Daftar Saham Bank Digital 2021 dan Profilnya

Tempias.com – Harga saham perbankan yang tengah mengajukan izin sebagai bank digital melonjak tajam sejak awal tahun 2021. 

Masuknya atau bahkan baru rencana masuknya raksasa e-commerce dunia ke dalam bank-bank yang sebagian besar merupakan bank umum kelompok usaha (BUKU) I atau II ini membuat harga saham perusahaan melambung melewati fundamentalnya. 

Terbaru adalah pengumuman PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) yang tengah bernegosiasi dengan Grab untuk mensinergikan bisnisnya di Indonesia, sehingga perusahaan dapat bergerak sebagai bank digital. 

Lalu emiten mana saja yang tengah bersiap menjadi bank digital atau baru disebut-sebut sebagai bank digital? 

  1. Saham Bank Digital PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO)

Secara resmi induk usaha AGRO yakni BBRI tidak menyebut perusahaan ini sebagai bank digital. Akan tetapi, perusahaan ini telah meluncurkan aplikasi Pinang. 

Aplikasi ini digadang menjadi saluran BRI untuk menjalankan bank digital karena didesain mampu menyetujui kredit dalam 5 sampai 10 menit. Selain itu tengah dikembangkan terhubung ke dalam seluruh ekosistem BRI.

Pemilik Bank AGRO sendiri per 31 Januari 2021 adalah PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. atau BBRI dengan 87,1 persen, serta masyarakat termasuk direksi 12,9 persen. 

  1. Saham Bank Digital Bank NET Indonesia Syariah Tbk. (BANK)

Saham Bank Net Syariah sejak IPO pada 1 Februari lalu terus melambung. Bank yang mulanya bernama Maybank Syariah itu kemudian diakuisisi oleh kelompok NTI Global Indonesia dengan kepemilikan (60,55 persen), lainnya terdapat nama PT Alphaplus Adhigana Asia kepemilikan 1,55 persen, dan masyarakat dengan kepemilikan 37,9 persen. 

Bank Net Syariah disebut-sebut dimotori oleh kolaborasi keluarga pendiri PT Nojorono Tobacco International (NTI). Nojorono adalah produsen rokok Class Mild dan sejumlah merek ternama lain.

Kelompok konglomerat rokok terbesar ketiga di Indonesia itu berkolaborasi generasi kedua keluarga Gandi Sulistiyanto (bos Sinar Mas) yang menjalankan Gan Kapital. Perusahaan angel investor dengan portofolio beragam seperti Sang Pisang, MangkokKu dan terhubung hingga ke raksasa teknologi di lembah silikon, Amerika Serikat.

 

BACA JUGA : Prospek Saham Bank Jago (ARTO), Bidang Usaha dan Profil Pemegang Saham Terbaru

 

  1. Saham Bank Digital Bank Harda Internasional (BBHI)

Saham BBHI terus melambung seiring rampungnya akuisisi Bank Harda oleh kelompok Konglomerat Chairul Tanjung (CT) melalui Mega Corpora. 

Nantinya, Mega Corpora menjadikan BBHI sebagai bank digital. Meski begitu belum disampaikan bentuk bank digital yang akan dijalankan. 

Potensi Bank Digital dalam Mega Corpora adalah ekosistem TransMart Carrefour hingga penonton Trans TV, Trans 7, dan Detik com Network. 

4. Saham Bank Digital Bank Neo Commerce (BBYB)

Bank Neo Commerce terus bersiap mentransformasikan dirinya menjadi Bank Digital seiring masuknya raksasa teknologi milik Jack Ma dari China, Alibaba, melalui anak usahanya Akulaku. 

Saham yang sebagian dimiliki oleh asuransi dalam kalangan militer Asabri itu terus meningkatkan bisnisnya di Tanah Air. 

Pemegang saham BBYB per Januari 2021 adalah Gazco Capital (20,13 persen), Asabri (18,55 persen), Akulaku Silvrr Indonesia (24,98 persen), Yellow Brick Enterprise. 

5. Saham Bank Digital Bank Jago (ARTO)

Bank Arto menjadi bank digital yang fenomenal. Berawal dari bank kecil dengan kantor pusat di Bandung, bank ini bertransformasi ke dalam ekosistem raksasa start-up Gojek.

Gojek melalui Go-Pay memiliki 22,16 persen saham Bank Jago (ARTO). Meski begitu, secara keseluruhan kepemilikannya lebih besar, karena pemegang saham terakhir Gojek, yakni Northstar Group yang digawangi Patrick Walujo juga pemegang saham pengendali ARTO melalui Wealth Track Technology Limited (13,35 persen). Sedangkan 37,65 persen lainnya dimiliki oleh  Metamorfosis Ekosistem Indonesia yang dikendalikan oleh bekas bos BTPN, Jerry Ng. 

 

BACA JUGA :  Prospek Saham CENT, Bidang Usaha dan Pemegang Saham

 

6. Saham Bank BTPN (BTPN)

Meski bukan bank digital, namun BTPN merupakan salah satu pelopor perbankan digital dengan platform Jenius. 

Bank BUKU IV ini memiliki pemegang saham Sumitomo Mitsui Banking Corporation (92,43 persen), Bank BCA (BBCA) denngan 1,02 persen, Bank Negara Indonesia (BBNI) atau 0,15 persen dan masyarakat 5,23 persen.

7. Bank BCA (BBCA)

Bank BCA adalah bank swasta terbesar di Tanah Air. Perusahaan ini pada 2020 lalu mengakusisi bank buku II untuk kemudian diubah menjadi bank digital. Bank baru itu bernama BCA Digital. BCA merupakan salah satu emiten terdepan dalam teknologi dan memiliki fundamental yang sangat kuat.

8. Bank Amar Indonesia (AMAR)

Bank ini awalnya merupakan bank kecil berpusat di Surabaya. Masuknya kelompok fintech Tolaram Group Inc. dengan aplikasi Tunaiku membawa bank ini ke pasar modal. 

Saat ini pemegang saham AMAR terdiri dari Tolaram Group Inc. (30 persen) dan Masyarakat (70 persen). Sebelum IPO, kepemilikan Tolaram Group di AMAR mencapai 83,68 persen. Alasan pelepasan ini disebut karena aturan kepemilikan oleh otoritas Indonesia yang menyebutkan maksimal dikuasai 1 pihak 30 persen jika bukan berlatar perusahaan keuangan. 

Saham Bank Digital diperkirakan terus bertambah seperti sedang dilakukannya negosiasi oleh sejumlah raksasa seperti Grab dengan Bank Capital (BACA), atau isu Sea Group, induk usaha Shopee dengan Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA). 

 

5 thoughts on “Daftar Saham Bank Digital 2021 dan Profilnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *