Prospek Saham UNIQ, Bidang Usaha dan Profil Ulima Nitra

Tempias.com – PT Ulima Nitra ditetapkan menggunakan kode saham UNIQ dalam rencana IPO (initial public offering) atau pencatatan saham perdana yang diperkirakan 8 Maret 2021 mendatang. 

Dalam prospektusnya, bidang usaha Ulima Nitra (UNIQ) adalah jasa pertambangan dan penyewaan alat berat pertambangan. 

Ulima Nitra berkantor pusat di JL. Betet No. 28 RT 22/ RW 9, 9 Ilir, Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan.

UNIQ direncanakan melepas 9,56 persen sahamnya melalui IPO atau setara 300 juta saham biasa. Saat yang sama perusahaan juga menawarkan program ESA sebanyak-banyaknya 10 persen. 

 

BACA JUGA : Update Daftar Saham Blue Chip 2021 dan Bidang Usahanya

 

Selain itu, juga dilepaskan saham baru sebanyak 10,8 % saham sebagai konversi utang kepada Surya Fajar Capital Tbk. dan Surya Fajar Corpora. 

Ulima Nitra (UNIQ) didirikan 25 Agustus 1992 dan dicatatkan dalam register Kepaniteraan Pengadilan Negeri Palembang pada 22 Juni 1993. Dalam perubahan terakhir per tanggal 2 September 2020, pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan adalah pertambangan dan penggalian, pengelolaan air limbah dan daur ulang sampah, konstruksi, pengangkutan, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin dan ketenagakerjaan.

Meski begitu, dalam realitasnya bidang usaha utama Ulima Nitra (UNIQ) yakni penunjang pertambangan minyak dan gas alam, penyewaan alat konstruksi dan operator serta penyewaan mobil, bus, truk dan kendaraan sejenis.

 

BACA JUGA : Daftar Saham Blue Chip Syariah 2021 dan Bidang Usahanya

 

Ulima (UNIQ) juga tengah melebarkan sayapnya ke jasa penunjang pertambangan batu bara, penunjang galian batu pasir dan tanah liar, pengelolaan dan pembuangan air limbah hingga konstruksi jalan dan gedung.

Saham UNIQ ditawarkan dalam rentang Rp115 hingga Rp118. Sedangkan penawaran awal dilakukan 17-19 Februari 2021.

Saat ini, struktur pemegang saham UNIQ adalah Jati Simina (55 persen), Burhan Tjokor (15 persen), Ulung Wijaya (15 persen), Mertje Tjokro (5 persen), Tuti Nuami (5 persen) dan Merty Tjokro (5 persen). 

Setelah IPO, konversi utang dan program ESA dilakukan, maka diperkirakan struktur pemegang saham Ulima terdiri dari Jati Simina (11,95 persen), Burhan Tjokro (22,32 persen), Ulung Wijaya (22,32 persen), Mertje Tjokro dan Tuti Nuami (masing-masing 6,2 persen), Merty Tjokro (10,65 persen), publik (8,6 persen), ESA karyawan (0,96 persen), Surya Fajar Capital (7,42 persen) dan Surya Fajar Corpora (3,38 persen). 

Penurunan saham Jati Simina karena dilakukan pengalihan saham kepada anak-anaknya.

“Pengendalian Perusahaan setelah Pengalihan tidak akan mengalami perubahan, karena pihak penerima seluruhnya adalah anak kandung dan pemegang saham saat ini, sehingga pemegang saham pengendali Perseroan masih tetap di tangan keluarga Tjokro Riduan,” tulis prospektus perusahaan. 

 

BACA JUGA  : Update Aplikasi Trading Saham Terdaftar OJK 2021, Milik 10 Broker Teraktif

 

Dana IPO sendiri diperkirakan masuk ke perusahaan sebesar Rp35,4 miliar. Dana ini direncanakan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja.

Ulima Nitra (UNIQ) menyebutkan kebijakan dividen yang dijalankan perusahaan per tahun sebanyak-banyaknya 40 persen dari laba bersih.

Beberapa kontrak pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Ulima (UNIQ) seperti pekerjaan overburden removal (jasa penambangan) dengan PT Menambang Muara Enim. Kontrak ini dari Maret 2017 hingga Maret 2022. Perseroan juga menerima pekerjaan jasa penambangan batu bara dari PT Banyan Koalindo Lestari. 

 

Kontrak lain yakni dengan Pertamina Gas hingga 2023 untuk rehabilitasi dan penanggulangan keadaan darurat hingga Maret 2023. Pengadaan Jasa Umum untuk Conocophillips (Grissik) Ltd dan Conocophillips. Kontrak ini berlaku hingga Agustus 2022.

Untuk menjalankan bisnisnya ini perseroan memiliki 460 kendaraan per 2020 yang terdiri dari 193 alat berat, 217 truk dan 50 kendaraan. Jumlah ini susut dibandingkan 2017 yang mencapai 528 unit atau tahun 2019 lalu sebanyak 491 unit. 

Jumlah karyawan perusahaan saat ini sebanyak 856 orang yang terdiri dari 108 karyawan tetap dan 748 karyawan kontrak.

 

BACA JUGA : IPO Ulima Nitra (UNIQ) 2021 : Ini Profil Burhan Tjokro & Ulung Wijaya Pemegang Saham Terbesar

 

JADWAL IPO Ulima Nitra (UNIQ) :

  • Perkiraan Masa Penawaran Awal : 17 – 19 Februari 2021
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 4 Maret 2021
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 26 Februari 2021
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik : 5 Maret 2021
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum : 2 – 4 Maret 2021
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 8 Maret 2021

 

KINERJA KEUANGAN UNIQ

Berdasarkan prospektus perusahaan, penjualan bersih perusahaan sejak 2017 hingga 2019 secara berurutan yakni Rp301,94 miliar, Rp 345,02 miliar, dan Rp 332,52 miliar. Sedangkan hingga November 2020, pendapatan perseroan mencapai Rp 270,92 miliar. 

Sedangkan laba/rugi perusahaan dalam periode yang sama adalah Rp8,06 miliar, Rp 17,14 miliar, Rp17,47 miliar. Sedangkan hingga November 2020, perusahaan berbalik rugi Rp 5,61 miliar. 

Aset perusahaan sendiri per November 2020 sebesar Rp 539,67 miliar. Dari jumlah ini utang jangka pendek dan utang jangka panjang (liabilitas) sebesar Rp 267,41 miliar. Sedangkan ekuitasnya Rp 272,25 miliar.

2 thoughts on “Prospek Saham UNIQ, Bidang Usaha dan Profil Ulima Nitra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *