Kepala Bidang Analisa Pengeluaran Rutin dilaluinya di badan di bawah Kementerian Keuangan itu. 

Askolani mulai berkarir di Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan sebagai Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat pada 2004. Selanjutnya pada 2006 dia dipromosikan menjadi Kepala Bidang Perumusan Rekomendasi Kebijakan Belanja Negara (2006-2008).

Pada tahun 2008, Askolani menjabat Kepala Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan dan pada 31 Desember 2008 diangkat menjadi Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.  

Dia kemudian dipercaya sebagai Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak di Direktorat Jenderal Anggaran pada 2011 dan pada 27 November 2013 beliau dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Sekarang kemampuan Askolani di Dirjen Anggaran akan diuji dalam mengelola pejabat bea cukai yang menjaga gerbang Indonesia. 

 

One thought on “Profil Askolasi, Dirjen Bea Cukai 2021 Pilihan Sri Mulyani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *