IPO Maret 2021, Prospek Saham Berkah Beton Sadaya, Bidang Usaha & Kinerja Keuangan

Tempias.com – PT Berkah Beton Sadaya Tbk. menargetkan IPO (initial public offering) atau melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2021 mendatang dengan kode saham BEBS. 

Bidang usaha PT Berkah Beton Sadaya Tbk. dalam prospektusnya bergerak dalam bidang industri, konstruksi, perdagangan besar dan penggalian. 

Saat ini Berkah Beton Sedaya (BBS) memiliki 1 pabrik batching plant sekaligus menjadi kantor pusat perusahaan. Alamat pabrik dan kantor pusat BBS terletak di Jl. Raya Sembung Pagaden KM 9,5, Gunungsari, Pagaden, Subang, Jawa Barat. 

Berkah Beton Sedaya dalam perhelatan IPO Maret 2021 ini direncanakan melepas 2 miliar lembar saham yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel. Saham dengan nominal Rp 50 itu ditawarkan melalui IPO dengan harga Rp 100. Sehingga dengan skema ini Berkah Beton Sedaya ditargetkan mendapatkan dana segar Rp 200 miliar. 

Bertindak sebagai pelaksana dan penjamin emisi dalam aksi korporasi ini adalah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (kode broker : YP). Dengan demikian, jika ada saham yang tidak terserap publik, Mirae akan membeli seluruh saham yang tidak dipesan. Sedangkan yang bertindak sebagai Biro Administrasi Efek adalah PT Adimitra Jasa Korpora.

PT Berkah Beton Sadaya didirikan pada 23 Januari 2019 dengan dengan akta pendirian Nomor: 1012 yang dibuat di hadapan Joice Hapsari Fendrini, S.H.,M.Kn., Notaris di Subang. 

Sejak pendirian, Anggaran Dasar Berkah Beton telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan yang terakhir kali dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Berkah Beton Sadaya Nomor: 36 tanggal 11 Agustus 2020, dibuat di hadapan Sugih Haryati, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Tangerang.

 

BACA JUGA : IPO Berkah Beton (BEBS), Ini Profil Zulfikar Mohammad Ali Indra Pemegang Saham Terbesar

 

Saat prospektus diterbitkan pemegang saham Berkah Beton Sadaya terdiri dari Berkah Global Investama (45,51 persen), Berkah Multi Beton (37 persen), Sugiarwati Lucky (6,4 persen), Haji Herdis Sudana (5,71 persen), PT Cipta Ihya Nusantara (2,86 persen), Haji Soewarso (1,75 persen), Shierly Dyanne Wijaya Oei (0,57 persen) dan Heri Santoso Liem (0,2 persen). 

Setelah IPO terselenggara, maka struktur pemegang saham Berkah Beton Sadaya menjadi Berkah Global Investama (35,40 persen), Berkah Multi Beton (28,78 persen), Sugiarwati Lucky (4,98 persen), Haji Herdis Sudana (4,44 persen), PT Cipta Ihya Nusantara (2,22 persen), Haji Soewarso (1,36 persen), Shierly Dyanne Wijaya Oei (0,44 persen) dan Heri Santoso Liem (0,16 persen). Sedangkan masyarakat menjadi 22,22 persen.

Setelah IPO, seluruh saham milik pendiri sebanyak 7 miliar lembar juga akan dicatatkan di bursa efek Indonesia. Dengan demikian jumlah saham yang beredar menjadi 9 miliar lembar. Saham ini akan akan disimpan oleh para pendiri sampai dengan 8 bulan sesuai dengan POJK No. 25/2017.

Dari dana Rp 200 miliar hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebanyak 53,67 persen akan digunakan oleh Berkah Beton Sadaya   untuk membeli satu bidang tanah milik PT Subang Terus Membangun (STM). Sedangkan 46,33 persen lainnya digunakan untuk belanja modal.

Tanah yang akan dibeli senilai Rp 103 miliar itu terletak di Subang dengan luas 74.045 meter persegi. Tanah ini merupakan lokasi pabrik batching plant yang saat ini digunakan perusahaan.

Transaksi pembelian tanah oleh Berkah Beton Sadaya sendiri telah dilakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli di bawah tangan tertanggal 8 Desember 2020. Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi karena pemilik terakhir atas tanah adalah Haji Herdis Sudana yang juga Komisaris Utama perseroan. 

Selebihnya  untuk modal kerja berupa pembelian alat berat, hingga rencana modal kerja anak usaha. 

Dalam prospektuskan, Berkah Beton Sadaya menyebutkan memiliki 4 anak usaha yang semuanya didirikan pada tahun 2020.  Meski begitu, seluruh anak usaha ini belum beroperasi namun direncanakan akan mulai aktif pada 2021 ini.

Sedangkan kebijakan dividen yang ditetapkan adalah sebanyak-banyaknya 30 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2021 (disampaikan pada 2022). 

Besaran gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 247.000.000 dan Rp 211.083.333. 

Perusahaan dengan 46 karyawan ini, pemegang saham terbesar terakhirnya adalah Zulfikar Mohammad Ali Indra yang bertindak sebagai komisaris biasa. Dalam profil direksi dan komisaris, Zulfikar merupakan kelahiran Jember pada Desember 1972. Alumni Sarjana Ilmu Syariah pada tahun 2004 dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu juga menjalankan perusahaan PT Bruindo Global Mandiri sebagai Direktur Utama sejak 2009 dan Komisaris pada PT Muara Badak Perkasa. Sedangkan pemegang saham terakhir terbesar kedua saat prospektus diterbitkan adalah Yayan Suryana. 

Dalam prospektus juga disebutkan pada 2019 perseroan menjual material sebanyak 5.700 meter kubik dan readymix 20.000 meter kubik. Jumlah ini menjadi 285.000 meter kubik material hingga Juni 2020 dan readymix sebanyak 7.000 meter kubik. 

 

KINERJA KEUANGAN Berkah Beton Sadaya 

Sejak berdiri 2019, kinerja penjualan Berkah Beton Sadaya sebesar Rp 14,76 miliar pada 2019. Dari jumlah ini perusahaan menanggung beban pokok penjualan Rp 12 miliar. Setelah dikurangi beban administrasi, Berkah Beton memperoleh laba Rp 221,23 juta pada 2019. 

Dalam periode 11 bulan pada 2020, Berkah Beton mencantumkan lompatan kinerja dalam prospektusnya. Perseroan membukukan penjualan Rp 104,22 miliar. Sedangkan beban pokok hanya Rp 68,09 miliar. Setelah dikurangi beban administrasi, beban keuangan dan beban pajak. Perseroan membukukan laba Rp 22,69 miliar per November 2020.

Perseroan juga mencantumkan pada 2019 jumlah asetnya sebesar Rp 370,62 miliar dan menjadi Rp 408,32 miliar pada 30 November 2020. Sementara, di sisi liabilitas, terjadi penurunan drastis dalam laporan keuangan perusahaan yakni dari Rp 345,40 miliar pada Desember 2019 menjadi Rp 26,53 miliar pada November 2020.

Saat utang berkurang drastis, ekuitas perusahaan melompat dari Rp 25,22 miliar menjadi Rp 381,79 miliar.

Jadwal IPO PT Berkah Beton Sadaya Tbk yang dipublikasikan KSEI adalah: 

  • Tanggal Efektif : 25 Februari 2021
  • Masa Penawaran Umum : 1 – 4 Maret 2021
  • Tanggal Penjatahan : 8 Maret 2021
  • Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 9 Maret 2021
  • Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik : 9 Maret 2021
  • Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia : 10 Maret 2021
  • Nilai Nominal Saham : Rp 50,-
  • Harga Penawaran Saham : Rp 100,-
  • Jumlah Saham yang ditawarkan : 2.000.000.000 unit

2 thoughts on “IPO Maret 2021, Prospek Saham Berkah Beton Sadaya, Bidang Usaha & Kinerja Keuangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *