IPO Ulima Nitra (UNIQ) 2021 : Ini Profil Burhan Tjokro & Ulung Wijaya Pemegang Saham Terbesar

Tempias.com – PT Ulima Nitra Tbk. (UNIQ) melaksanakan IPO (initial public offering) atau pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Maret 2021.

Dalam proses pencatatan ini, maka UNIQ yang bergerak dalam usaha jasa pertambangan dan penyewaan alat berat pertambangan akan melepas 20 persen lebih sahamnya melalui IPO dan konversi utang. 

Perinciannya 9,25 persen merupakan saham masyarakat, 0,31 program ESA, dan 10,8 persen konversi utang kepada Kelompok Surya Fajar. 

Setelah IPO pemegang saham UNIQ adalah Jati Simina (11,95 persen), Burhan Tjokro (22,32 persen), Ulung Wijaya (22,32 persen), Mertje Tjokro(6,2 persen), Tuti Nuarni (6,20 persen), Merty Tjokro (10,65 persen), Masyarakat (9,25 persen), program ESA (0,31 persen), Surya Fajar Capital Tbk (7,42 persen), Surya Fajar Corpora (3,38 persen). 

Lalu bagaimana profil Burhan Tjokro  dan Ulung Wijaya  sebagai pemegang saham UNIQ terbesar? 

Dilihat dari prospektus, seluruh pemegang saham kecuali kelompok Surya Fajar dan tentu saja masyarakat adalah kerabat adik beradik. 

Burhan Tjokro  merupakan Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan Ulima Nitra (UNIQ). Dia memperoleh gelar sarjana ekonomi dari STIE Perbanas (1992). 

Dia juga disebutkan menjalankan PT Sumatera Synergy Indonesia sejak tahun 2004 sebagai Direktur Utama. Juga Direktur Utama di PT Kanti Kari Marjoram sejak tahun 2015.

Juga sebagai Direktur Utama PT Kanti Kari Karawai sejak tahun 2014, Direktur Utama PT Kanti Kari sejak tahun 2012, Direktur Utama PT Ulima Baselio sejak tahun 2012 sampai saat ini, sebagai Direktur Utama di PT Ulima Supplindo sejak tahun 2008 sampai saat ini.

 

BACA JUGA : Prospek Saham UNIQ, Bidang Usaha dan Profil Ulima Nitra

 

Sedangkan sang adik, Ulung Wijaya juga menjabat direktur perseroan. Dia menyelesaikan Master of Arts in Marketing pada tahun 1995. 

Selain menjabat sebagai Direktur UNIQ, Ulung juga sebagai konsultan PT Utpadaka Wita Reswara. Karir lainnya adalah Direktur PT Sriwijaya Bara Priharum (2018 -20190 dan akuntan di Bank Danamon (1996-1998)

Sementara komisaris utama Mertje Tjokro adalah kakak perempuan dari Burhan dan Ulung. Sedangkan pihak eksternal dalam jajaran manajemen adalah Supandi Widi Siswanto sebagai komisaris independen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *